Mengetahui Tentang Kabel Pada Mobil
08
Jun
0 Comment Share Likes 137 View

Kabel dalam mobil dapat dikatakan sebagai urat nadi, salah satu terkendala malah dapat membuat organ atau sistem pada mobil tidak jalan. Bahkan kabel yang sudah termakan usia pun dapat berakibat mobil mati mendadak atau malah berujung kebakaran. Terlebih asal melakukan penggantian, memodifikasi atau sekedar menambahkan piranti tambahan pada mobil seperti lampu tembak dan lainnya.

Kerusakan yang diakibatkan kabel pun juga cukup sulit ditangani, bagi mekanik dalam mencari kerusakan kabel seperti mencari jarum dalam jerami. Bahkan ada yang mengatakan lebih mudah mengatasi mesin mobil yang rusak. Kendala pada kabel membuat mekanik harus mengurut setiap komponen demi mengetahui letak masalahnya.

Terlebih kabel pada mobil biasanya tersimpan rapi, cukup sulit mengetahui kerusakan atau memang usia dari kabel sebagai penyebabnya. Untuk mobil yang telah berusia, memang isolator atau pembukus kabel memiliki batas usia. Jika isolator telah getas, tentunya korslet sangat mungkin terjadi dan berujung kebakaran.

Untuk mobil yang telah berusia, restorasi kabel menjadi solusinya. Namun yang harus dipastikan adalah kabel – kabel yang digunakan harus sesuai dengan kebutuhan atau minimal seperti standarnya. Begitu pula bila ingin melakukan memodifikasi sistem elektrik (audio, lampu dan piranti kelistrikan).

Dalam memodifikasi, pastikan kabel yang digunakan wajib memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan dari piranti yang akan dipasangkan. Bukan hanya ingin memaksimalkan hasil modifikasi tetapi juga lebih menjaga keamanan. Jadi jangan pernah melakukan jumper – jumper pada kabel karena sangat membahayakan karena penambahan daya yang lebih besar pada kabel standar yang kita pakai.

Namun sebelum melakukan pergantian secara total, ada baiknya mengenal jenis kabel agar tidak mengalami kendala saat berkendara. Memang paling mudah hanya menyerahkan ke sang ‘ahli’, tapi tidak ada salahnya para Pria Intersport mengetahui tentang kabel – kabel mobil.

 

Warna kabel


Banyaknya kabel  yang digunakan pada mobil, tentu menyulitkan saat mencari kendala keitka mencari sumber masalahnya. Hal ini membuat kabel memiliki warna yang berbeda-beda. Ukurannya pun tergantung dengan kebutuhan atau besarnya arus yang akan melalui. Jadi warna kabel bertujuan bagi sang mekanik agar lebih mudah dalam mengukur, memeriksa hingga merangkai kabel dari setiap komponen kelistrikan.

Pada dasarnya, warna kabel - kabel pada mobil hanya terbagi menjadi 2 (dua) jenis yaitu, kabel dengan satu warna dan kabel dengan lebih dua warna (dengan ciri – ciri yang masih bisa dibedakan juga).

 

Jenis – jenis kabel pada mobil

Pada dasarnya, kabel pada mobil terbagi dalam beberapa jenis. Setiap jenis kabel tersebut tentu memiliki fungsi serta peranannya masing-masing. Adapun jenis-jenis kabel mobil tersebut diantaranya adalah:

 

Kabel Power atau strum

Kabel strum tetapi lebih banyak yang menyebutnya kabel power. Fungsi dari kabel power adalah untuk mensuplai daya dari Accu atau aki sesuai kebutuhan dari berbagai komponen setiap mobil. Mulai dari mesin mobil, AC, perangkat audio, sensor, lampu dan lain sebagainya. Tanpa adanya kabel power, maka daya atau tegangan listrik dari aki tidak dapat disalurkan pada komponen-komponen tersebut termasuk juga pada mesin. Oleh sebab itu tidak mengherankan jika mobil bisa saja mogok di tengah jalan akibat kabel power yang bermasalah. 

 

Kabel Digital

Kabel ini memiliki tugas khusus untuk mengalirkan arus sinyal digital seperti indikator lampu pada dashboard, indikator bensin, power window, dan sinyal dari CD player (jika masih menggunakan) yang nantinya akan diubah menjadi signal analog melalui DAC sebelum kemudian diubah kembali menjadi suara pada speaker. Biasanya panjang dari kabel digital ini tidak lebih dari 2 meter karena jika kabel digital lebih dari 2 meter, maka kualitas signal yang dibawanya tidak terlalu bagus.

Kabel digital juga tersedia dalam satu kabel yang dapat menggabungkan beberapa fungsi kabel menjadi satu atau di sebut kabel interconnect. Kabel ini dapat membawa signal analog yang akan disalurkan pada berbagai komponen elektronik pada mobil seperti halnya audio player, AC, sensor bahan bakar, dan lain sebagainya. 

 

Kabel Speaker (audio)

Sesuai dengan namanya, kabel speaker tentu saja hanya digunakan untuk menghubungkan speaker pada mobil dengan amplifier serta head unit. Karena speaker menggunakan signal arus kuat, maka ukuran kabelnya sedikit lebih besar dari kabel digital dan juga kabel interconnect. 

 

Kabel Ground

Jenis kabel ini memiliki peranan sangat penting pada mobil. Kabel ground berfungsi untuk mengalirkan listrik berlebih pada bodi mobil sehingga bodi mobil memiliki masa atau negatif ground. 

Kabel ini sangat memerlukan perawatan khusus karena kabel ini cukup rawan sekali terkena korosi dan juga oksidasi karena letaknya yang bersentuhan langsung dengan bodi mobil. Pemilik mobil diwajibkan rajin dalam memeriksa kondisi dari kabel ground, kotoran yang terkena dapat membuat bagian kepala kabel cepat terkena korosi atau berkarat.

Bila telah berkarat dapat berimbas pada aliran masa listrik yang tidak bisa disalurkan secara sempurna pada body mobil. Saat saluran listrik tidak sempurna, tentunya sistem kelistrikan mobil menjadi terganggu. Sistem kelistrikan yang terganggu dapat berakibat mobil mungkin mengalami kendala atau mogok dan yang terparahnya, jika terjadi konsleting berujung mobil terbakar.

 

Sistem Kelistrikan

Pada dasarnya sistem kelistrikan pada kendaraan terbagi menjadi dua, yaitu kelistrikan bodi dan kelistrikan mesin. Dengan kata lain, semakin banyak komponen kelistrikan yang digunakan maka jumlah konsumsi kabel menjadi lebih banyak. Semakin banyaknya kabel, tentu berat total dari kabel akan meningkat.

Padahal, rata – rata setiap mobil telah mengunakan kabel mencapai berat 50 kilogram. Konsumsi kabel berlebih dapat berimbas negatif pada jumlah bahan bakar yang digunakan, memang tidak signifikan tetap wajib diperhatikan oleh sang pemilik atau modifikator.

Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu teknologi yang digunakan oleh pabrikan yaitu teknologi MCS (MultiFlex Comunication System). Teknologi ini adalah suatu komunikasi yang mengirim  atau menerima dua data atau lebih menggunakan satu jalur komunikasi dan bekerja bedasarkan frekuensi.

Keuntungan teknologi MCS pada kendaraan, selain mengurangi jumlah pemakaian kabel konvesional juga dapat mengurangi jumlah komponen, seperti swicth, sensor dan actuator. Menggunakan teknologi, maka satu kabel bisa digunakan untuk komunikasi atau mengatur beberapa komponen kelistrikan berdasarkan frequensinya masing-masing.

Bagaimana para Pria Intersport, pastikan kabel yang digunakan sesuai atau malah ingin beralih ke teknologi MultiFlex Comunication System?

 

SAMPAIKAN KOMENTAR