Mengenal Lebih Dalam Differential Lock
13
May
0 Comment Share Likes 199 View

Differential Locker, sesuai sama namanya, mengunci gerakan as roda kiri serta kanan dengan cara simultan. Ada 2 type differential locker (setelah itu dimaksud locker saja) yang dibedakan oleh cara pelepasan pengunciannya yakni yang pertama yaitu Automatic Locker serta yang ke-2 yaitu Selectable Locker. Masing masing type itu masih tetap terdiri lagi jadi sebagian jenis.

Type pertama yaitu Automatic Locker, di mana operasi pelepasan penguncian diferensialnya didasarkan oleh ketidaksamaan putaran waktu gardan tak terima torsi. Sesuai sama namanya, differensial benar benar dikunci dengan cara 100%. Automatic Locker sendiri ada 2 jenis yakni jenis light duty serta heavy duty.

Untuk jenis light duty, pada system diferensial yang digantikan cuma sisi tengah (satelite gear serta side gear) sedang untuk kerangka diferensial terus memakai bawaan mobil. Masuk dalam kelompok ini yaitu EZ Locker, Tractec Lockright serta yang lain. Jenis light duty ini oleh pabrik pembuatnya cuma direkomendasikan untuk pemakaian ban sampai diameter 32 inchi. Sesaat untuk jenis heavy duty, piranti diferensial ditukar keseluruhnya. Cuma crown gear saja yang dipindahkan dari gardan bawaan mobil. Jenis ini dikeluarkan oleh Detroit Locker, serta jenis ini tak mempunyai limitasi ukuran diameter ban.

Didalam suatu locker automatis ada 2 gigi yang melekat keduanya menukar system diferensial. Saat jalan lurus, ke-2 poros roda bergerak dengan cara berbarengan. Saat berbelok serta tak ada torsi yang disalurkan oleh tranfercase ke gardan, roda sebagai titik pusat putaran (roda samping dalam lingkaran belokan) bakal berputar lebih sedikit dari roda sisi yang lain. Juga sebagai misal, mobil bakal berbelok ke kiri. Saat berbelok, roda samping kiri bakal berputar lebih sedikit dari samping kanan, hal ini dapat mengakibatkan gigi locker samping kiri bakal berupaya memisahkan diri dari gigi locker samping kanan, dengan dibantu release spring yang ada dibagian dalam dari ke-2 gigi locker itu, jadi poros roda kiri bakal terpisah dari poros roda kanan.

Hal semacam ini selalu berjalan sampai poros kanan serta poros kiri berputar dengan putaran yang sama serta ke-2 sisi gigi locker itu bakal melekat kembali. Tetapi jika mobil berbelok dengan gardan terus terima torsi dari transfercase (mobil berbelok tanpa ada mengangkat pedal gas pada kecepatan tinggi), pada gigi locker kiri serta kanan akan tidak dapat melepas diri hingga bakal muncul tanda-tanda ‘ngepot’. Hal semacam ini berlangsung lantaran ke-2 gigi locker itu tak memperoleh peristiwa yang cukup untuk memisahkan diri hingga bakal terus-terusan bergerak dengan putaran yang sama cepat hingga saat berbelok roda bakal terseret dengan arah yang berlawanan dengan arah belokan.

Type locker yang ke-2 yaitu Selectable Locker, atau locker yang bisa diaktifkan atau di-non aktifkan sesuai sama keperluan pengemudinya. Type ini mempunyai sebagian jenis yang dibedakan dengan cara aktivasi locker itu. Jenis pertama sistem aktivasinya memakai kabel baja sampai sering dimaksud cable locker. Jenis ini bisa didapati pada kendaraan Toyota Land Cruiser seri 40 serta seri 60, untuk aftermarket yang sediakan jenis ini yaitu OX Locker.

Jenis ke-2 sistem aktivasinya memakai motor elektrik yang melekat pada casing gardannya. Jenis ini sering dimaksud electrik locker serta didapati pada Toyota Land Cruiser seri 80 serta Toyota Hilux. Jenis yang ketiga sistem aktivasinya memakai angin yang dihasilkan oleh suatu pompa, sampai sering dimaksud air locker. Product yang berpedoman system ini yaitu ARB Air Locker. Tetapi dengan cara umum, ketiga jenis ini mempunyai cara kerja penguncian serta pelepasan yang lebih kurang sama, yakni mengunci ke-2 poros roda dengan cara manual oleh si pengemudi.



Didalam suatu selectable locker, ada 2 gigi bisa yang sama-sama bertautan ketika posisi lock. Salah satu gigi itu bisa berubah untuk memastikan posisi diferensial terkunci atau terbuka. Untuk sistem pergeseran gigi untuk mengunci diferensial kanan serta kiri inilah yang dikerjakan oleh ketiga jenis yang dimaksud lebih tadi.

Jika tak diperlukan, pengemudi bisa melepas kuncian diferensial hingga kendaraan bisa dikemudikan seperti seperti mobil yg tidak dilengkapi dengan pengunci diferensial. Sesaat saat diferensial dalam posisi terkunci, perilaku mobil seperti seperti mobil yang system diferensialnya alami pengelasan, terkunci 100% setiap waktu. Keuntungan dari selectable locker yang lain yaitu, pengemudi bisa pilih untuk mengunci atau melepas diferensial sesuai sama medan yang bakal dilaluinya, hingga pengemudi bisa mengatur kendaraannya dengan lebih akurat.

SAMPAIKAN KOMENTAR