Peperangan Tak Lepas Dari Sejarah Toyota Land Cruiser

Peperangan Tak Lepas Dari Sejarah Toyota Land Cruiser

24Apr
INTERSPORT.ID ON 24 April 2018
INTERSPORT.ID ON 24 Apr 2018

Kata-kata peperanga memang sangat identik dengan sebuah mobil jip buatan Toyota yaitu Toyota Land Cruiser. Mobil ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1950 dimana pemerintah Amerika Serikat meminta sebuah kendaraan militer. Amerika Serikat meminta Toyota untuk membuatkan sebuah mobil dengan spek Jeep Willys.

Prototipe Jip pertama Toyota disebut AK10 yang menggunakan sebuah sasis truk 1 ton dengan panjang 3.390 mm, wheel base 2.300 mm, berat 1.100 kg, AK10 ini memakai mesin bensin 4 langkah tipe B, OHV, 4 silinder, 2.258 cc. Penggunaan sasis truk ini salah satu faktor yang membuat AK10 tangguh dan tahan banting.

Pada Januari 1951, keluarlah prototipe penyempurnaan bernama Toyota Jeep BJ. Huruf B mewakili tipe mesin yang digunakan, yakni mesin bensin tipe B 3.386 cc, pendingin air, 6 silinder sebaris. Sedangkan huruf J diambil dari nama Jeep.

Di tahun tersebut,  test driver Toyota Ichiro Taira mengendarai prototipe Jeep BJ ini sampai ke tingkat keenam Gunung Fuji, dan menjadi mobil pertama yang berhasil sampai tingkat ini. Tes ini juga dilihat oleh Badan Polisi Nasional Jepang (National Police Agency atau NPA). Terkesan dengan ketangguhan mobil ini, akhirnya NPA juga memesan 289 unit mobil ini untuk dijadikan mobil patroli resmi mereka

Namun, baru pada 1953 atau 2 tahun kemudian Toyota Jeep BJ mulai diproduksi sebanyak 298 unit. Setahun kemudian (1954) Willys yang memproduksi Jeep menggugat Toyota karena memakai nama Jeep pada Toyota Jeep BJ. Direktur Teknologi Toyota Hanji Umehara kemudian mengganti nama jip 4x4 tersebut menjadi Toyota Land Cruiser. Di tahun 1954  pula, Toyota memperkenalkan mesin Tipe F 3.9 liter bertenaga 125 Hp untuk model Chassis Fire-Engine.

Di tahun 1954, Toyota mengeluarkan generasi kedua dari jip tangguh tersebut yang diberi nama FJ20 Series. Mobil ini merupakan penyempurnaan dari Toyota BJ namun masih menggunakan mesin F yang telah ditingkatkan tenaganya namun masih menggunakan transmisi manual 3-kecepatan. Mesin pada generasi ini juga diletakkan 120 mm lebih maju.

Generasi ini hadir dalam dua pilihan wheelbase yaitu pendek dengan kode F28 yang dibuat dalam model Canvas Top, Station Wagon dan Model Pick-up. Selain itu ada juga wheelbase panjang dengan model station wagon dengan kode FJ35.

Kemudian di tahun 1960 sampai dengan 1985 FJ keluar dengan kode FJ40 yang menggunakan mesin 3.9L Tipe F dan masih menggunakan transmisi manual 3-Kecepatan. Di  Brazil, mobil ini dinamai Bandeirante dan memakai mesin diesel Mercedes-Benz berdaya 78 hp.

Pada tahun 1974 Mesin baru diesel 4 segaris 3.0L Tipe B ditawarkan. Pengenalan mesin baru ini membuat penjualan Land Cruiser di Jepang meningkat tajam karena dikenai pajak lebih rendah daripada mesin 3.9L. tahun 1975 Mesin 3.9L diganti dengan mesin berkapasitas lebih besar dan lebih bertenaga, 4.2L Tipe 2F. Tahun 1976 FJ40 di Amerika Serikat diberi tambahan rem cakram untuk bagian depan.

Di Tahun 1979 Power steering dan pendingin udara mulai dipasang di FJ40 untuk pertama kalinya. Mesin diesel untuk FJ40 di Jepang berubah menjadi 3.2L Tipe 2B. Di beberapa negara, mesin diesel 3.6L Tipe H juga ditawarkan. Kemudian, tahun 1981 Mesin diesel diganti menjadi 3.4L Tipe 3B dan mendapat rem cakram untuk roda depan. tahun 1983 Land Cruiser FJ40 terakhir diimpor Toyota dari Jepang. Model yang ditawarkan terdiri dari model Hardtop, Canvas Top dengan short dan medium wheelbase, Pick-up dengan short dan long wheelbase, Station Wagon, serta Troopcarrier.

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN