Mengenal Automated Manual Transmission
11
Oct
2019
0 Comment Share Likes 1107 View

Mas Bro pasti sudah tidak asing dengan transmisi. Salah satu komponen mobil yang penting ini memang diketahui memiliki beragam jenis. Ada transmisi manual, transmisi otomatis, dan ada pula yang disebut dengan Automated Manual Transmission. Nah, sebenarnya transmisi jenis ini masuk dalam kategori transmisi manual atau otomatis, ya? Jangan bingung, Bro. Kalau mau tahu lebih dalam, langsung saja disimak penjelasannya berikut ini.

 

APA ITU AUTOMATED MANUAL TRANSMISSION?

Selain transmisi otomatis (AT), terdapat juga teknologi automated manual transmission (AMT). Transmisi ini seperti menggabungkan antara transmisi manual, tapi dengan cara kerja transmisi otomatis. Saat ini di pasaran memang sudah cukup banyak ditemukan mobil yang dijual dengan mengadopsi Automated Manual Transmission ini. Sedikitnya ada 5 merek mobil yang memasangkan transmisi model ini ke produk mereka, yaitu Wuling, Proton, Suzuki, Smart, dan Fiat.

Pada dasarnya, Automated Manual Transmission adalah sebuah transmisi manual yang lengkap dengan kopling kering dan cara perpindahannya pun persis dengan kopling manual. Bedanya, perpindahan gigi beserta pengaturannya diatur oleh komputer. Jadi pada Automated Manual Transmission ini tetap ada prosesi injak kopling, namun hal tersebut dilakukan oleh komputer. Karena itu, tidak heran jika Automated Manual Transmission sering disebut sebagai transmisi manual yang di-otomatiskan.

Cara kerja Automated Manual Transmission ini adalah perpindahan gigi dan aktivasi kopling menggunakan pompa aktuator selenoid yang memiliki fungsi menekan dan menggeser kopling ke tingkat yang dibutuhkan. Perintah untuk pindah gigi dan aktivasi kopling diperintahkan melalui modul transmisi dan ECU (Electronic Control Unit) gearbox dari  Automated Manual Transmission itu sendiri. ECU pada gearbox Automated Manual Transmission akan membaca beberapa parameter, diantaranya kecepatan mobil, putaran mesin, sudut elevasi jalan, dan input dari pedal gas.

Perintah untuk menaikkan atau menurunkan posisi gigi diperoleh dari ECU Automated Manual Transmission dan modul transmisi. Ketika salah satu dari beberapa parameter itu tercapai maka transmisi akan berpindah posisi baik naik ataupun turun. Namun, untuk sistem ini, banyak yang berpendapat sebagai transmisi yang paling tidak nyaman. Pasalnya, saat perpindahan gigi ada jeda atau lemot. Dengan begitu, aliran tenaga mobil yang menggunakan Automated Manual Transmission ini dirasa kurang responsif. Bagi sebagian orang, penggunaan Automated Manual Transmission ini cenderung terasa kasar, padahal jika kita sudah mengetahui triknya, mengendarai mobil bertransmisi Automated Manual Transmission akan terasa cukup nyaman.

 

CARA PENGGUNAAN AUTOMATED MANUAL TRANSMISSION

Agar penggunaannya optimal dan terasa nyaman, Automated Manual Transmission harus dioperasikan seperti transmisi manual. Caranya pun mudah, kita hanya harus selalu memantau putaran mesin. Umumnya, di jalan rata mobil dengan Automated Manual Transmission akan memindahkan posisi gigi ke yang lebih tinggi ketika putaran mesin melewati 2.000 rpm. Sedangkan saat berada di tanjakan, ECU Automated Manual Transmission akan membaca mobil memerlukan tenaga dan torsi lebih untuk melewati tanjakan. Kita cukup melepas saja sedikit injakan pedal gas ketika mesin sedikit melewati 2.000 rpm, tunggu sekitar 2 detik dan biarkan Automated Manual Transmission berpindah secara otomatis.

Untuk downshift atau proses turun ke gigi yang lebih rendah, tinggal injak pedal rem saja dan secara otomatis pada putaran mesin yang dirasa cukup untuk turun gigi, maka ECU Automated Manual Transmission dan modulnya akan menurunkan ke gigi yang dibutuhkan. Untuk efek engine brake segera, kita bisa menggeser posisi tuas transmisi ke M logo minus (-). Sebaliknya jika ingin naik gigi segera bisa geser ke logo plus (+).

