Mungkinkah Oli Mesin Bekas Diolah Menjadi Oli Mesin Baru?

Mungkinkah Oli Mesin Bekas Diolah Menjadi Oli Mesin Baru?

17Apr
INTERSPORT.ID ON 17 April 2018
INTERSPORT.ID ON 17 Apr 2018

Setiap hari, banyak sekali oli bekas yang dihasilkan di muka bumi ini. Jika kita menganggap bahwa hanya kendaraan saja yang menyumbang keberadaan oli bekas, anggapan tersebut nyatanya kurang tepat. Oli atau pelumas tak hanya digunakan untuk kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Kegiatan industri juga menyumbang banyak pemakaian oli untuk melumasi mesin dan alat produksinya. Sebenarnya, diapakan oli bekas yang jumlahnya melimpah tersebut?

Oli bekas tersebut masih bisa diolah kembali untuk nantinya dijadikan oli mesin yang dijual di pasaran. Bahkan beberapa merk pelumas seperti Agip, Pennzoil, dan Evalube menyatakan bahwa mereka menggunakan bahan dasar berupa oli daur ulang.

Pada dasarnya, setiap oli terbuat dari base oil yang diberi tambahan berupa aditif untuk membuat karakternya berbeda-beda sesuai tipe oli atau pelumas yang akan dibuat. Base oil ini biasanya merupakan hasil dari pengolahan minyak bumi, yang diambil dari salah satu fraksi minyak bumi mentah dengan rantai karbon yang panjang. Untuk pengolahan oli bekas, nantinya oli bekas melalui proses sehingga terbentuklah base oil yang bisa ditambahkan zat aditif dengan ramuan tertentu sehingga menjadi oli mesin siap kemas yang dijual di pasaran.

Sebenarnya, oli bekas tidak habis atau hilang, hanya saja, oli bekas adalah oli yang sudah kotor, zat aditif yang dicampurkan sudah terpakai, dan sifat kimianya mengalami kerusakan. Proses pengolahan oli bekas ini memiliki tujuan untuk membersihkan minyak dari pengotor seperti air, aditif yang sudah rusak, dan campuran zat kimia lain, serta untuk mengembalikan aditif dalam oli tersebut. Biasanya, oli bekas dikumpulkan dahulu dan ditampung dan dicek di laboratorium mengenai kandungan dasar oli bekas tersebut sebelum dilakukan pengolahan. Hal ini dilakukan karena setiap oli bekas memiliki sifat yang berbeda-beda tergantung dengan penggunaan sebelumnya.

Prosesnya secara garis besar terdiri atas tiga tahapan utama yaitu preflash, pemurnian, dan blending.

Preflash

Pada saat preflash, komponen yang titik rendahnya sama atau lebih kecil dari air akan diuapkan dan dihilangkan karena tujuan dari preflash ini adalah untuk mengurangi kadar air menjadi sekecil-kecilnya. Seperti yang kita tahu bahwa oli tidak boleh mengandung terlalu banyak air. Biasanya kandungan airnya dibatasi hingga maksimal sekitar 0.2%. Alat yang digunakan berupa distilasi flash yang hanya satu tingkat saja pemisahannya.

Pemurnian

Tahap pemurnian berfungsi untuk memisahkan minyak bekas yang sudah sedikit kadar airnya setelah melalui proses preflash dari fraksi berat dan juga senyawa pengotor seperti logam, sulfur, nitrogen, dan oksigen yang terkandung di dalamnya.

Fraksi berat yang ada biasanya berupa residu-residu aspal. Jika sudah terkumpul banyak, aspal ini bisa dijual juga untuk keperluan pembuatan jalan. Sedangkan senyawa pengotor berupa logam, sulfur, nitrogen, dan oksigen tadi merupakan pengotor yang berasal dari penggunaan oli di mesin.

Pada tahap ini juga, oli terpisahkan menjadi fraksi-fraksi sesuai dengan titik didihnya sehingga dihasilkan base oil dengan SAE yang berbeda-beda. Ketika base oil sudah bersih dan kandungannya sudah memenuhi standar, maka base oil sudah siap dicampur dengan aditif di proses blending.

Blending

Blending artinya mencampurkan. Pada proses ini, base oil hasil pengolahan daur ulang dicampurkan dengan virgin base oil atau base oil yang berasal dari minyak bumi mentah dan juga zat aditif sesuai komposisi yang sudah ditentukan untuk akhirnya dikemas dan dipasarkan.

Perbedaan antara base oil hasil daur ulang dengan base oil dari minyak bumi terletak pada panjang rantai karbonnya. Karena pada minyak bekas sebenarnya rantai karbon sudah banyak yang patah, maka pada base oil hasil daur ulang, terdapat kandungan zat dengan rantai karbon yang lebih pendek. Namun karena pada akhirnya masih tetap dicampur dengan base oil dari minyak bumi, penggunaan pelumas ini bisa dibilang tetap aman terutama karena adanya quality control yang menjaga kualitas oli tersebut.

Dengan menggunakan oli mesin hasil daur ulang ini, kita juga ikut menyelamatkan bumi kita dari eksploitasi minyak bumi yang berlebihan. Tak hanya itu, sebenarnya limbah oli bekas sangat berbahaya bagi lingkungan, bahkan digolongkan dalam limbah B3, sehingga pengolahan oli bekas seperti ini layak disebut sebagai investasi jangka panjang bagi bumi kita.

Image source: https://www.hendrickssolidwaste.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN