Mengenal In-House Tuning AMG
30
Aug
0 Comment Share Likes 433 View

Mas Bro pasti sudah tak asing lagi kan dengan AMG? Eksistensinya yang sudah melewati setengah abad, bukan waktu yang sebentar bagi sebuah divisi yang awalnya hanya memproduksi line up mobil kencang dari Mercedes-Benz. Berawal dari divisi independen yang memproduksi mobil Mercedes-Benz berperforma tinggi, kini AMG sepenuhnya berada di bawah naungan Daimler AG dan menjadi perusahaan yang memiliki pertumbuhan cukup tinggi. Kali ini kita akan bahas lebih dalam tentang AMG. Langsung disimak, Bro!

 

ASAL USUL AMG

AMG didirikan sebagai racing engine forge pada tahun 1967 dengan nama AMG Motorenbau und Entwicklungsgesellschaft mbH (AMG Engine Production and Development, Ltd.), oleh para insinyur dari Mercedes-Benz, yaitu Hans Werner Aufrecht dan Erhard Melcher di Burgstall an der Murr, dekat Stuttgart. Nama "AMG" sendiri merupakan singkatan dari Aufrecht, Melcher dan Großaspach (kota kelahiran Aufrecht).

Proyek pertama AMG adalah membangun mesin Mercedes-Benz 300SE agar dapat turun di ajang balap Championship Touring Car Jerman pada 1965. Mobil sedan sport tersebut mereka tingkatkan tenaganya hingga 238 hp dari sebelumnya 170 hp. Dengan dikemudikan pembalap Manfed Schiek, mobil ini berhasil menang di ajang balap bergengsi tersebut, hingga membuat AMG kemudian mendirikan sebuah bengkel di Burgstall, Jerman.

Pada 1971 lahir Mercedes-Benz 300SEL bermesin 6.300 cc dengan tenaga semula 247 hp menjadi 428 hp dan dijuluki “The Pig”. Selain itu, E-Class W124 bermesin V8 5.600 cc hadir di tahun 1984, sanggup memuntahkan tenaga hingga 385 dk, dan mampu mempecundangi hegemoni supercars sehingga dijuluki “The Hammer”.

Pada tahun 1976 kebanyakan produksi AMG dipindahkan ke Affalterbach, sementara pengembangan mesin balapnya masih berada di lokasi lamanya di Burgstall. Pada masa inilah Erhard Melcher berhenti menjadi partner, tetapi terus menjadi pegawai di Burgstall.

Pada 1990, hubungan antara Mercedes-Benz dan AMG menjadi lebih harmonis. Karena mereka menjalin kerja sama tak hanya soal tuning mesin, tapi hingga desain eksterior dan interior. Hasil kerja sama itu membuahkan Mercedes-Benz terbaru dengan kode W202 C36 AMG. Model baru ini pun disambut baik para penggemar setia Mercedes.

Pada tahun 1993, karena AMG sudah menjadi high-profile purveyor dari mobil-mobil modifikasi milik Mercedes-Benz, Daimler-Benz AG dan AMG menandatangani sebuah kontrak kerjasama. Pada tanggal 1 Januari 1999, DaimlerChrysler, begitu sebutannya di antara tahun 1998 dan 2007, menerima 51 persen dari saham AMG, dan AMG kemudian berganti nama menjadi Mercedes-AMG GmbH. Pengembangan mesin balap terus dilakukan di Burgstall di bawah nama HWA (inisial nama Aufrecht). Lalu pada tanggal 1 Januari 2005 Aufrecht menjual sisa sahamnya pada DaimlerChrysler, dan sejak saat itu Mercedes-AMG GmbH telah sepenuhnya menjadi milik Daimler AG. Sebagai penandanya dibuatlah SLS AMG, sebuah roadster legenda sekaligus ikonik milik Mercedes.

AMG kemudian diberikan kantor pusat di Affalterbach, Jerman. Dan dengan mempertahankan  filosofi “One Man One Engine”, perusahaan ini sudah memproduksi 100 ribu unit mobil Mercedes-Benz dari berbagai model. Dimana penjualan terbesar AMG ada di Amerika Serikat, Jerman, serta Tiongkok.

