Mengenal Kode Pada Pelek Mobil
25
Oct
2019
1 Comment Share Likes 547 View

Pelek mobil memang merupakan salah satu bagian terpenting bagi sebuah kendaraan, khususnya mobil. Selain fungsinya yang cukup vital, pelek juga menjadi salah satu bagian yang kerap dimodifikasi atau up grade, agar penampilan mobil makin menarik, baik ukurannya maupun modelnya. Bisa dikatakan, pelek juga merupakan bagian paling awal yang harus diubah dalam modifikasi eksterior. Proses penggantian pelek ternyata juga harus dilakukan dengan cermat, agar tidak salah pilih dan bisa sesuai dengan spesifikasi mobil. Kalau Mas Bro perhatikan, pada setiap pelek mobil terdapat sederetan angka dan huruf yang berbeda-beda. Sederetan angka dan huruf yang terdapat pada pelek mobil ternyata merupakan kode yang memiliki arti tertentu. Apa maksud dari kode yang terdapat pada pelek mobil ini? Yuk, kita cari tahu!

 

KODE RAHASIA PADA PELEK MOBIL

Pada pelek mobil, ada istilah yang disebut dengan ET. ET merupakan singkatan dari bahasa Jerman Einpresstieffe, yang menunjukkan kedalaman sebuah pelek. ET atau yang lazim disebut offset, berkaitan dengan seberapa besar tekukan penampang/permukaan tengah pelek ke luar ataupun ke dalam. Kode ET merupakan ukuran offset pada pelek. Offset menunjukan seberapa besar permukaan tengah dudukan pelek menjorok ke dalam atau ke luar, diukur dari tengah lebar pelek.

Jika posisi dudukan baut pelek semakin ke arah luar berarti pelek memiliki offset positif, begitu juga sebaliknya. Secara umum offset digambarkan dengan angka. Semakin kecil angkanya, atau mendekati nol, maka penampang tengah pelek makin celong ke dalam. Akibatnya pelek jadi punya bibir yang lebar.

Sebenarnya kalau palang tengah pelek ke arah dalam disebut offset (-), sebaliknya kalau makin keluar disebut inset(+). Jadi jika ada pelek ber-offset 25 dan 35 mm, maka yang berangka terkecil, mempunyai luas penampang bibir luar peleknya besar. Sehingga kalau dipasang, pelek jadi makin keluar fender. Sebaliknya, makin besar angkanya atau menjauhi angka nol, maka penampang tengahnya makin keluar dari bibir pelek. Kemudian jika ada kode ET +40 itu artinya posisi dudukan baut pada pelek bergeser ke luar sejauh 40 mm.

Masing-masing pelek mobil memiliki kode rahasianya sendiri. Kita ambil contoh pada sebuah pelek terdapat tulisan 8-JJx17 H2 4x114.3 ET35. Angka pertama pada kode tersebut menunjukkan lebar dari sebuah pelek, biasanya dalam ukuran inci. Semakin besar angkanya, maka akan semakin lebar juga peleknya. Lebar ukuran pelek yang lazim ditemui mulai dari 5 sampai 9,5 inci, meskipun ada juga yang lebih lebar lagi. Pelek dengan tanda kode 'J' dan 'JJ' bentuknya hampir sama, tetapi tinggi (jarak) flens dari tempat dudukan ban sedikit berbeda. Tinggi flens pelek 'J' adalah 17,5 mm sedangkan untuk pelek 'JJ' adalah 18 mm.

Pada umumnya bentuk flens 'J' digunakan pada pelek berdiameter sampai 15 inci, sedangkan untuk yang diameternya lebih besar cenderung digunakan bentuk 'JJ'. Ini karena bentuk 'JJ' lebih tinggi membuat ban tidak mudah lepas.

Angka berikutnya menunjukkan ukuran diameter sebuah pelek. Biasanya mengunakan satuan inci. Ukuran diameter atau yang umum dikenal dengan Ring untuk masing-masing mobil berbeda, yang umum antara 14 – 22 inci.

Kode H2 pada pelek menunjukkan model hump atau bagian cekungan pelek, yang berfungsi sebagai dudukan bead dari ban guna mencegah ban bergeser saat mobil melaju. Terdapat beberapa tipe hump yang umum beredar saat ini.

Angka selanjutnya yakni 114.3 menununjukkan ukuran pitch circle diameter (PCD). PCD itu diameter lingkaran antar jarak lobang baut, biasanya dalam satuannya mm. PCD atau Pitch Circle Diameter adalah diameter dari lingkaran yang dibuat melewati bagian tengah lubang baut pelek. Kalau pelek dengan 4 buah lubang baut, PCD diukur dari jarak titik tengah dua lubang baut yang berseberangan. Sementara kalau pelek dengan 5 buah lubang baut, PCD diukur dari titik tengah satu lubang baut dengan titik di depannya. Bila tertera angka 4x114.3 berarti pelek tersebut memiliki 4 buah lubang baut dan ukuran PCD-nya 114.3. Jadi kalau angka 5x112 adalah kode PCD yang berarti ada 5 baut pelek dengan ukuran diameter pola lingkaran baut sebesar 112 milimeter.

 

ISTILAH DALAM PELEK MOBIL

Pelek mobil merupakan salah satu bagian estetika pada mobil. Seringkali dianalogikan seperti sepatu, penggantian pelek pada mobil akan mendongkrak nilai estetika mobil tersebut. Dalam memilih pelek untuk mobil kesayangan kita, sebaiknya kita tidak sembarangan dan lebih teliti. Jika kita salah dalam memilih pelek mobil, kemungkinan yang akan terjadi adalah tampilan mobil menjadi tidak seimbang dan mungkin akan timbul rasa tidak nyaman saat berkendara.

Kebanyakan pemilik kendaraan, terlebih yang sudah terbiasa memodifikasi mobil biasanya akn lebih teliti dibandingkan dengan yang pemula. Biasanya pemilik kendaraan jarang melakukan kesalahan dalam memilih ukuran pelek, ban dan PCD, tetapi masih banyak pemilik kendaraan yang lalai dan tidak teliti dalam mengukur offsetnya. Kelalaian tersebut baru diketahui setelah pelek dipasang pada kendaraannya. Hal ini tentu akan merepotkan, karena pemilik kendaraan akan diharuskan untuk kembali mengganti pelek mobilnya dengan ukuran offset yang sesuai untuk mobilnya.

Selain itu, ukuran offset yang tidak tepat pada mobil kita juga akan memicu timbulnya beberapa masalah. Masalah yang bisa timbul akibat kesalahan ukuran offset pada pelek mobil antara lain mentoknya ban pada bodi kendaraan seperti pada bibir spakbor atau fender. Jika hal  seperti itu terjadi, kebanyakan pemilik kendaraan akan mengatasi atau menyiasati masalah tersebut dengan menambah spacer agar ban tidak mentok.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR