Mengenal LSD Untuk Mobil
25
Oct
2019
1 Comment Share Likes 170 View

Mas Bro tidak asing dengan istilah LSD? LSD merupakan kependekan dari Limited Slip Differential. Piranti ini memiliki banyak kelebihan dibanding tipe Differential standar. Jadi sebelum membahas lebih dalam LSD  atau Limited Slip Differential ada baiknya kita membahas Differential standar atau mungkin lebih dikenal dengan nama gardan. Fungsi dari Gardan adalah menyalurkan keluaran tenaga dari mesin menjadi pergerakan terhadap mobil, dan berfungsi untuk menggerakan kedua roda hasil dari putaran mesin yang di transfer melalu Gearbox, ke kopel, lalu ke gardan. Lalu apa bedanya LSD dengan Gardan standar? Nah, kali ini kita akan bahas supaya Mas Bro tidak bingung lagi. Langsung saja disimak!

 

PERBEDAAN LSD DAN GARDAN

Ada beberapa perbedaan mendasar di antara LSD dan gardan standar. Perbedaannya adalah gardan standar atau open cenderung memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam mengendara karena kedua rodanya pun tidak selalu berputar satu arah. Ada kondisi-kondisi tertentu dimana salah satu roda menjadi pivot point untuk melakukan tikungan. Gardan open juga lebih menyalurkan tenaganya ke salah satu roda yang sedang tidak terkena beban, misalkan salah satu roda sedang terangkat, terkena lubang, lumpur, atau becek  hasilnya hanya roda yang tidak bersentuhan dengan tanah yang berputar dan mobil pun tidak bisa bergerak dibutuhkan beban yang hampir sama kepada 2 roda untuk berputar seirama, sehingga Gardan standar tidak bisa memenuhi aktivitas ekstrim seperti offroad, balap, atau jalan-jalan ekstrim lainya.

LSD ini paling sering ditemukan pada mobil Jeep, karena LSD adalah komponen dari gardan untuk mengunci as roda pada saat mobil melewati medan yang licin seperti lumpur atau bebatuan. Jadi ketika mobil melewati medan yang licin, distribusi tenaga tidak hanya pada salah satu sisi roda tertentu. Umumnya mobil yang tanpa menggunakan LSD pada saat melewati jalan licin, salah satu roda berputar dan roda lainnya berhenti.

 

TIPE-TIPE LSD

LSD tersedia dalam berbagai tipe, yaitu visco dan clutch pack. Untuk tipe Visco, LSD ini menggunakan tekanan oli untuk mengunci kedua roda untuk berputar bersamaan, jadi pada saat menginjak gas dan RPM tertentu barulah terkunci kedua roda. Kekurangan dari Tipe Visco adalah konsistensi yang tidak terjaga jadi ada moment diamana tiba-tiba tekanan oli berkurang dan membuat roda tidak terkunci.

Untuk tipe Clutch pack sudah pasti konsistensi yang selalu terjaga hingga plat LSD memang sudah habis, mirip seperti plat kopling. Tipe clutch pack sendiri terbagi menjadi 3 bagian, yaitu 1 way, 1,5 way, dan 2 way.

Tipe 1 Way adalah tipe yang hanya mengunci pada saat akselerasi, dan pada saat deselerasi (angkat gas atau rem), tipe ini aka bekerja seperti Gardan open atau standar, karena tipe ini adalah basic dari performance parts tetapi masih memumpuni untuk kenyamanan harian juga, jadi pada saat akselerasi tipe ini memberikan respon yang signifikan di banding gardan open, tetapi pada saat deselerasi tipe ini memberikan safety dan juga kenyamanan menghindari roda untuk berputar bersamaan yang akhirnya bisa membuat hilang kendali oversteer untu RWD, Understeer untuk FWD. Tipe ini juga memberikan balance pada saat pengereman, cara kerja mekanismenya pun mudah pada saat akselerasi pinion shaft akan memberikan pressure ring tekanan seingga clutch pack tertekan, begitu deselerasi pinion shaft akan bergerak berlawanan membuat pressure ring tidak tertekan.

Untuk cara kerja akselerasi, tipe 1,5 way hampir sama seperti 1 way. Bedanya, pada saat deselerasi terdapat sedikit tekanan pada pressure ring yang membuat kedua roda terkunci bergerak seirama tetapi persentasi nya tidak sebesar dengan akselerasi jadi masih ada sedikit faktor safety dan juga masih sedikit mempermudah dalam berkendara. Tipe ini cocok untuk circuit racing karena akan membantu stabilitas pada saaat pengeraman dan juga engine brake tetapi masih memberikan respon yang diperlukan kedua roda.

Lalu tipe 2 way adalah pilihan ultimate dari setiap LSD. Sistem ini bekerja dengan mengunci kedua roda. Tipe ini bergerak seirama pada saat akselerasi dan juga deselerasi. Perbandingannya pun dapat diatur oleh plat-plat LSD yang digunakan. Rasionya bisa 60:40 (akselerasi : deselrasi). Tipe ini sangat di gemari untuk Rally dan jug Drifting karena dalam kondisi apapun memberikan respon yang sangat instan, tetapi penggunanya pun sangat tidak nyaman dibanding Gardan open, karena bila kita berbelok di kecepatan rendah atau saat akan memarkir mobil akan terasa sedikit getaran dan juga bunyi-bunyi ala mobil balap yang bisa dibilang sedikit menggaggu.

 

LSD PADA MOBIL

Tidak semua mobil yang beredar di pasar otomotif saat ini sudah dilengkapi dengan komponen LSD. Bagaimana jika kita ingin memasang LSD alias Limited Slip Differential pada mobil yang belum memiliki komponen LSD agar mobil tersebut bisa melewati saat medan jalan yang lebih ekstrim? Apakah bisa?

Pertama-tama, hal yang harus kita ketahui terlebih dahulu adalah istilah mudahnya dari benda yang dinamakan Limited Slip Diffrential atau LSD. LSD itu berfungsi untuk menyelaraskan putaran roda belakang, antara ban disebelah kanan dengan ban disebelah kiri. Tujuannya, adalah mengurangi gejala traction loss atau kehilangan traksi di jalan licin. Lantas apakah bisa mobil tanpa LSD dipasangkan LSD?

Jawabannya adalah bisa saja mobil tanpa LSD dipasangkan LSD jika barangnya tersedia dan fit serta proper untuk mobil tersebut. Karena LSD merupakan suatu peranti di gardan yang presisi, sehingga untuk jangka waktu penggunaan yang lama tidak disarankan untuk menggunakan kepunyaan mobil lain. Jika ingin kustomisasi, misal dengan cara dilakukan pengelasan gardan bisa saja, asal presisi dan tidak asal-asalan dalam mengerjakannya. Disarankan untuk menggunakan LSD aftermarket yang presisi. Tetapi jika Mas Bro ingin membuatnya sendiri pun bisa, asalkan proses pengerjaannya presisi agar LSD yang dihasilkan pun berkualitas baik.

 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR