Mengetahui Arti Kode-Kode pada Pelek
17
Sep
2019
0 Comment Share Likes 329 View

Boleh dibilang, pelek merupakan salah satu bagian vital untuk sebuah kendaraan, khususnya mobil. Selain fungsinya yang cukup penting,, pelek juga menjadi salah satu bagian yang kerap dimodifikasi. Bahkan banyak yang setuju kalau mengganti pelek merupakan langkah instan mendongkrak penampilan eksterior. Nah, agar penampilan mobil jadi semakin menarik, perhitungkan dulu ukurannya maupun modelnya.

Seperti yang dikatakan barusan, pelek juga merupakan bagian paling awal yang cukup sering diubah ketika modifikasi eksterior. Proses penggantian pelek ternyata juga harus dilakukan dengan cermat, agar tidak salah pilih dan bisa sesuai dengan spesifikasi mobil.

Nah, untuk mengetahui pelek yang proper, ada kode-kode yang perlu dipahami. Misalnya, kita ambil contoh pada sebuah pelek tertera tulisan 8-JJx17 H2 4x114.3 ET35. Apa artinya? Yuk simak penjelasannya.

 

Lebar Pelek

Angka 8 menunjukan lebar pelek (inci).

Angka pertama pada kode tersebut menunjukkan lebar dari sebuah pelek, biasanya dalam ukuran inci. Semakin besar angkanya, maka akan semakin lebar juga peleknya.

Biasanya, lebar ukuran pelek yang umum ditemukan di pasaran mulai dari 5 hingga 9,5 inci, meskipun ada juga yang lebih lebar lagi.

 

Flens

JJ merupakan tanda pinggir yang sesuai standar JIS.

Pelek dengan tanda kode 'J' dan 'JJ' bentuknya hampir sama, tetapi tinggi (jarak) flens dari tempat dudukan ban sedikit berbeda. Tinggi flens pelek 'J' adalah 17,5 mm sedangkan untuk pelek 'JJ' adalah 18 mm.

Pada umumnya bentuk flens 'J' digunakan pada pelek berdiameter sampai 15 inci, sedangkan untuk yang diameternya lebih besar cenderung digunakan bentuk 'JJ'. Hal ini karena bentuk 'JJ' lebih tinggi, sehingga tidak membuat ban mudah lepas.

 

Diameter Pelek

Angka 17 menunjukan diameter pelek (inci).

Angka berikutnya menunjukkan ukuran diameter sebuah pelek. Biasanya menggunakan satuan inci. Ukuran diameter atau yang umum dikenal dengan Ring tersebut akan berbeda-beda antara setiap mobilnya. Umumnya antara 14 – 22 inci.

 

Model Hump

Kode H2 menunjukan model hump yang diadopsi pelek tersebut.

Kode H2 pada pelek menunjukkan model hump atau bagian cekungan pelek, yang berfungsi sebagai dudukan bead dari ban guna mencegah ban bergeser saat mobil melaju.

 

Jumlah Baut

Angka 4 menunjukan jumlah lubang baut pada pelek tersebut.

Lubang baut pada pelek bisa berbeda-beda jumlahnya. Ada yang 3, 4, bahkan lima.

 

PCD

Angka 114.3 menunjukan Pitch Circle Diameter (PCD) lubang baut (mm)

Angka selanjutnya yakni 114.3 menunjukan ukuran pitch circle diameter (PCD). Jadi PCD itu diameter lingkaran antar jarak lubang baut. Ukuran diameternya sendiri memiliki satuan milimeter (mm).

 

Bila tertera angka 4x114.3 berarti pelek tersebut memiliki 4 buah lubang baut dan ukuran PCD-nya 114.3.

 

Offset

ET35 menunjukan jumlah offset sebanyak 35 mm.

ET merupakan singkatan dari bahasa Jerman Einpresstieffe sebagai penunjuk kedalaman sebuah pelek. ET atau yang lazim disebut offset, berkaitan dengan seberapa besar tekukan penampang atau permukaan tengah pelek ke luar maupun ke dalam.

 

Pada umumnya, offset digambarkan dengan angka. Semakin kecil angkanya, atau mendekati nol, maka penampang tengah pelek makin celong ke dalam. Akibatnya pelek jadi punya bibir yang lebar.

 

Jadi jika ada pelek ber-offset 25 dan 35 mm, maka yang berangka terkecil, mempunyai luas penampang bibir luar peleknya besar. Sehingga kalau dipasang, pelek jadi makin keluar fender.

 

Sebaliknya, makin besar angkanya atau menjauhi angka nol, maka penampang tengahnya makin keluar dari bibir pelek.

 

Kode JWL pada Pelek Keluaran Jepang

 

Masih soal seputaran kode pelek yang lazim ditemukan. Namun kini akan lebih spesifik ke produk keluaran Jepang. Ya, pelek keluaran Jepang sering juga ditemui kode JWL dan ViA yang dicetak emboss. Tapi kayaknya buat Mas Bro sebagai “anak JDM” pasti sudah paham.

Kode JWL merupakan singkatan dari Japan Light Alloy Wheel. Kode ini menandakan standarisasi keselamatan untuk mobil penumpang khusus bagian pelek. Ya, bisa dibilang SNI-nya Jepang lah. Di Jepang, Kementerian Pertahanan, Infrastruktur, dan Transportasi Jepang membuat ketetapan bahwa setiap pelek aluminium untuk mobil penumpang yang dijual di Jepang harus menggunakan tanda ini.

 

Setiap pelek aluminium yang lolos serangkaian tes terkait standar keselamatan di Jepang akan dicap emboss dan mendapat sertifikasi khusus. Rangkaian tesnya ada tiga, mulai dari Drum Endurance Test, Radial Load Fatigue Test, dan Impact Test.

Dari JWL juga ada lagi kode lainnya, seperti JWL-T dan JWL+R. Untuk JWL-T, merupakan standar yang diterapkan untuk truk dan bus. Lalu JWL+R, adalah spesifikasi yang lebih tinggi lagi dari JWL. Misalnya, pada JWL dilakukan Drum Endurance Test sebanyak 500.000 putaran, maka pada JWL+R menjadi 1.000.000 putaran. JWL+R juga terbagi lagi menjadi dua, yakni JWL+R Spec 1 dan JWL+R Spec 2. Spec 1 merupakan tes untuk pelek casting, sementara Spec 2 untuk tes pelek forged.

Selain JWL, ada juga kode VIA (Vehicle Inspection Association). VIA merupakan lembaga yang memverifikasi bahwa sebuah pelek telah memenuhi persyaratan JWL atau JWL-T. VIA pun yang berhak mengeluarkan izin untuk produk-produk bermarka VIA hanya jika produk tersebut lolos tes kualitas.

 

Biasanya, pada pelek lansiran Jepang juga terdapat stiker yang bertuliskan JAWA. JAWA sendiri merupakan singkatan dari Javanese Allow Wheels Association, lambang dari asosiasi pada produsen pelek. JAWA menandakan bahwa pelek berstiker ini merupakan hasil produksi perusahaan Jepang yang kompeten karena selain sesuai standar keselamatan, JAWA juga mendukung mengenai kekayaan intelektual dari merek dan desain (orisinalitas), serta pendaur ulangan. Pengembangan standar JWL dan VIA sendiri tidak lepas dari riset JAWA sendiri, Mas Bro.

Itu tadi ulasan mengenai kode-kode yang sering dijumpai pada pelek. Pastikan menggunakan pelek yang tepat ya saat memodifikasi mobil Mas Bro, biar proper.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR