Menguak Fakta Mengenai Oli Sintetik

Menguak Fakta Mengenai Oli Sintetik

11Jun
INTERSPORT.ID ON 11 June 2018
INTERSPORT.ID ON 11 Jun 2018

Oli mesin yang ada di pasaran terdiri atas dua macam yaitu oli mineral dan oli sintetik. Oli mineral merupakan oli konvensional yang dibuat dengan cara pengolahan minyak mentah yang standar. Sedangkan oli sintetik merupakan oli modifikasi dari oli mineral sehingga mengalami perubahan baik sifat fisik maupun kimianya. Berikut beberapa fakta mengenai oli sintetik yang perlu diketahui agar tidak salah pemahaman mengenai oli sintetik tersebut

Oli Sintetik Juga Berasal dari Minyak Bumi

Seperti halnya oli mineral, oli sintetik juga berasal dari minyak bumi. Minyak bumi terdiri atas beberapa fraksi tergantung panjangnya rantai hidrokarbon. Minyak bumi yang memiliki rantai karbon dengan panjang C31 hingga C40 merupakan minyak bumi yang bisa diolah menjadi pelumas termasuk oli mobil.

Menguak Fakta Mengenai Oli Sintetik

Image source: https://totachi.com/

Yang membuat oli sintetik berbeda dari oli mineral meskipun asalnya sama-sama dari minyak bumi adalah proses pengolahannya. Sebelum menjadi oli, minyak bumi diolah terlebih dahulu menjadi base oil. Proses pengolahan pada oli sintetik lebih rumit dan juga lebih panjang dibandingkan oli mineral biasa untuk memperoleh oli dengan kualitas yang lebih baik. Setelah menjadi base oil, base oil ditambahkan zat aditif untuk memperoleh sifat tertentu yang dibutuhkan pada oli.

Oli Sintetik Memiliki Ukuran Molekul yang Seragam

Oli terdiri atas banyak sekali molekul-molekul. Pada oli sintetik, molekul tersebut dibuat agar ukurannya sama sehingga bisa melumasi mesin dengan lebih baik. Jika ukuran molekul sama, pastinya oli bisa menjangkau celah-celah terkecil secara merata yang artinya pelumasannya lebih rata juga. Pelumas dengan ukuran molekul yang homogen seperti pada oli sintetik ini sangat cocok digunakan untuk mesin-mesin baru seperti contohnya adalah mesin turbo karena celah antar mesin yang lebih presisi.

Menguak Fakta Mengenai Oli Sintetik

Image source: https://st.hotrod.com/

Lebih Ramah Lingkungan

Jika dibandingkan dengan oli mineral, tentu saja oli sintetik lebih ramah lingkungan. Oli sintetik bisa mengurangi emisi mesin bila dibandingkan dengan oli mineral. Oli mineral mengandung zat pengotor seperti sulfur dan hidrokarbon yang reaktif serta tidak stabil. Keberadaan zat pengotor ini tidak bisa dihilangkan sepenuhnya dengan metode pengolahan oli mineral. Pada oli sintetik, zat pengotor sudah hilang sehingga tentu saja oli lebih bersih dan emisinya juga lebih sedikit.

Membuat Mesin Lebih Awet

Ketika pertama kali mesin mobil dinyalakan, oli sintetik tidak memerlukan waktu untuk bersirkulasi dalam sistem mesin sehingga mesin langsung dilumasi saat menyala. Jika oli harus bersirkulasi terlebih dahulu artinya ada bagian mesin yang bergerak tanpa adanya pelumasan. Hal ini bisa membuat mesin cepat aus. Tak hanya itu, oli sintetik bisa bekerja dengan lebih cepat sehingga puncak efisiensi mesin bisa dicapai dengan lebih cepat juga.

Oli Sintetik Lebih Stabil

Jika dibandingkan dengan oli mineral biasa, tentu saja oli sintetik sifatnya lebih stabil karena memang pembuatan oli sintetik ini ditujukan untuk memodifikasi sifat pelumas yang sebelumnya sudah ada pada oli mineral. Sifat oli dikembangkan dan ditambahkan agar makin sesuai dengan kebutuhan mesin.

Menguak Fakta Mengenai Oli Sintetik

Image source: https://www.youtube.com/

Oli sintetik memiliki viskositas atau kekentalan yang lebih stabil. Viskositas akan menurun ketika suhu tinggi. Oli bekerja pada mesin yang terus menerus bergerak. Gesekan ini menimbulkan kenaikan suhu yang bisa membuat viskositas oli berkurang. Akibat jika viskositas oli ini berkurang adalah tidak optimalnya pelumasan pada mesin karena oli menjadi mudah lepas dari dinding mesin.

Tak hanya viskositas yang berubah ketika suhu berubah. Aliran oli juga bisa berubah karena perubahan suhu. Ketika oli berada pada suhu yang rendah, maka alirannya akan semakin lambat. Pada oli sintetik, aliran oli yang biasanya diukur dalam bentuk pour point menjadi lebih stabil juga.

Meski banyak keuntungan dalam penggunaan oli sintetik, oli sintetik ini harganya bisa dibilang mahal. Tentu saja hal ini sebanding dengan kualitasnya.

Cover image source: http://lubetechblog.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN