Perbedaan Asuransi All Risk dan TLO
13
May
0 Comment Share Likes 173 View

Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kemungkinan risiko di jalan bisa dibilang tinggi. Ini terlihat dari banyaknya polis asuransi mobil yang ditawarkan di Indonesia. Hal ini wajar karena jika dilihat risikonya, banyak kecelakaan yang terjadi di jalan raya terutama di kota besar seperti Jakarta. Bagi mereka yang ingin membeli polis asuransi mobil, mungkin saja akan dibingungkan dengan pilihan asuransi mobil All Risk atau asuransi mobil Total Loss Only (TLO)

Untuk itu, pemilik mobil perlu tahu perbedaan antara asuransi mobil All Risk dan TLO, apa yang di-cover dan cara menghitung preminya. Caranya akan dijelaskan secara detail di bawah ini. 

Lalu, bila sudah memutuskan, asuransi mobil jenis apa yang perlu diambil? Pertama-tama, kita perlu tahu terlebih dahulu dua jenis asuransi mobil sekaligus kelebihan dan kekurangannya. Asuransi mobil dibedakan menjadi dua:

  1. Asuransi Mobil Total Loss Only(TLO)

Secara harfiah Total Loss Only (TLO) berarti “hanya (jika) kehilangan total”. Berarti klaim asuransi hanya dapat diajukan apabila terjadi ‘kehilangan total’. Dalam asuransi mobil, yang dimaksud kehilangan total itu adalah kerusakan yang terjadi di atas 75% atau kehilangan pencurian ataupun karena perampasan. Bila kerusakan yang dialami kurang dari itu, Anda tidak akan mendapatkan ganti rugi atas kerusakan. Patokan 75% diambil karena mobil dipastikan tidak dapat digunakan lagi. Kelebihannya, premi asuransi TLO lebih rendah dibandingkan asuransi mobil all risk.

  1. Asuransi Mobil All Risk/Comprehensive

All Risk dapat diartikan menjadi ‘segala risiko’. Asuransi ini disebut juga Comprehensive atau keseluruhan. Ini berarti asuransi akan membayar klaim untuk segala jenis kerusakan, mulai dari kerusakan ringan, rusak berat, hingga kehilangan. Berbeda dengan TLO, lecet sedikit saja pada mobil, asuransi akan membayarkan klaim asuransi. Hanya saja asuransi mobil All Riskpembiayaannya lebih mahal daripada TLO.

Agar tidak salah pilih, Anda bisa bandingkan asuransi mobil All Risk dan asuransi mobil TLO terbaik untuk kendaraan Anda. Bandiingkan produk-produk asuransi mobil terbaik dari berbagai perusahaan asuransi terkemuka di seluruh Indonesia di cermati.com.

Nah apa mungkin kedua jenis asuransi tersebut dikombinasikan? Tak perlu bingung. Anda bisa melakukan kombinasi TLO dan All Risk. Misalnya, bila mobil yang hendak diasuransikan baru saja keluar dari showroom atau mungkin Anda mengkredit mobil bekas, tidak ada salahnya membeli polis asuransi All Risk pada tahun pertama dan kedua. Setelah itu, mobil bisa diasuransikan dengan membeli polis asuransi TLO pada tahun ketiga dan seterusnya.

Beban finansial berbanding dengan risiko kerusakan menjadi pertimbangan penting. Mobil baru pastinya akan membutuhkan biaya relatif lebih tinggi sekalipun kerusakan yang terjadi hanya kerusakan kecil. Saat usia mobil semakin tua, tidak ada salahnya beralih pada Total Loss Only.

Apakah Semua Risiko Sudah Dilindungi dengan Asuransi Mobil All Risk?

Jumlah premi asuransi yang telah dijelaskan di atas disebut dengan premi murni. Ada beberapa risiko yang tidak terlindungi oleh asuransi mobil All Risk. Anda bisa memutuskan untuk memperluas pertanggungan asuransi mobil Anda. Perluasan pertanggungan ini meliputi hal-hal yang mungkin terjadi pada mobil yang disebabkan:

  1. Banjir, taifun, badai, dan kerusakan karena air.
  2. Kerusuhan.
  3. Gempa Bumi/Tsunami.
  4. Sabotase/Terorisme.
  5. Third Party Liability(TPL).
  6. Kecelakaan Pengemudi.
  7. Kecelakaan Penumpang.
  8. Tanggung Jawab Hukum terhadap Penumpang (TJHP).
  9. Bengkel Resmi.

Kerusakan atau kehilangan karena hal-hal di atas sangat mungkin terjadi di Indonesia. Untuk banjir saja misalnya, tiap tahun masyarakat ibu kota harus rela berhadapan dengan masalah satu ini. Besaran rate perluasan perlindungan ini berbeda-beda. 

Jadi, Pilih yang Mana?

Di atas sudah diberikan ilustrasi cara menghitung premi asuransi mobil TLO dan All Risk. Dapat dilihat dengan jelas, biaya All Risk jauh lebih tinggi dibandingkan TLO. Terlebih kalau ingin menambah perluasan perlindungan.

Apabila harga mobil yang Anda miliki terbilang tinggi sehingga butuh biaya tidak sedikit sekalipun rusak ringan, sebaiknya memilih All Risk. Asuransi jenis ini juga cocok bagi usaha rental mobil atau kursus mobil. Sebab risiko sekadar rusak ringan terbilang tinggi.

Frekuensi pemakaian mobil berpengaruh pada jenis asuransi yang akan diambil. Semakin sering dipakai, semakin besar pula kemungkinan kecelakaannya. Terlebih, bila rute yang sering digunakan adalah jalur padat. Lagi-lagi All Risk menjadi pilihan.

Sebaliknya, kalau mobil lebih sering parkir di rumah daripada diajak keluar, lebih baik memilih TLO. Kecelakaan bukan satu-satunya faktor penentu. Tingkat kriminalitas juga perlu dicermati. Kriminalitas di daerah-daerah tertentu terbilang tinggi. Kalau Anda tinggal atau sering lalu lalang di daerah seperti ini, pastikan mengasuransikan mobil Anda dengan TLO.

Anda mungkin akan berpikir, “Belum tentu dalam setahun akan terjadi kecelakaan pada saya.” Apabila berpikir demikian dan akhirnya memutuskan tidak perlu mengasuransikan mobil, sebaiknya Anda pertimbangkan lagi. Kita semua tidak bisa meramalkan apa yang terjadi nantinya. Kita semua tidak ingin mengalami kecelakaan atau kehilangan, tapi lebih baik mencegah kerugian yang lebih besar, bukan?

 

SAMPAIKAN KOMENTAR