Membangun Mobil Modifikasi yang Proper
19
Jun
2019
0 Comment Share Likes 1708 View

Para Pria Intersport pasti ingin memiliki mobil yang tampil berbeda dan tentunya ingin dapat menggambarkan karakter diri. Tentunya telah mulai dapat gambaran tentang bagaimana langkah dalam melakukan modifikasi. Terlebih setelah membaca dari artikel kami yang mengenai ‘Memilih Tema Modifikasi Demi Mobil Kesayangan’.

Setelah menentukan tema yang sesuai karakater pribadi, para Pria yang Berselera Tinggi tentunya mengetahui bagian atau komponen apa saja yang wajib disentuh agar hasil karya dalam memodifikasi tidak salah langkah. Jika masih belum mengetahui tentang bagian atau komponen apa saja yang wajib disentuh, anda bisa membaca dalam ulasan kami sebelumnya tentang Bagian Yang Wajib ‘Disentuh’ Demi Proper Car.

Paling tidak ada lima bagian dari mobil yang wajib anda lakukan ubahan, demi mendapatkan hasil maksimal menjadi ‘Proper Car’ modification. Dengan memodifikasi ala proper car, anda akan mendapatkan hasil lebih baik dan nyaman sehingga dapat berkendara dengan aman. Bagi yang belum mengetahui, kenapa modifikasi ala ‘Proper Car’, menjadi wajib dilakukan. Silahkan simak pada artikel Modifikasi ala Proper Car, Kenapa Menjadi Acuan Wajib.

Gaya modifikasi proper saat ini menjadi sebuah trend dan menjadi acuan modifikasi, terutama di kota-kota besar, khususnya pulau Jawa. Sementara itu, di daerah lainnya juga mulai berkembang ke arah yang benar. Walau masih ada beberapa yang belum melakukan modifikasi ala ‘Proper Car’, terlebih semakin jauh dari Pulau Jawa masih mengacu standar modifikasi yang sedikit berbeda.

Dengan tetap memperhatikan unsur Kenyamanan, Keamanan dan pastinya Style dalam melakukan modifikasi yang Proper dapat dilakukan dengan mudah. Jadi tidak berlebihan ketika melakukan modifikasi atau disebut ‘Ricer’ oleh Car Enthushiast. Ingat tampil beda wajib, tapi jangan NORAK yaa.

Kenapa Harus Memodifikasi?

Alasan melakukan Modifikasi adalah untuk mendapatkan performa lebih baik ataupun hanya sekedar mendapatkan tampilan mobil yang lebih baik. Pada dasarnya, kata ‘modifikasi’ sebenarnya memiliki arti ‘pengubahan’, yang secara konsep adalah mengubah dari suatu nilai benda yang memiliki fungsi tertentu menuju ke fungsi benda yang lebih baik. Jadi seharusnya modifikasi membuat mobil jadi lebih baik, secara tampilan maupun fungsi. Maka sudah seharusnya modifikasi tepat guna (proper) menjadi dasar modifikasi mobil di Indonesia.

Dalam membangun mobil modifikasi yang proper ada dua point utama sebagai hal wajib.

  1. Originalitas & kualitas komponen yang di gunakan

Pengertian originalitas disini bukan hanya mengacu pada barang OEM (original equipment manufacturer) yang dikeluarkan langsung oleh pabrik pengusung mobil tersebut, tetapi termasuk produk-produk after market yang sudah memiliki proses pembuatan yang tepat serta telah lolos proses dari quality control. Biasanya komponen – komponen original memilik Part number dari masing-masing pabrikan. Adapun merek-merek aftermarket yang cukup popular di kalangan car enthusiast seperti HKS, Brembo, enkei dan lainya.

Hal yang perlu diperhatikan adalah originalitas product tersebut , beberapa oknum-oknum demi  keuntungan semata membuat product replika dan menjualnya dengan harga lebih murah. Tentunya harga lebih murah dengan tidak mempertimbangkan beragam ‘aspek’ penting dari sebuah produk membuat kualitas komponen tidak dapat dapat disamakan dengan yang asli. Pastinya dapat mempengaruhi kenyaman dan keselamatan penggunanya.

Sebagai contoh yang marak di kalangan komunitas mobil adalah velg replica, tidak banyak yang mengetahui tentang perbedaan velg replica dan velg asli. Pada umumnya, velg replica memiliki bobot yang lebih berat sehingga kerja pada kaki-kaki mobil perlu tenaga extra dan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah sisi keselamatan, velg replica ini memiliki kualitas yang patut di pertanyakan apalagi bila digunakan di jalan yang tidak rata, velg tersebut akan mudah hancur dan menyebakan kecelakaan.

 

Berikut contoh ilustrasi velg original dengan replica.

 

 

Dampak velg replica dan perbedaan velg asli dan replika

Selain velg ada juga yang memodifikasi interiornya dengan jok yang sporty. Cukup banyak jok-jok replika yang banyak dijual dipasaran. Pemakaian jok replika tersebut dapat membahayakan karena kualitas dari sisi rangka jok tersebut ada kemungkinan tidak cukup kokoh untuk menahan bobot terutama pada saat akselerasi tinggi. Khusus jok balap atau bucket seat yang masih digunakan untuk balap, sebenarnya ada batas usia pemakaian sesuai dengan ‘Homologasi FIA’.

Jadi dari pada membeli jok sport replica, mungkin lebih baik melakukan modifikasi dengan mengubah jok bawaan pabrik dengan trimming menggunakan kulit atau suede. Biaya yang dikeluarkan pun tentunya lebih rendah dengan hasil maksimal.


 
 

  1. Pemasangan dan keselarasan seluruh modifikasi

pemasangan komponen yang tidak tepat tentu akan mempengaruhi kenyamanan dan keselamatan pengendaranya, sehingga faktor pemasangan harus sesuai dengan prosedur yang tepat  dan wajib dilakukan oleh ahlinya. Selain dari pemasangan komponen perlu di perhatikan juga keselerasan antar komponen , estetikanya baik dari sisi eskterior , interior , hingga mesin dan perlu disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

 

Contoh modifikasi yang cukup sering di lakukan oleh masyarakat adalah menggunakan velg yang lebar dengan harapan mobil menjadi lebih stabil karena penampang ban yang menyentuh tanah juga semakin lebar . Akan tetapi sebagian pemilik mobil menggunkan velg yang sanggat lebar den melewati batas body mesin akibatnya ban akan  keluar dari body mobilnya (gambar A) dan ada potensi terjadi “gesrot”. Dari sisi estetika mobil menjadi terlihat kurang enak, perlu ada penyesuaian tambahan seperti menambahkan widebody (gambar B) atau mengalah dengan menggunakan velg yang lebarnya menyesuaikan body mobil tersebut (gambar C).

Penggunaan komponen eksterior dari mobil lain juga dianggap tidak proper. Beberapa pemilik mobil yang menganggap komponen mobil lain lebih menarik ketimbang mobilnya sendiri sehingga memaksakan komponen tersebut dapat digunakan dan hasilnya agak sedikit ‘nyentrik’ dan ada juga menanggapnya menjadi alay karena hasilnya tidak lagi terlihat seperti bentuk aslinya. Perubahan mekanisme pintu juga dianggap tidak proper karena mengurangi faktor keselamatan.

Tidak sedikit pemilik mobil mengubah mekanisme pintunya dari model conventional menjadi model scissor agar terlihat keren ala-ala mobil sport. Hal ini dapat membahayakan penggunanya dari sisi kelistrikan mobil dan bila terjadi kecelakaan, orang yang ingin menolong akan kesulitan membuka pintu karena tidak mengetahui sang pemilik mengubah mekanisme pintunya. 

Contoh Mobil modifikasi yang tidak proper

Sebagai contoh hasil modifikasi yang mengeluarkan biaya besar tetapi tidak proper, bisa dilihat pada gambar di atas. Mungkin sebagian dari anda pasti bertanya-tanya mobil apakah tersebut? Mobil modifikasi tersebut menggunakan basis Mazda Rx-7 dengan menggunakan bamper depan , lampu depan Nissan fairlady Z370 dan lampu belakang Mazda RX-8. Mekanisme pintu dari model konfensional dirubah menjadi scissor door. Bagi pecinta mobil yang sesungguhnya akan menanggap modifikasi tersebut sudah ketinggalan zaman.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR