Modifikasi Lampu Utama Mobil, Pahami Dulu Aturannya
25
Jan
0 Comment Share Likes 202 View

Modifikasi memang menjadi sebuah sarapan wajib untuk seluruh car enthusiast. Hal tersebut berkaitan dengan menyelaraskan antara taste dari sang pemilik mobil dengan mobil miliknya sehingga mobil tersebut bisa jadi identitas sang pemilik mobil.

Rata rata modifikasi yang dilakukan oleh sang pemilik mobil dimulai dari mengganti velg dan ban dari ukuran standar menjadi ukuran yang lebih besar. Kemudian modifikasi lain yang kerap dilakukan adalah mengganti per dengan ukuran yang lebih pendek sehingga dapat menciptakan fitment yang sedap dipandang mata.

Tapi sebenarnya modifikasi yang dilakukan oleh sang  pemilik mobil tidak hanya sampai disitu saja. Ada yang menambahkan decal disekujur body mobil miliknya hingga mengganti lampu utama dengan yang lebih terang.

Nah untuk modifikasi lampu utama, umumnya para pemilik mobil mengganti dengan merek merek aftermarket dengan jenis lampu HID atau LED. Tapi sebenarnya menggati lampu depan dengan HID atau LED pun ada aturannya.

Aturan tersebut tertuang dalam pasal 48 ayat 3 huruf g Undang - Undang Republik Indonesia No 22/2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam UU yang sama pada pasal 58, juga secara tegas dinyatakan bahwa "Setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan dilarang memasang perlengkapan yang dapat mengganggu keselamatan berlalu lintas."

Pelanggaran terhadap peraturan tersebut bisa menyebabkan pengemudi dihukum pidana kurungan 2 (dua) bulan atau denda maksimal Rp500.000, seperti tertulis pada pasal 279. Ketentuan pada UU 22/2009 mengenai lampu kendaraan tersebut kemudian diperjelas dalam Peraturan Pemerintah No. 55/2012.

Dalam pasal 23 PP 55/2012 tersebut dijelaskan secara terperinci mengenai sistem lampu dan alat pemantul cahaya yang bisa digunakan pada kendaraan. Selengkapnya ada 11 ketentuan mengenai lampu yang bisa digunakan pada kendaraan:

  1. Lampu utama dekat berwarna putih atau kuning muda;
  2. Lampu utama jauh berwarna putih atau kuning muda;
  3. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
  4. Lampu rem berwarna merah;
  5. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda;
  6. Lampu posisi belakang berwarna merah;
  7. Lampu mundur dengan warna putih atau kuning muda kecuali untuk Sepeda Motor;
  8. Lampu penerangan tanda nomor Kendaraan Bermotor di bagian belakang Kendaraan berwarna putih;
  9. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip;
  10. Lampu tanda batas dimensi Kendaraan Bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk Kendaraan Bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang;
  11. Alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang Kendaraan Bermotor.

Jika peraturan tersebut tak diindahkan dan tertangkap aparat berwajib, berdasarkan UU 22/2009 maka beberapa pasal bisa dikenakan kepada sang pengendara, antara lain:

  • Pasal 279 dengan ancaman denda Rp500.000 atau 2 bulan kurungan;
  • Pasal 285 dengan ancaman denda Rp250.000 atau 1 bulan kurungan untuk pengendara sepeda motor dan 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000 untuk pengendara kendaraan beroda empat atau lebih;
  • Pasal 286 dengan ancaman 2 bulan kurungan atau denda Rp500.000.

Pasal, dan potensi hukuman, yang bakal dikenakan tentunya akan bertambah jika lampu kendaraan yang digunakan terbukti menjadi penyebab kecelakaan.

Hal lain yang berkaitan dengan lampu kendaraan adalah maraknya penggunaan lampu HID (high intesity discharge). Lampu jenis ini memang bisa menambah jarak pandang penggunanya pada malam hari, namun sinarnya yang terlalu terang rentan mengganggu pengemudi kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Selain itu, sinar lampu HID tidak dapat menembus tetes air hujan sehingga berbahaya jika digunakan sebagai lampu kendaraan harian.

Kepolisian Republik Indonesia memang tidak secara tegas melarang penggunaan lampu HID di jalan raya. Namun, bila kita mencermati kicauan akun Twitter Korps Lalu Lintas Polri (@korlantas) yang dirangkum Chripstory, mereka cenderung melarang penggunaan lampu depan jenis tersebut.

Intinya, jika penggunaan lampu HID itu melanggar ketentuan pada UU 22/2009 dan PP 55/2012 maka sanksi akan dikenakan pada pengendara tersebut.

SAMPAIKAN KOMENTAR