Merawat Radiator Mobil Rusak Lebih Baik Daripada Memperbaikinya
25
Aug
0 Comment Share Likes 230 View

Radiator merupakan bagian yang penting pada sebuah mobil. Nyatanya, tidak sedikit juga yang belum mengetahui bagaimana caranya menangani radiator mobil yang rusak. Radiator adalah salah satu komponen yang berfungsi sebagai pendingin mesin. Komponen kotak dengan ruas pendingin pada dindingnya ini mampu menghasilkan udara dingin sehingga menjaga suhu mesin tetap rendah. Mesin mobil sejatinya memang membutuhkan tingkat suhu yang stabil. Namun, jika salah radiator rusak, cukup bisa menjadi momok menakutkan bagi pemilik mobil, loh.

Temperatur mesin yang panas akibat radiator rusak bisa membuat mobil overheat. Nah, kalau sudah overheat, mobil tentu bisa mati hingga mesin benar-benar dingin untuk bisa dinyalakan lagi. Kerusakan sistem pendinginan pada radiator pun bisa merusak sistem pada mesin. Mesin yang sudah pernah overheat tentu akan menurun performanya.

Belum lagi kalau salah dalam penanggulangannya, radiator mobil akan bisa cepat rusak dalam hitungan bulan.

Lalu, apa saja ciri dari radiator mobil yang rusak? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Tak perlu khawatir, radiator mobil yang rusak bisa diatasi dengan cara yang cukup mudah. Salah satu caranya adalah mulai dari pencegahan berupa perawatan radiator itu sendiri.

Merawat Radiator Mobil Itu Simpel

Perawatan simpel dan mudah yang bisa dilakukan adalah rajin mengecek air radiator. Air radiator idealnya wajib diperiksa sebelum mulai mengendarai mobilnya, terutama sebelum menempuh perjalanan jarak jauh. Periksalah bagian-bagian selang, masukan dan keluaran dari radiator mobil Mas Bro sekalian. Periksa, apakah ada kebocoran pada mobil kesayanganmu atau tidak. Buka tutup radiator dan cek apakah air di dalam radiator berkurang atau tidak. Jika kurang, tambahkan air coolant atau bisa dengan air biasa.

Hmm, sebelum mengulasnya lebih jauh, ada baiknya jika Mas Bro juga mengisi air radiator dengan air coolant. Air coolant memiliki tingkat didih yang lebih rendah dibandingkan dengan air biasa. Air coolant pun bisa memberikan pendinginan yang optimal pada radiator mobil Mas Bro. Kembali ke sebelumnya, kalau sudah memeriksa bagian utama radiator mobil, bisa periksa juga ke bagian tabung air cadangan. Tabung air cadangan atau reservoir ini juga wajib mendapatkan perhatian.

Periksa sekeliling bagian dari radiator ini. Jika sudah ditemui ada beberapa karat, usahakan langsung dibawa ke tempat servis. Servislah radiator beberapa bulan sekali agar selalu terjaga performanya. Tenang, biaya servis radiator juga tidak seberapa, kok.

Mengecek tutup radiator juga dapat menjadi salah satu cara mencegah kerusakan radiator mobil. Tutup radiator mobil terdapat karet-karet yang menjaga agar air tidak merembes keluar. Karet ini bisa saja getas dan rusak jika terlalu lama terkena air yang panas. Oleh sebab itu, sebaiknya periksa bagian tutup radiator secara berkala. Periksa juga apakah seal nya masih kenyal atau tidak. Kalau sudah rusak, terpaksa Mas bro harus menggantinya dengan yang baru.

 

Hal terakhir yang bisa Pria Intersport lakukan adalah memeriksa kipas atau extra fan yang berfungsi untuk mendinginkan mesin. Pada mesin mobil, kipas radiator berguna untuk menghindari mesin dari overheating atau kepanasan. Kipas pendingin bisa bekerja secara otomatis setiap kali mesin berada pada suhu kerja yang sesungguhnya. Jadi, Mas bro bisa memastikan kipas pendingin ini bekerja atau tidak dengan melihat putaran kipasnya.

Deteksi Kerusakan Radiator

Mendeteksi kerusakan radiator mobil biasanya ada beberapa cara. Radiator mobil terdiri dari beberapa bahan yang sering digunakan. Ada yang dari bahan besi dan dari bahan aluminium. Kedua bahan tersebut mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing. Setiap radiator pastinya terdapat selang karet untuk mengalirkan air. Periksalah setiap selang-selang yang ada dari bagian radiator ini. Segeralah menggantinya jika ada yang terdeteksi getas atau bocor.

Selain itu, cek juga bagian klem yang mengikat selang karet radiator tersebut. Banyak kasus klem yang mengikat karet ini sudah mulai rusak atau bahkan beberapa ada yang hilang. Penyebab lain dari rusaknya radiator mobil adalah usia pakainya. Radiator juga merupakan salah satu komponen slow moving yang harus diganti. Untuk radiator sendiri, usia ekonomisnya antara 4 hingga 5 tahunan. Setelah masa usia pakai tersebut berakhir, jangan heran kalau dinding radiator mulai terkikis secara perlahan. Akibatnya radiator mobil akan mengalami keretakan dan kebocoran hingga menjadi rusak.

Selain faktor di atas, ada juga faktor lain yang membuat radiator mobil rusak. Tersumbatnya saluran keluaran juga akan membikin radiator mobil rusak. Debu dan kotoran bisa menjadi faktor rusaknya radiator. Lama-lama, debu dan kotoran akan menumpuk dan menggumpal di dalam radiator, sehingga menghambat masuknya air ke bagian mesin mobil. Tersumbatnya saluran output dapat menyebabkan pecahnya kepala radiator, air merembes ke komponen lainnya, dan radiator meledak.

Oleh karena itu, Mas Bro perlu memeriksa bagian radiator secara berkala. Periksalah bagian radiator setiap 40.000 km sekali. Karena pada jarak inilah air radiator mulai penuh dan butuh mendapatkan pemeriksaan. Kalau bingung, lakukan saja servis radiator setiap 6 bulan sekali.

 

 

 

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR