Mengenal Itasha, Aliran Modifikasinya Otaku
30
Nov
0 Comment Share Likes 102 View

Jepang mempunyai ciri khas tersendiri dalam selera modifikasi. Dalam aliran modifikasi, mereka memperkenalkan yang namanya Itasha. Itasha sendiri merupakan kombinasi dari huruf kanji. Itai yang berarti pain / sakit, dan sha untuk car / mobil. Kalau digabungkan maka terjemahan langsungnya menjadi pain car.

 

Dinamakan pain car karena menjadi seorang otaku, yang fanatik terhadap anime, manga, atau video game (terutama bishojo atau eroge), terkadang mendapat cibiran dari orang-orang di sekitar. Ditambah, tokoh-tokoh yang sering dijadikan tema seringkali adalah gadis-gadis yang cute, seksi, dan cantik. Tentu saja ini memberikan imej kekanak-kanakan atau bahkan kesepian bagi pemiliknya.

Modifikasi aliran Itasha sendiri sudah muncul di Jepang sejak tahun 1990-an. Mereka menghiasi mobil dengan pernak-pernik dan stiker anime. Hal ini terinspirasi dari aliran modifikasi motor Bosozoku dan truk yang dihias-hias (Dekotora).
 

Baru sejak munculnya teknologi printing dan banyak orang yang menggunakan digital printing untuk membuat stiker mobil, Itasha pun mulai menyebar. Pada tahun 2007, bermula dari komunitas online, mereka menggelar kopi darat alias meetup secara besar-besaran di acara Auto Salon (Autosaroone). Setahun setelah itu, ada sekitar 600 mobil Itasha berkumpul di distrik Odaiba. Itasha pun semakin dilirik banyak orang. Bahkan, sempat pada salah satu event ada juga yang memamerkan Ferarri F430 Spider yang sudah dimodifikasi beraliran Itasha.

Sekarang ini, modifikasi aliran Itasha sudah mempengaruhi dunia balap, bro. Pada 2008 mobil yang yang dihias dengan tema Hatsune Miku ikut serta dalam kejuaraan balap mobil Super GT. Mobil bertema anime juga terlihat pada kejuaraan drifting Jepang yang terkenal D1 Grand Prix.

 

Bahkan, dalam game mobile online seperti PUBG pun juga ada salah satu mobil yang sudah di-dressup menjadi Itasha.

 

Di Indonesia, kehadiran Itasha memang belum banyak berkeliaran di jalanan. Mungkin karena jumlahnya yang masih sedikit, sebagian orang masih memandang hal tersebut norak atau lebay. Padahal, pengaruh Itasha sendiri sudah meluas ke berbagai negara. Tak jarang juga pemilik mobil Itasha yang menampilkan sisi estetika yang bagus dan dibangun dengan rapi.

SAMPAIKAN KOMENTAR