Modifikasi ala Proper Car, Kenapa Wajib Menjadi Acuan?
17
Jun
0 Comment Share Likes 205 View

Modifikasi mobil telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia otomotif dengan beragam alasan. Perkembangan dunia modifikasi pun selalu mengalami perubahan, begitu pula dengan di Indonesia. Bahkan tren positif dalam melakukan modifikasi di Indonesia juga kemajuan, perubahan yang dilakukan untuk mobil kesayangan menjadi ‘Proper Car’ modifications.

Lalu sebenarnya apa arti dari ‘Proper Car’ dan kenapa harus mengacu pada hal tersebut, padahal telah menentukan konsep atau tema dalam melakukan modifikasi mobil. Pada dasarnya, modifikasi dilakukan demi meningkatkan berbagai aspek atau memang diharuskan melakukan ubahan yang menargetkan mobil semakin lebih baik dan nyaman sehingga dapat dikendarai tanpa khawatir.

Sebenarnya modifikasi muncul disebabkan, rasa tidak puas dari pemilik mobil atau keinginan meningkatkan fungsi sesuai kebutuhan. Mobil pabrikan tentu memiliki batasan pada fiturnya yang tentunya menyesuaikan regulasi dari tiap negara. Regulasi yang dikeluarkan pemerintah tentunya memiliki banyak alasan demi menunjang unsur safety dan lainnya.

Namun secara kebutuhan, terkadang tidak bisa diakomodir oleh para produsen mobil. Contohnya mobil double cabin yang digunakan di area pertambangan, sulitnya medan membuat beragam piranti seperti winch, rollbar hingga mengganti ban dengan yang mumpuni harus dilakukan. Semua dilakukan tanpa melupakan unsur kenyamanan, malah lebih meningkatkan keamanan dan hasil ubahan atau modifikasi tidak berlebihan atau ‘Proper Car’, bukan Ricer.

Proper Car Vs Ricer?

Proper Car adalah modifikasi mobil namun tidak ekstrem atau bahkan sekedar berlebihan yang lebih disebut ‘Ricer’. Bukan melakukan modifikasi yang hanya mengandung unsur ‘kosmetik’, tetapi malah melupakan beragam unsur yang harus tetap dijaga pada sebuah mobil. Faktor kenyamanan, keamanan hingga tetap dapat digunakan harian menjadi penanda modifikasi dengan unsur ‘Proper Car’.

Lalu jika berlebih dalam modifikasi bisa dianggap masuk ke kategori ‘Ricer’ yang memiliki arti Race Inspired Cosmetic Enhancement atau ada yang menyebut Radically Immature Car Enthushiast. Modifikasi ‘Ricer’ merupakan langkah modifikasi mobil tetapi dengan hasil tidak tepat guna sehingga penambahan atau perubahan komponen tidak berfungsi pada mobil.

Modifikasi Demi Kebaikan

Setelah mengetahui tentang perbedaan modifikasi ‘Proper Car’ dan Ricer, selanjutnya para Pria yang punya selera tinggi tentunya lebih memilih modifikasi yang tepat sesuai kebutuhan. Pada dasarnya, setiap Car Enthusiast pasti ingin melakukan modifikasi demi merubah tampilan dengan mengacu aerodinamis hingga meningkatkan performa. Tentunya dengan melakukan modifikasi, mobil akan makin stabil, ringan, aerodinamis meningkat dan dapat dapat melaju lebih cepat.

Memang ada pendapat yang mengatakan bahwa ‘kenapa harus melakukan modifikasi, padahal setiap mobil baru merupakan hasil disain dari Sang Ahli dibidangnya. Hal yang harus diingat adalah beragam regulasi dari setiap negara dan juga mengacu pada harga jual, emisi gas buang, sparepart, garansi hingga keamanan yang telah ditetapkan. Dengan kata lain, setiap produsen mobil memiliki perhitungan tersendiri agar dapat diproduksi secara massal.

Tentunya membuat mobil yang dikeluarkan dari pabrikan memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek. Hal ini yang membuat para Pria yang Berselera Tinggi melakukan ubahan atau modifikasi mobil kesayangan demi meningkatkan unsur kenyamanan, keamanan dan pastinya Style.

