Mengapa Orang Gemar Modifikasi Mobil Mereka?
25
Aug
0 Comment Share Likes 232 View

Sejarah otomotif khususnya mobil sepertinya tidak akan lepas dari segmen modifikasi. Bahkan, orang memodifikasi mobil sudah dilakukan saat mobil pertama kali diproduksi masal. Hingga sekarang sampai ke depannya, modifikasi mobil akan terus dilakuakn.

Bentuk modifikasi mobil pun beragam, mulai dari hal yang sederhana seperti menempelkan stiker misalnya atau hanya sekadar mengganti pelek hingga paling rumit seperti mengganti mesin. Mulai dari yang biayanya ramah, hingga yang perlu merogoh kocek sangat dalam pun dilakoni demi memodifikasi sebuah mobil.

Lalu mengapa orang melakukan modifikasi mobil segala?

Berikut ini ada alasan-alasan di balik "mengapa orang memodifikasi mobil mereka". Namun tentunya ini bersifat opini, ya Mas Bro. Selebihnya dikembalikan lagi ke individu masing-masing.

Meningkatkan Performa

Memang dasar manusia, ada saja ketidakpuasannya. Bahkan dari sisi performasi mobilnya saja kerap kurang puas, padahal kan cuma butuh mobil itu bisa jalan saja atau tidak.

Tapi ya tidak bisa begitu juga... Mengendarai mobil adalah sebuah meditasi bagi segelintir orang. Merasakan sensasi dengan kecepatan tertentu menjadi sebuah keharusan, ritual tersendiri. Mereka ingin mobil mereka untuk lebih lagi. Lebih cepat, lebih stabil, lebih efektif, lebih ringan, lebih aerodinamis, lebih grip ke jalan, dan lainnya.

Pabrikan membuat mobil dengan banyak pertimbangan. Mulai dari biaya, emisi, ketahanan sparepart, keamanan, konsumsi bahan bakar, hingga regulasi pemerintah. Kesemua faktor tersebut membatasi mobil untuk memiliki performa terbaiknya.

Bahkan mobil-mobil sport yang memang didesain untuk performa tinggi saja kerap terbatasi oleh faktor-faktor seperti emisi, cost, keamanan, dan regulasi pemerintah lainnya.

Inilah mengapa orang kemudian memodifikasi mobilnya. Mereka merendahkan ground clearance untuk meningkatkan stability dan aerodinamis. Mengganti intake dengan cold air intake untuk pasokan oksigen yang lebih banyak. Mengganti exhaust system untuk gas buangan yang lebih lancar. Mengganti ban dengan grip yang lebih mencengkram ke jalan, dan lain sebagainya.

Tampil Unik

Sudah naluriah, orang-orang ingin sekali mendapat perhatian, tampil berbeda dan mengekspresikan gayanya tersendiri. Inilah kenapa sektor eksterior seringkali menjadi fokus utama orang dalam melakukan modifikasi mobilnya. Mobil standar dianggap memiliki tampilan yang pasaran dan membosankan.

Modifikasi di sekitaran bodi yang paling sering dijumpai adalah mengganti pelek dengan pelek aftermarket. Beberapa lainnya juga memasang rear wings ataupun menghias mobilnya dengan stiker.

Modifikasi yang lebih advance pun kerap dilakukan seperti misalnya penggunaan bodykit, pengaturan camber sekaligus fitting proper wheels yang lebar, penggunaan part aero seperti canard, diffuser atau wings, dan lainnya. Modifikasi seperti ini bukan hanya sekadar agar terlihat stand out. Efek aero akan berpengaruh pada kestabilan mobil terutama pada handling di kecepatan tinggi.

Kebutuhan Sehari-Hari

Seperti disebutkan sebelumnya, pabrikan mobil membuat unitnya dengan banyak pertimbangan. Selain itu, produsen pun membuat mobil secara umum yang sangat dipengaruhi oleh faktor biaya produksi. Sedangkan konsumen punya karakteristik dan kebutuhan yang sangat beragam. Oleh karena itu, banyak orang yang memodifikasi mobilnya sesuai dengan kebutuhan penggunaan atau karakter pemiliknya.

Misalnya, pemilik mobilnya tinggal atau baru pindah ke daerah yang kondisi jalannya memang tidak kondusif. Akhirnya ia memutuskan untuk menambah ground clearance dan mengganti ban offroad ala mobil 4WD biar lebih optimal berkendara.

Contoh lainnya, mobil yang digunakan untuk bisnis travel/taksi online di modifikasi untuk lebih irit bensin. Yang paling efektif di antaranya adalah dengan melakukan tuning/remap ECU.

Tidak nyaman dengan kestabilan dan handling mobil pada saat mobil melaju cepat di jalan tol juga bisa dengan solusi merendahkan mobil. Atau mengganti pelek yang lebih lebar dan memasang stabilizer/anti rol bar.

Hobi

Nah, ini yang paling subyektif, hobi adalah perihal hasrat. Mobil bisa dibilang juga sebagai big toy. Mainan selayaknya anak kecil yang gemar dengan mobil-mobilan. Mereka melakukan modifikasi mobil karena itulah kegemaran mereka atau kerap juga dijadikan sebagai tempat "pelarian" mereka.

Kesukaan ini memang berbeda-beda. Ada yang hobi modifikasi performa mesinnya, ada yang fokus modifikasi tampilan eksterior, ada yang gemar otak-atik audio dan interior, dan sebagainya.

Modifikasi akan terus dilakukan selama mobil standar masih terus diproduksi. Sebuah mobil proyek modifikasi dirasa tidak akan pernah selesai alias terus dimodifikasi.

Hingga akhirnya bisa dibilang era modifikasi pun akan berlanjut seiring perkembangan industri pabrikan mobil itu sendiri. Ya, era mobil listrik mulai ada di depan mata. Lalu bagaimana tradisi modifikasi ini akan bertahan dan beradaptasi?

SAMPAIKAN KOMENTAR