Pahami Cara Kerja Suspensi dan Istilah-istilah Posisi Roda, Biar Makin Kenal Sama Mobil Sendiri
05
Dec
0 Comment Share Likes 56 View

Pada dasarnya, suspensi pada sebuah kendaraan diciptakan untuk menyerap atau meredam kejutan dari permukaan jalan yang tidak rata. Tujuannya adalah agar penumpang di dalam kendaraan tetap merasa nyaman sekalipun jalan yang dilewati tidak rata. Bukan cuma sebagai penunjang kenyamanan, suspensi juga berguna untuk meningkatkan stabilitas berkendara serta kemampuan roda untuk mencengkram permukaan jalan.

 

Oskilasi atau getaran secara periodik yang terjadi saat suspensi ini bekerja ada banyak jenisnya, bro. Berikut istilah-istilah oskilasi yang terjadi pada suspensi mobil:

  1. Pitching

Gerakan ke atas dan ke bawah kendaraan bagian depan dan belakang terhadap titik gravitasi kendaraan

 

  1. Bouncing

Gerakan naik turun kendaraan (di depan dan di belakang) saat kendaraan berjalan pada kecepatan tinggi dan melewati jalan yang berlubang.

 

  1. Rolling (bergulir)

Ketika kendaraan berbelok atau melewati jalan yang bergelombang, maka pegas dari satu sisi mengambang dan satu sisi mengerut. Hal ini mengakibatkan bodi berputar (rolling) dalam arah yang lurus (dari sisi ke sisi).

 

  1. Yawing

Gerakan kendaraan mengarah memanjang ke kanan dan ke kiri terhadap berat kendaraan.

 

Setelah Pria Intersport paham bagaimana cara kerja suspensi pada sebuah mobil dan juga istilah-istilahnya, penting juga untuk mengetahui istilah-istilah pada posisi roda. Pasalnya, hal ini juga berpengaruh terhadap cara kerja suspensi dan berpengaruh juga terhadap handling mobil saat bermanuver di jalan. Ada beberapa istilah yang umum dipakai, seperti camber, caster, toe in, toe out, oversteer, dan understeer.

 

  1. Camber

Camber adalah kemiringan roda mobil. Pada situasi yang ideal, sudut camber roda selalu nol derajat atau tegak lurus jika kita lihat dari atas. Dalam kenyataannya, camber dapat digerakkan ke atas dan ke bawah serta membentuk sudut/kemiringan. Sudut dari camber ini dipengaruhi oleh gejala limbung (body roll) dan sangat penting untuk traksi roda. Lantaran itu, sudut dari camber menjadi salah satu hal penting dalam sistem suspensi.

 

  1. Sudut Caster

Untuk merasakan dengan baik pengendalian dan aksi-reaksi dari suspensi, diperlukan sudut caster yang tepat. Sudut caster merupakan sudut antara sumbu kemudi dan garis tengah di antara dua roda depan. Semakin besar sudut maka semakin kuat reaksi kemudi, sedangkan jika sudutnya semakin negatif maka kemudi menjadi sangat ringan.

 

  1. Toe-in dan Toe-out

Sudut yang dihasilkan dari penyimpangan arah ban dengan arah berkendara. Dengan pengaturan toe-in dan toe-out pada roda, mobil dapat berjalan lurus. Biasanya, pada roda depan di mobil berpenggerak roda belakang diterapkan toe-in, sedangkan toe-out diterapkan pada roda depan di mobil berpenggerak roda depan. Pengaturan ini bermaksud menjaga tenaga yang didistribusikan menuju roda.

 

  1. Oversteer dan Understeer

Kedua gejala ini merupakan respons mobil yang muncul secara singkat ketika melintasi tikungan. Oversteer pada umumnya merupakan karakteristik dari mobil berpenggerak roda belakang. Oversteer artinya pada roda belakang terjadi sudut slip yang melebar. Sedangkan understeer yang merupakan tipikal karakter dari mobil berpenggerak all-wheel-drive (AWD), yakni gejala slip ban depan yang bergerak lebih melebar dibandingkan ban belakangnya. Akibatnya, mobil menjadi berbelok terlalu jauh dari yang diperlukan.

SAMPAIKAN KOMENTAR