Mesin Diesel Modern Jangan Diisi Solar Kualitas Rendah, Bahaya!
17
Jun
0 Comment Share Likes 145 View

Banyak pertanyaan yang sering dilontarkan kepada saya,"Apakah aman mobil Diesel modern diberi solar kualitas rendah?". Pertanyaan seperti ini sangat sering kali saya temui dan terkadang cukup sulit untuk menjawabnya. Sebenarnya mobil Diesel modern masih dapat dipaksa menenggak solar berkualitas rendah.

Tetapi dengan catatan, Anda harus siap dengan segala konsekuensi yang akan Anda terima. Hal terburuk yang akan Anda dapatkan adalah menurunnya performa mesin. “Hal itu dikarenakan filter solar akan jauh lebih cepat kotor dan harus sering diganti. Kalau dipaksakan, mobil bisa rusak mesinnya,” buka Ragung dari Garasi Cinere.



Pasalnya, solar berkualitas rendah memiliki kadar air dan sulfur yang cukup tinggi. Hal ini dapat membuat injector pada commonrail menjadi tersumbat. "Ini yang bahaya kalau didiamkan. Pembakaran tidak sempurna dan nantinya akan muncul gejala brebet atau mesin menjadi ngelitik. Kalau sudah begini, tinggal menunggu waktu masuk bengkel saja," paparnya.

Setelah perjalanan mudik, para pengguna mobil Diesel biasanya kerap menggunakan bahan bakar solar berkualitas rendah. Hal ini disebabkan karena bahan bakar solar kualitas bagus umumnya hanya dijumpai di kota-kota besar dan cukup sulit di daerah pedalaman. Ini yang menjadi salah satu masalah yang kerap dialami pada saat melakukan perjalanan mudik.

"Kualitas yang kurang baik akan membuat filter solar lebih sering menyaring sulfur dan kandungan air yang terdapat di dalam bahan bakar diesel," tambah Apin, pemilik bengkel spesialis Pelita Mitsubishi. Bila tidak diganti kondisi ini menimbulkan asap hitam dari knalpot yang umumnya terjadi di mobil diesel.

Sulfur yang terkandung dalam bahan bakar ikut masuk ke dalam ruang pembakaran yang menyebabkan kerak serta asap hitam. Untuk mobil diesel modern yang sudah menggunakan common rail cenderung lebih sensitif, injector pada mesin rawan mampet. "Kalau mampet pembakaran tidak sempurna dan akan muncul gejala brebet atau knocking," lanjut Apin.



Risiko terparahnya jika dibiarkan, komponen fuel injector pump yang menyuplai bahan bakar ke injector bisa jebol. Lain lagi dengan para pengguna yang menambahkan zat aditif. Banyak para pengguna mobil bermesin Diesel modern kerap menambahkan zat aditif. Zat aditif ini biasanya berupa cairan yang dicampurkan ke dalam bahan bakar. Apakah hal ini dapat membantu? Ragung menambahkan jika hal ini sebenarnya hanya sedikit membantu.

"Nah, banyak juga yang menambahkan zat aditif seperti ini. Kalau ditanya dianjurkan atau tidak, jawabannya sebenarnya boleh-boleh saja dipakai. Tetapi harus ingat, zat aditif ini sifatnya tidak bisa mengubah 100% kadar cetane (kandungan bahan bakar Diesel). Tidak membantu banyak, tetapi kalau bisa mobil Diesel modern pakai bahan bakarnya ya yang berkualitas saja,” terangnya.

SAMPAIKAN KOMENTAR