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN AUTOMATED MANUAL TRANSMISSION

Jika dilihat dari dimensinya, Automated Manual Transmission ini lebih kompak bila dibandingkan dengan transmisi otomatis konvensional yang menganut sistem torque converter. Maka jangan heran, bila beberapa pabrikan mengadopsi transmisi jenis ini pada mobil yang berdimensi kecil. Seperti Proton Savvy, Suzuki Ignis, Suzuki Karimun Wagon R AGS, Smart ForTwo, hingga Fiat 500. Belakangan malah pabrikan asal negeri tirai bambu, Wuling juga membenamkan transmisi jenis ini pada salah satu produknya yakni Cortez.

Biaya produksi dan perakitan transmisi jenis Automated Manual Transmission ini tidak semahal gearbox otomatis konvensional, dan hal ini menjadi salah satu kelebihannya. Tentu saja ini dapat menjadi daya tarik bagi pabrikan mobil untuk mengaplikasikannya guna menekan harga jual kendaraan. Apalagi ditambah dengan fitur perpindahan gigi yang dapat dioperasikan layaknya tiptronik. Hal ini menjadi nilai tersendiri dari penggunaan Automated Manual Transmission.

Kelemahan yang paling utama dari penggunaan Automated Manual Transmission ini adalah proses perpindahan giginya yang terasa memakan jeda waktu lama bila dibandingkan dengan transmisi konvensional. Hal ini tentu berdampak pada efisiensi bahan bakar yang tidak sebaik CVT. Dan membutuhka perlakuan serta adaptasi khusus bagi pengemudi awam untuk dapat dengan lancar mengoperasikan mobil bertransmisi manual tapi otomatis ini. Jika transmisi ini rusak akibat salah penggunaannya, biaya untuk penggantian suku cadang seperti aktuator kopling maupun aktuator persneling butuh biaya tinggi.

PENGGUNAAN AUTOMATED MANUAL TRANSMISSION PADA BEBERAPA MEREK MOBIL

Saat ini, teknologi Automated Manual Transmission pun semakin berkembang. Ada salah satu jenis pengembangan Automated Manual Transmission yang disebut dengan i-AMT. untuk yang belum tahu, transmisi ini singkatannya intelligence Automated Manual Transmission. transmisi ini sejenis dengan yang dipakai Suzuki Ignis AGS, Fiat 500, Aston Martin hingga Ferrari.

Salah satu merek mobil yang baru-baru ini menggunakan Automated Manual Transmission adalah Wuling Cortez. Bukan hanya memakai Automated Manual Transmission biasa, Wuling Cortez justru menggunakan transmisi i-AMT yang merupakan kependekan dari Intelligence Automated Manual Transmission.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, alasan banyak produsen mobil menggunakan jenis gearbox Automated Manual Transmission cukup beragam. Mulai dari efisiensi biaya produksi, meminimalisir bobot tambahan, atau menyisihkan ruang. Karena konstruksinya yang lebih sederhana dari matik konvensional barbasis planetary gear, Automated Manual Transmission memang terbilang lebih ekonomis. Dimensinya yang lebih ringkas, juga memungkinkan penggunaan di mobil yang kecil.

Mengingat dimensi MPV yang cukup besar, penggunaan Automated Manual Transmission pada Wuling Cortez memang membuat kebanyakan orang merasa heran. Satu hal yang kerap dikeluhkan dari gearbox Automated Manual Transmission adalah ketidaknyamanannya saat dikendarai. Perpindahan gigi dalam transmisinya sangat terasa. Ada jeda yang cukup mengganggu saat pengaliran tenaga. Tapi ternyata, pada Wuling Cortez hal itu tak terlalu terasa.

Hal ini mungkin berkat penggunaan Intelligence Automated Manual Transmission, bukannya Automated Manual Transmission biasa. Teknisi Wuling kemungkinan besar sudah mengeset gearbox Cortez dengan sistem yang baik, sehingga proses peralihan gigi tak begitu mengganggu pengendaraan.

SAMPAIKAN KOMENTAR