 

KARAKTERISTIK MODEL AMG

Secara umum, model-model AMG memiliki tampilan yang lebih aggresif, performance yang lebih tinggi, handling yang lebih baik, lebih stabil dan menggunakan material carbon fibre yang lebih banyak jika dibandingkan dengan mobil Mercedes-Benz pada umumnya. Model-model AMG juga biasanya merupakan varian kelas mobil Mercedes-Benz yang paling mahal dan performanya paling bagus.

AMG awalnya mendesain dan mengetes mesin-mesin untuk mobil balap. AMG kemudian mengembangkan bisnisnya dengan merakit custom road car berbasis standar mobil Mercedes. AMG memproduksi sederet paket upgrade dan aksesori yang kebanyakan untuk Mercedes-Benz R107 dan C107 (1971–1989 SL roadster), Mercedes-Benz W116 (1972–1980 S-class), Mercedes-Benz W123 (1976–1985 E-class), Mercedes-Benz W124 (1984–1997 E-class), Mercedes-Benz W126 (1979–1992 S-class), Mercedes-Benz R129 (1989–2001 SL roadster), dan Mercedes-Benz W201 (1990–1993 C-class).

Peningkatan performa secara umum dari AMG, dimana para konsumennya bisa memesan sesuai kebutuhannya adalah penggantian mesin (5.2 liter, 5.4 liter), performance top end dengan port dan polished head dan intake, serta valve train yang semakin terang. Mesin DOHC 32V juga baru saja mendapat pengembangan dan merupakan andalan bagi AMG. Transmisi manual Getrag lima percepatan juga bisa dipesan dari AMG, meskipun Mercedes belum lagi menawarkan transmisi manual untuk mesin V8 sejak awal tahun 1970-an.

Peluncuran sedan AMG Hammer pada tahun 1986, berbasis W124 E-Class, mengangkat derajat modifikasi performa AMG dalam segmen fast midsized sedan. AMG membuat sedan untuk tercepat di dunia pada masanya, diberi sebutan Hammer, dengan mengandalkan mesin Mercedes 5.6-litre V8 yang dituning oleh AMG sehingga menghasilkan tenaga 360 hp yang cukup besar untuk ukuran midsized sedan. Mobil tersebut dapat dibilang cukup agresif pada era itu, dilengkapi dengan 32-valve cylinder head dan twin camshaft, sehingga disebut-sebut menjadi lebih cepat daripada Lamborghini Countach untuk kecepatan 60 hingga 120 mph-nya. Model-model terbarunya bahkan lebih bertenaga dan diperkenalkanlah roda AMG Aero 1 Hammer 17 inci. 1986 juga merupakan tahun dimana Mercedes memperkenalkan mesin 560 M117. Hal ini memungkinkan para konsumen untuk memesan mesin pengganti terbesar yang dibuat oleh AMG, yaitu mesin 6L 100 mm bore SOHC atau DOHC yang keduanya tersedia untuk coupe dan sedan W126.

Di awal tahun 2000-an, AMG berfokus pada perakitan mesin V8  dan V6 yang dilengkapi supercharger tetapi perusahaannya justru mengabaikan teknologi ini pada tahun 2006 dengan mengenalkan mesin 6.2 L M156 V8. Pada tanggal 16 Januari 2006, Chairman dari Mercedes-AMG, Volker Mornhinweg menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan teknologi turbocharging untuk keluaran tenaga yang lebih besar, daripada menggunakan supercharging. Pada tahun 2011, AMG merilis M157 5.5L biturbo V8, kemudian di tahun 2012, Chairman Mercedes-AMG, Olla Kallenius mengatakan bahwa Mercedes-AMG tidak akan memproduksi mesin diesel untuk bersaing dengan BMW's tri-turbo diesel (deretan BMW M Performance).

Meskipun ada beberapa model AMG di tahun 1980-an yang menggunakan transmisi manual, hampir seluruh model terkini menggunakan transmisi otomatis (5G-Tronic dan 7G-Tronic dengan Speedshift). Berbeda dengan BMW M, yang menggunakan transmisi manual dan baru-baru ini menggunakan transmisi semi otomatis. Tetapi di awal tahun 2009, AMG mulai mengadopsi transmisi AMG SpeedShift tujuh percepatan untuk transmisi otomatis MCT.

SAMPAIKAN KOMENTAR