Bahkan dengan melakukan modifikasi yang Proper dapat meningkatkan nilai sebuah mobil. Sebagai salah satu contoh, mobil BMW M3 yang naik nilainya menjadi lebih dari 1 Milyar seperti dalam artikel Modif Ala DTM, BMW M3 dibanderol 1,2 M. Dengan kata lain, jika melakukan modifikasi harus dapat membuat sebuah mobil memperlihatkan jati diri atau karakter yang menjadi identitas bagi pemiliknya.

Maksudnya, setiap individu tentunya memiliki perbedaan dalam kebutuhan hingga kesukaan atau hobi. Jadi kebutuhan yang sangat spesifik akan sulit diperoleh dari mobil yang dibeli tanpa mengalami sentuhan tambahan. Menambahkan decal atau livery pun bisa dianggap modifikasi, tetapi jika berlebihan pada mobil harian tentunya menjadi ‘Norak’.

Melalui hobi atau ketertarikan akan sesuai dapat menjadi modal dalam melakukan modifikasi pada mobil kesayangan. Tetapi juga bisa terpengaruh oleh kebutuhan, seperti pada artikel di atas yang membutuhkan mobil khusus demi melibas medan berat. Modifikasi pun dapat dianggap bagian dari sebuah hobi, gemar melakukan utak – atik  kerap dilakukan Car Enthusiast.

Tuner Acuan Modifikator

Keinginan melakukan modifikasi dengan mengacu pada ‘Tuner’ dunia tentunya bukan hal aneh lagi, negara sebagai asal para tuner pun kerap menjadi pengaruh besar dalam sebuah hasil modifikasi. Tuner adalah mereka yang menggeluti dunia modifikasi dengan tujuan meningkatkan tampilan, kenyamanan, keamanan dan performa sebuah mobil atau kendaraan.

Para Tuner dipastikan melakukan modifikasi sesuai dengan kebutuhan dengan acuan meningkatkan sesuatu yang menjadi target mereka. Contohnya dalam memasang body kit seperti spoiler, tujuannya tentu ingin menambah downforce mobil sehingga bukan hanya untuk kosmetik belaka.

Cukup banyak Tuner di dunia, termasuk di Indonesia yang tidak kalah kemampuannya. Jadi beragam acuan dalam melakukan modifikasi yang proper dapat diperoleh dengan mudah. Namun yang harus diperhatikan adalah material atau bahan baku agar tidak mengalami rugi hanya karena tidak menggunakan bahan yang tepat.

Restorasi is Modification ?

Begitu pula bagi yang ingin mengembalikan kemampuannya hingga meningkatkan performa dari sebuah mobil lama menjadi tampil lebih elegan atau mewah. Dengan mobil lama, beragam tema pun dapat disesuaikan sesuai dengan karakter sang pemilik. Namun tentunya gaya yang tetap menjaga original lebih sering dilakukan.

Sebuah langkah yang sangat wajar dilakukan, namun terkadang tidak banyak komponen atau spare part yang masih tersedia sehingga melakukan kostum pada bagian tersebut harus dilakukan. Pada saat tersebut, beragam ide bermunculan, walau tetap mengacu pada unsur penyesuaian kebutuhan. Bahkan nyaris seluruh bagian sebuah mobil lama harus mengalami restorasi.

Semakin detail melakukan restorasi dan modifikasi, hasilnya tentunya akan memiliki nilai tersendiri. Terlebih jika mobil yang menjadi ‘bahan’ merupakan mobil dengan nilai sentimental tinggi atau rare item seperti halnya Land Rover Defender yang telah mendapat sentuhan sehingga menjadi sebuah karya menawan.  

Jadi, memodifikasi mobil yang proper seharusnya memang menjadi sebuah kewajiban bagi Para Pria Berselera. Hal ini akan membuat estetika dapat berjalan berdampingan dengan kenyamanan dan keamanan sehingga tidak membahayakan bagi orang disekitarnya.

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR