Memahami Tentang Body Kit Demi Proper Car
02
Jul
2019
0 Comment Share Likes 452 View

Tentunya para Pria Intersport telah mengetahui tentang aerodinamika yang begitu penting pada sebuah mobil. Secara singkat, aerodinamika menjadi konsentrasi utama bagi para produsen mobil agar setiap mobil yang mereka luncurkan dapat meminimkan hambatan angin. Namun jika ingin lebih mengetahui dan semakin memahami tentang sangat berperannya Aerodinamika, silahkan kembali membaca artikel ‘Aerodinamika Bagian Terpenting Pada Mobil’.

Lalu bagaimana jika mobil yang dimiliki masih belum menunjang atau ingin meningkatkan dalam urusan aerodinamika? Cara termudah demi mengatasi hambatan angin, saat ini banyak yang menyediakan ‘body kit’ after market. Mulai dari yang hanya tinggal memasang atau add-on, hingga yang harus melakukan kostum agar sesuai dengan kebutuhan. Tetapi ada yang harus diperhatikan dalam memilih body kit secara kostum, pastikan tidak berlebihan atau sesuai kebutuhan agar hasil modifikasi tetap Proper Car.

Secara fungsi, body kit memang dapat mengubah tampilan secara instan. Cukup banyak body kit yang hanya sekedar variasi demi meningkatkan penampilan. Atau pun pemasangan yang tidak tepat atau tanpa memperhitungkan dari kebutuhan, hasilnya jadi tidak memberikan fungsi sama sekali. Ujungnya malah bobot dari mobil makin meningkat dan bahan bakar jadi boros.

Body kit pun terdiri dari beberapa bagian, mulai dari spoilerside skirt dan lainnya. Khusus untuk spoiler cukup paling populer digunakan oleh modifikator. Namun yang harus diperhatikan adalah penggunaan body kit adalah penggunaannya akan sangat berdampak ketika mobil melaju dalam kecepatan tinggi karena demi mengurangi turbulance.

Jadi pemasangan body kit bukan sekedar mengejar tampilan atau mengubah style, walau tidak dapat dipungkiri dapat 'mempercantik' eksterior mobil. Terlebih hampir semua Agen Pemegang Merek saling berlomba dalam menyediakan body kit Original Equipment Manufacturer (OEM). Tujuannya tentu meningkatkan aerodinamika melalui body kit.

Secara teknis, body kit yang digunakan memiliki tugas memberikan efek Downforce. Tetapi penggunaannya sangat disesuaikan dengan letaknya. Untuk lebih memahami, berikut ringkasannya

  • Bumper

Bumper mobil terdiri dari bagian depan, belakang dan samping. Untuk body kit bagian bawah dipasang pada bagian bumper ataupun side skirt. Tujuan utama dari pemasangan bumper ini adalah untuk memberikan ground clearance agar mobil semakin rendah. Disain pun dibuat sedemikian rupa dengan maksud dapat mengurangi frekuensi udara yang masuk ke bagian bawah mobil.

Manfaatnya adalah saat mobil melaju dalam kecepatan yang tinggi, angin yang masuk ke bawah bodi mobil dapat membuat mobil jadi melayang. Dengan menggunakan bumper yang telah mengalami disain akan meminimalkan atau bahkan mencegah terjadinya efek turbulance.

  • Spoiler

Spoiler yang berada dibagian belakang mobil, memang memberikan kesan sporty. Namun secara fungsi, spoiler dapat memberikan tambahan efek downforce saat mobil melaju kencang. Angin memang dapat menjadi musuh utama mobil. Gaya angkat yang terjadi pada saat mobil dalam kecepatan tinggi bisa membuat terasa melayang dan kurang stabil, sehingga handling pun menjadi berkurang.

Dengan menggunakan spoiler, traksi pada mobil saat angin berusaha membuat mobil terangkat dapat terjaga.

  • Wing

Selain spoiler, pada bagian belakang mobil juga dapat dipasangkan yakni wing atau sayap. Walau memiliki persamaan dengan spoiler, tetapi wing atau sayap lebih diperuntukan bagi mobil - mobil balap. Jadi pengunaan pada mobil harian lebih ke unsur 'style'. Kebutuhan tetap menjadi patokan dalam mendapatkan proper car modification.

  • Side Skirt

Dengan posisi berada pada kedua sisi mobil, side skirt berfungsi dalam mengurangi tekanan tinggi udara dari sisi samping mobil. Posisi pemasangan side skirt harus rendah mungkin, tujuannya agar menjaga udara dengan tekanan tinggi bergerak pada bagian bawah mobil.

Bahan Penentu Kualitas Bidy Kit

Untuk memaksimalkan body kit, material yang digunakan pun juga harus mumpuni. Bahan yang digunakan pada body kit mobil memiliki pengaruh besar. Paling tidak ada tiga jenis material yang kerap digunakan pada body kit seperti

  • Plastik

Bahan plastik lebih sering ditemui di Indonesia dan cenderung banyak digunakan sebagai bahan membuat replika body kit merek terkenal. Dengan harga yang cenderung murah, bahan plastik sangat mudah untuk dibentuk sesuai molding. Secara keunggulan, body kit dengan bahan plastik lebih mudah mengejar keakuratan atau presisi.

Daya tahan terhadap benturan termasuk bagus dan mudah menerima aplikasi warna atau cat.

  • Fiberglass Reinforced Plastics(FRP)

Beda dari plastik, FRP ini jauh lebih mahal atau lebih tinggi 2 - 3 kali lipat dari bahan plastik. Walau lebihahal, tidak menjadi jaminan akan kualitas body kit dengan bahan ini. Permukaan bahan ini kurang durable dan appearance-nya bisa berubah. Jika terjadi benturan akan langsung patah atau pecah dan pastinya tingkat kepresisiannya kurang sempurna. Tetapi serat pada Fiberglass Reinforced Plastics tentunya ebih kuat benturan dan juga tingkat kelenturannya lebih baik dibanding bahan body kit mobil lainnya.

  • Polyurethane (PU)

Bahan PU ini tergolong murah dengan ongkos cetakannya juga murah, mirip seperti bahan Fiberglass. Tetapi yang harus diperhitungkan adalah bobotnya yang lebih berat jika dibandingkan dengan fiberglass. Untuk menyesuaikan kebutuhan warna, proses pengecatannya juga memiliki kerumitan. Kelemahanyaitu jika mengalami kerusakan jenis bahan ini akan sulit untuk di reparasi.

  • Polyurethane RIM (PU RIM)

Bahan ini tidak jauh berbeda dengan bahan PU, namun lebih memiliki tingkat kelenturan yang lebih baik. Bahkan hampir mendekati kelenturan bahan karet.

  • Plastik PP (Polypropylene) Injection Molding

Bahan ini biasa digunakan pada aksesories -aksesories standar pabrikan atau original. Dengan karakteristik yang lentur dan stabil serta ditambah juga dengan teknik produksi menggunakan injeksi molding membuat bahan ini menjadi yang terbaik untuk bahan bodykit. Namun biaya pembuatan cetakannya sangat mahal, sehingga kuantitas sangat mempengaruhi harga jual bodykit dengan bahan Plastik PP ( Polypropylene ) Injection Molding.

  • Plastik ABS

Dengan bahan dasar lastik ABS membuat body kit ini memiliki kelenturan yang cukup baik. Bobot yang dihasikan cukup stabil dengan investasi cetakan tidak semahal PP. Hal ini yang membuat body kit dengan bahan plastik ABS dapat bersaing dengan body kit berbahan dasar PP. Padahal kualitas keduanya hanya berbeda tipis.

  • Carbon fiber

Carbon fiber atau plastik yang diperkuat serat karbon adalah material komposit dengan diperkuat oleh bahan fiber. Bahan plastik yang biasa digunakan adalah epoxy, namun ada pula yang memilih menggunakan bahan polyester atau vinylester. Pada dasarnya serat karbon memiliki tingkat kekuatan dan 'kaku' namun secara bobot lebih ringan.

Proses pembuatannya juga termasuk mudah, hal tersebut yang membuat bahan ini dipercaya dalam pembuatan kontruksi dari pesawat. Dengan banyak kelebihan dari carbon fiber, nilai harganya tentu lebih tinggi dari bahan lainnya. Tingkat 'pride' sang pemilik mobil yang menggunakan bahan ini pada body kit dapat langsung meroket.

Jadi dengan informasi diatas, para Pria dengan Selera Tinggi pasti telah mengetahui body kit yang sesuai dengan kebutuhan. Lalu kira - kira bahan apa yang layak digunakan agar tampilan mobil berjalan lurus dengan acuan modifikasi yang proper?

SAMPAIKAN KOMENTAR