Mengenal Fungsi Sistem Gas Buang Atau Knalpot
10
Jun
0 Comment Share Likes 346 View

Terkadang kita bisa langsung mengetahui saat mendengar suara dari mobil yang sedang melaju. Walau sekarang dengan beragam piranti tambahan pada knalpot bisa merubah atau menyamarkan suara. Lalu apakah fungsi knalpot hanya sebagai pengatur suara dan mengeluarkan asap pada mobil?

Agar lebih jelas, para Pria Intersport bisa menyimak beberapa hal tentang sistem pembuangan atau gas buang yang melalui knalpot ini. Knalpot merupakan salah satu komponen yang berfungsi sebagai saluran pembuangan gas sisa pembakaran yang terjadi pada mesin. Knalpot sangat berpengaruh terhadap kinerja mesin, jika konstruksi hingga posisi tidak sesuai maka kinerja mesin akan turun. Melalui knalpot, kemampuan kinerja mesin pun dapat dimaksimalkan dengan melakukan modifikasi pada gas buang ini.

Sistem Kerja Knalpot

Sitem kerja knalpot adalah bagian yang melepaskan dari hasil pembakaran dari ruang mesin menjadi gas buang sehingga dapat dilepaskan ke udara bebas. Sistem kerja pada knalpot yang pertama kali terjadi pada bagian exhaust manifold atau header dan hingga berlanjut melalui seluruh komponen dari knalpot hingga Muffler.

Untuk lebih jelasnya tentang beberapa komponen utama dari knalpot dan beragam fungsi dari masing-masing komponen knalpot tersebut:

 

Exhaust Manifold (Header)

Exhaust manifold merupakan bagian dari knalpot yang sering disebut header. Tugas dari Exhaust manifold adalah mengumpulkan dan memperlancar aliran gas buang yang keluar dari silinder mesin mobil, tujuan dari melepaskan gas buang yakni agar ruang bakar selalu bersih sehingga proses pembakaran selanjutnya dapat dilakukan dengan sempurna.

Hal ini membuat bentuk hingga konfigurasi exhaust manifold cukup beragam yang tergantung dari banyaknya jumlah silinder dari setiap mesin mobil. Pada umumnya, untuk mesin 4 silinder mengunakan konfigurasi header 4-2-1 dan 4-1, sementara mesin 6 silinder banyak ditemui yang mengadopsi konfigurasi 6-3-2-1 atai 6-1.

Konfigurasi 4-2-1 merupakan sistem gas buang dari silinder head mesin yang dialirkan ke empat saluran, kemudian menjadi 2 saluran dan ujungnya bermuara pada satu saluran menuju exhaust pipe. Sementara jika 4-1, konfigurasi ini menunjukan 4 saluran awal dari silinder head yang langsung bermuara pada satu gas aliran. Konfigurasi pada mesin 6 silinder pun memiliki skema yang sama.

Material pembuatan untuk exhaust manifold atau header ini biasa terbuat dari besi cor dan cast iron. Kendala yang sering terjadi apabila pada keadaan panas langsung disiram yang menyebabkan pada bagian ini retak. Maka setiap pengecekan knalpot harus sangat memperhatikan bagian header knalpot yang tersambung ke mesin mobil.

Apabila terjadi kebocoran pada bagian ini maka akan berpengaruh terhadap kinerja knalpot, biasanya kebocoran terjadi pada pagian packing. Pada bagian ini akan selalu menjadi tolak ukur terhadap komponen-komponen lain yang bekerja pada bagian knalpot.

Catalytic Converter

Bagian ini dianggap yang sangat penting pada mobil terkini, kemampuannya dapat mengurangi jumlah Carbon Monoxide (C0), Nitrogen Oxide (NOx) dan Hydrocarbon (HC) yang terkandung pada gas buang. Kemampuan mengurangi gas yang dianggap sumber polusi ini diperoleh dari zat aktif seperti Platinum dan Palladium yang tersusun bersama Ceramic Cordierit. Kemampuan zat aktif tersebut akan bereaksi akan gas berbahaya dari hasil pembakaran di ruang bakar (mesin Mobil).

Catalytic converter yang ada pada knalpot memiliki bentuk seperti sarang lebah dan berlubang-lubang. Kendala yang sering terjadi pada bagian ini adalah sering pecah dimakan usia

Resonator

Bagian ini memiliki fungsi untuk meredam suara ledakan dari gas buang yang keluar dari header, selain itu resonator juga berfungsi dalam menciptakan back pressure (tekanan balik) pada gas buang yang berperan agar tidak semua bahan bakar dalam ruang bakar langsung terdorong keluar tanpa hambatan. Back pressure pada memiliki peran penting untuk mempertahankan daya keluaran mesin.

Posisi dari Resonator pada umumnya terletak tepat setelah header tetapi Catalytic Converter, namun juga ada yang menempatkan setelah Catalytic Converter. Kendala yang sering terjadi pada bagian ini adalah keropos, penyok dan bocor.

Muffler

Bagian ini memiliki bentung tabung besar yang mudah dilihat dari belakang mobil, terletaknya berada di belakang Resonator maupun Catalytic Converter. Fungsi dari Muffler adalah meredam suara yang keluar dari proses pembuangan dari mesin mobil. 

 

Exhaust Pipe (Pipa Gas Buang)

Pipa ini memiliki fungsi sebagai penghubung antar komponen pada knalpot seperti resonator dengan catalytic converter atau antara catalytic converter dengan bagian muffler. Tanpa Muffler, suara yang akan dihasilkan akan sangat menggangu. Namun selain meredam suara, Muffler juga berfungsi dalam menjaga performa mesin, meningkatkan efisiensi dalam konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang.

 

Muffler Tip (Tail Pipe)

Muffler tip merupakan komponen terakhir dari knalpot yang akan mengalirkan gas buang langsung ke udara bebas. Biasa agar lebih mendongkrak tampilan, pemilik mobil bisa menambahkan piranti muffler tip aftermarket.

 

Knalpot yang digunakan pada mobil tidak boleh sembarangan, ada ukuran maksimal diameter pipa knalpot sesuai dari kapasitas mesin atau ruang bakar. Ukuran maksimal tersebut digunakan demi menjaga keseimbangan antara kecepatan gas buang dengan jumlah gas yang dibuang oleh mesin. Ukuran pipa knalpot yang terlalu kecil diameter berarti kecepatan gas buangnya besar hanya jumlahnya berkurang, sedangkan knalpot yang memiliki diameter besar, maka kecepatan gas buangnya rendah walaupun jumlah gas buangnya tinggi.

Knalpot memiliki bagian yang sangat berperan penting dari sisi tenaga mesin. Bukan hanya melakukan servis mesin secara teratur, namun juga secara rutin harus memperhatikan knalpot agar tetap pada kondisi yang baik sehingga performanya terjaga. Selalu berdiskusi atau mencari informasi jika ingin melakukan modifikasi, paling tidak jangan sampai hasil modifikasi malah berujung mesin mobil ‘kedodoran’. Pastikan seluruh bagian seperti header, diameter dan panjang pipa utama berfungsi meningkatkan torsi hingga tenaga dari mesin.

 


 

 

SAMPAIKAN KOMENTAR