Pahami Kode di Ban Supaya Tidak Salah Pilih

Pahami Kode di Ban Supaya Tidak Salah Pilih

10Apr
INTERSPORT.ID ON 10 April 2018
INTERSPORT.ID ON 10 Apr 2018

Apakah ban mobilmu sudah kurang baik kondisinya? Apakah alurnya sudah mulai hilang atau rata tergerus oleh aspal jalanan? Jika hal tersebut yang terjadi, maka ada baiknya mengganti ban mobil dengan yang baru.

Tetapi membeli ban mobil pun juga harus paham dengan ban yang sedang digunakan serta ban yang akan dibeli karena setiap ban pasti memiliki spesifikasi masing-masing yang menyesuaikan penggunaannya. Spesifikasi tersebut tercetak langsung pada ban itu dalam bentuk kode-kode yang bisa dibaca jika kita memahami maksudnya. Nah, maka dari itu, sebaiknya kita memahami dahulu cara membaca kode pada badan mobil sebelum memutuskan membeli ban mobil yang baru.

Sebagai orang awam, biasanya yang dipahami dari spesifikasi ban mobil hanyalah ukuran diameter agar cocok dengan velg yang terpasang di mobil serta lebar ban mobil saja. Namun ternyata, sebuah ban tidak sesederhana ini. Ada spesifikasi lain yang disebut dengan ketebalan dinding ban, konstruksi ban, indeks beban maksimal, batas kecepatan, dan sebagainya.

Misalnya, ketika mengecek ban yang digunakan, terdapat kode 185/65/R16 80H yang tercetak di badan ban. Jika dijabarkan, kode-kode tersebut memiliki makna sebagai berikut

  1. Angka 185 menunjukkan lebar tapak ban mobil dalam satuan milimeter sehingga dapat disimpulkan bahwa ban tersebut lebarnya 185 milimeter atau 18,5 sentimeter.
  2. Angka 65 adalah ketebalan dinding ban tersebut yang dinyatakan dalam presentase terhadap lebar ban. Jika tertulis 65, artinya ketebalan atau tinggi ban tersebut adalah 65% dari lebar ban yang adalah 185 mm atau jika dihitung sekitar 120,25 mm. Semakin kecil angkanya, semakin pendek pula tinggi ban tersebut.
  3. Huruf R menunjukkan konstruksi ban. Kode R sendiri berlaku untuk ban yang radial. Ban ada yang memiliki konstruksi radial ataupun bias. Perbedaan paling mendasar terletak pada susunan cord yang mengikat ban tersebut. Jika pada ban bias, cord disusun secara zig zag membentuk sudut 40 hingga 65 derajat terhadap keliling lingkaran ban, maka ban radial konstruksinya carcass cord membentuk sudut 90 derajat terhadap keliling lingkaran ban.
  4. Angka 16 menunjukkan ukuran diameter dalam ban yang dinyatakan dengan satuan inchi. Jika angka tersebut adalah 16, maka diameter dalam ban ukurannya 16 inchi dan bisa dipasangkan dengan velg yang ukurannya 16 inchi.
  5. Angka 80 menunjukkan indeks beban maksimal yang dapat ditahan atau ditumpu oleh ban tersebut. Ada beberapa tingkatan angka yang menunjukkan beban tersebut. Sedangkan untuk 80 sendiri artinya beban maksimalnya adalah 450 kg. Berikut adalah list indeks beban maksimal ban:

Indeks

Beban Maksimal, kg

62

265

63

272

64

285

66

300

68

315

70

335

73

365

75

387

80 - 89

450 – 580

90 - 100

600 - 800

 

  1. Huruf H menunjukkan batas kecepatan maksimal yang direkomendasikan atau biasa disebut dengan speed rating. Jika H, artinya batas kecepatan maksimalnya adalah 210 km/jam. Berikut daftar speed rating untuk masing-masing indeksnya

Indeks Speed Rating

Kecepatan Maksimal, km/jam

Q

160

S

180

T

190

U

200

H

210

V

240

W

270

Y

300

Z

Lebih dari 240

 

Tak hanya kode tersebut saja yang ada pada ban mobil. Biasanya pada badan ban mobil terdapat juga kode tahun produksinya karena ban pun memiliki masa kadaluarsanya. Ban akan kadaluarsa sekitar 3 tahun setelah masa produksinya karena bahan karet bisa mengalami perubahan sifat fisik jika banyak terpapar cuaca dan udara. Perubahan yang terjadi biasanya karet menjadi keras atau tidak lagi lentur dan juga mengelupas.

Kode tahun produksi terdiri atas empat angka di dinding ban dekat dengan velg yang menunjukkan minggu pembuatan ban serta tahun pembuatannya. Contohnya adalah 1812 yang artinya adalah ban tersebut diproduksi pada minggu ke-18 pada tahun 2012.

Mulai sekarang, lebih cermat dalam membeli ban. Cek kode yang ada pada ban. Jangan sampai salah memilih tipe ban dan jangan sampai mendapat ban yang kadaluarsa.

Image source: https://www.herculestire.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN