Mengenal Jajaran mesin LS Series
06
Jun
0 Comment Share Likes 229 View

Sejak diperkenalkan pada tahun 1997 yang terpasang pada Chevrolet Corvette oleh General Motors, kini mesin tipe LS telah dianggap sebagai legenda. Bahkan kini, keberadaan mesin LS series menjadi incaran para modifikator hingga car builder sebagai dapur pacu mobil – mobil andalannya.

Mengawali sejarah dari mesin yang termasyur ini dengan model C5 Corvette berbahan aluminium pada mesin LS1 V8. General Motors menyebutnya Gen8 small block V8 dan setahun kemudian (1998), LS1 menggantikan ‘small block’ LT1 di Camaros dan Firebirds. Selanjutnya muncul versi blok mesin berbahan besi pada Gen III V8. Kemunculan dari mesin LS1 menggusur mesin 5,7 liter, mirip dengan small block generasi sebelumnya tetapi ukuran inci kubik sedikit berbeda: 346 untuk LS1 vs 350 kubus tradisional.

Selanjutnya pada 1999, platform Gen III menelurkan mesin LS6 yang memiliki performa lebih tinggi sebagai standar di Corvette Z06. Namun kembali mengawali perkembangan di tahun 2005 melalui cabang Gen IV dari keluarga LS lahir, tentunya berbeda dari Gen III dengan ketentuan cast-in untuk penonaktifan silinder penghemat bahan bakar. Perubahan yang lebih besar terjadi pada camshaft yang direvisi. Versi kinerja Gen IV diaplikasikan pada mesin LS2, LS3, LS9 supercharged, LSA supercharged dan LS7.

Pihak GM mengatakan deretan keluarga mesin V-8 modern sebagai Gen III dan Gen IV. Untuk lebih jelasnya tentang kedua Gen yang dikeluarkan oleh General Motors yaitu bisa dilihat persamaan antara Gen III dan Gen IV seperti Bore centre 4,40 inci (seperti ukuran small block), tinggi dari dek 9,24 inci, menggunakan pola baut kepala empat baut per silinder dan Sistem pengapian menggunakan coil-near-plug tanpa distributor.

Sementara perbedaan antara blok silinder Gen III dan Gen IV adalah lubang yang lebih besar (pada beberapa mesin), lokasi sensor posisi camshaft yang berbeda seperti yang ditunjukkan oleh perpindahan penutup timing bagian depan pada blok Gen IV dan lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut deretan mesin dari LS series:

LS1 / LS6

Mesin LS1 5.7L (346-cu-in) diproduksi antara model tahun 1997 dan 2004 di Amerika Serikat (Corvette, Camaro, Firebird dan GTO) dan berlanjut hingga 2005 di pasar lain (terutama Australia). LS6 diperkenalkan pada tahun 2001 pada Corvette Z06 dan diproduksi hingga 2005, di mana ia juga ditemukan pada generasi pertama Cadillac CTS-V. LS1 dan LS6 berbagi perpindahan 5,7L, tetapi mesin produksi LS6 menggunakan pengecoran blok yang unik dengan kekuatan yang ditingkatkan, alur nafas (udara) yang lebih besar. Bagian unik dari LS 6 yang unik terdapat pada Head, intake manifold dan camshaft.

LS2

Pada tahun 2005, mesin LS2 6.0L (364 cu in) dan perubahan desain Gen IV sebagai awal debutnya. Kemampuan dari mesin ini ditawarkan pihak GM pada mobil Corvette, GTO dan bahkan roadster SSR. Sebenarnya mesin LS2 merupakan mesin bawaan atau standar dari Pontiac G8 GT. Banyak yang mengatakan bahwa mesin LS merupakan mesin yang paling mudah dikawin silang pada bagian kepala silinder dengan mesin LS1, LS6 dan LS6.

LS3 / L99

Untuk mesin LS3 yang telah mengalami peningkatan dari sebelumnya langsung dipasangkan pada Corvette pada 2018. Dengan kemampuan tenaga mencapai 430 tenaga kuda dari 6.2L (376 cu in) yang membuat mesin Corvette menjadi yang paling kuat dalam sejarah. Blok LS3 tidak hanya memiliki bores yang lebih besar daripada LS2, tetapi casting yang diperkuat untuk mendukung mesin 6.2L yang lebih kuat. Hal ini juga dirasakan pada mesin LS9 supercharged yang terpasang pada Corvette ZR1. Mesin LS3 ditawarkan pada mesin Pontiac G8 GXP dan juga merupakan mesin V-8 standar yang digunakan pada  Camaro SS 2010 baru. Versi L99 dilengkapi dengan sistem penonaktifan silinder yakni Active Fuel Management sebagai hemat bahan bakar dari GM. Hal ini merupakan standar pada model Camaro SS 2010 yang dilengkapi dengan transmisi otomatis. 

LS4

Bisa dikatakan aplikasi paling unik dari deretan mesin LS terlihat pada mesin LS4 versi 5.3L yang digunakan pada penggerak roda depan Chevrolet Impala SS dan Pontiac Grand Prix GXP. LS4 menggunakan blok mesin berbahan aluminium dan low-profile front-end accessory system, termasuk ‘flattened’ pada water pump. Seluruh hal ini untuk mengakomodasi transverse mounting position pada Impala dan Grand Prix. Kemampuan dari hasil aplikasi ini dapat menghasilkan tenaga mencapai 303 dK dengan torsi mencapai 323 lb-ft.

LS7

Mesin LS7 dianggap sebuah legenda pada masanya, mesin ini adalah mesin standar pada Corvette Z06 dan perpindahan 7.0L (427 inci kubik) membuat mesin ini menjadi series LS yang terbesar selama diproduksi. Kehadiran mesin LS7 sangat berbeda dengan LS series lainnya (mesin LS1 / LS6, LS2 dan LS3, LS7), perbedaan yang paling besar adalah pada disain diameter silinder mencapai 4,125 inci.

Dengan bahan titanium pada ‘stang seher’ dan intake valve membuatnya lebih ringan dan kompetitif sehingga banyak yang beranggapan mesin LS7 merupakan mesin balap jalanan. Dengan dapat menghasilkan tenaga 505 dK. Mesin LS7 dibuat langsung di GM Performance Build Center di Wixom, Mich.

LS9

General Motors menghadirkan mesin LS9 yang paling hebat selama sejarah bagi pabrikan ini. LS9 merupakan mesin 6.2L -  supercharged dan charge-cooled engine dari Corvette ZR1. Hasilnya dapat dilihat dari tenaga yang mencapai power 638 dK, sebuah hasil yang sangat menakjubkan.

LS9 menggunakan blok 6.2L yang telah diperkuat, hingga silinder head roto-cast dan supercharger 2.3L generasi keenam. Seperti halnya LS7 yang menggunakan sistem oli ‘kering’ (dry-sump oiling system). Jadi bisa dikatakan mesin LS7 menjadi produk utama dari General Motors yang dibuat secara langsung di GM Performance Build Center in Wixom, Mich.

Bagaimana para Pria Intersport, sudah punya pilihan untuk swipe engine dengan pilihan sederet mesin LS series dari General Motors? Pastikan sesuai dengan kebutuhan dan tepat guna, bukan sekedar modifikasi untuk gegayaan saja!

 

SAMPAIKAN KOMENTAR