Melirik VW Beetle Roadster Hasil Restorasi Memminger Feine

Melirik VW Beetle Roadster Hasil Restorasi Memminger Feine

17Apr
INTERSPORT.ID ON 17 April 2018
INTERSPORT.ID ON 17 Apr 2018

VW Bettle atau akrab di Indonesia dengan sebutan VW Kodok memang sudah diberhentikan produksinya oleh Volkswagen. Terlebih model kendaraan ini salah satu yang tertua di industri otomotif.

Namun hal tersebut tidak menyurutkan animo para penggemarnya untuk mengkoleksi ataupun memodifikasi mobil ini. Dimana belum lama ini, perusahaan berbasis di Jerman Memminger Feine-Cabrios telah merestorasi sebuah VW Beettle produksi tahun 1992 yang dinamainya Beetle Roadster 2.7.

Tidak seperti Beetle terbaru, mesin Roadster 2.7 ditempatkan di tengah mobil dan dipasangkan ke gearbox manual 5-kecepatan. Memang perusahaan tidak memberikan spesifikasi kendaraan secara pasti, namun diketahui Beetle Roadster 2.7 menggendong mesin boxer empat silinder berpendingin udara 2.7 liter, mengambil beberapa inspirasi dari Tipe 4 yang didukung model VW 411 dan 412. Outputnya cukup mengesankan dengan tenaga maksimal 210 HP (156 kW) dan torsi 182 lb-ft (247 Nm).

Selain mesin yang ditingkatkan, kendaraan ini juga mendapat rem cakram dari Porsche 911 klasik, suspensi diperkuat, velg 18-inci ringan, dan ban chunky. Hasilnya adalah berat kendaraan ini hanya 1.763 lbs (800 kg) cukup menyenangkan untuk dibawa berlari.

Bicara eksterior, mobil ini mirip dengan Porsche Speedster klasik ditambah dengan interior yang sedikit lebih modern atau up to date yang bernuansa mobil balap klasik. Sehingga banyak menyebut ini adalah ‘Beetle Modern’.

VW Beetle Berhenti Produksi

Bicara soal berhentinya produksi, Frank Welsch selaku pimpinan R&D Volkswagen mengatakan kalau posisi Beetle, Golf dan Eos Cabriolets bakal digantikan oleh T-Roc Convertible.. Sedangkan peran produk yang mewarisi nilai historis, diemban oleh mobil elektrik I.D. Buzz yang berwujud microbus.

November lalu, Herbert Diess selaku Chairman mengatakan, Beetle bertenaga baterai akan jadi produk yang jauh lebih baik ketimbang model dengan mesin pembakaran. Pasalnya, dengan menggunakan baterai dan motor elektrik penggeraknya bisa dipasang di belakang, sehingga sama dengan Beetle klasik yang juga berpenggerak roda belakang.

Namun, nampaknya generasi penerus Beetle berjantung elektrik, tidak direstui kelahirannya. Hal itu di karenakan dorongan publik yang terus menanyakan soal I.D. Buzz, sehingga memilih untuk mengakhiri Beetle hanya sampai lima generasi.

Selain itu bro, Sebab lainnya adalah rendahnya angka penjualan. Slot produksi VW Kodok juga dibutuhkan untuk memberikan kesempatan produksi model lain, di tengah terbatasnya kapasitas pabrik. 

Tahun lalu misalnya, penjualan VW Kodok hanya mencapai angka 64 ribu unit. Padahal, dua tahun sebelumnya, produksinya mencapai lebih dari 1 juta unit. Sementara pabrik-pabrik yang merakit VW Kodok kabarnya beralih ke produksi Tiguan. 

Kabar ini juga berkaitan dengan penghematan yang harus dilakukan VW. Mereka harus mengencangkan ikat pinggang demi menuntaskan ganti rugi di kasus Dieselgate.

Tentu tidak menguntungkan terus memproduksi model yang tak terlalu laris. 

Kini VW Beetle modern siap bergabung di museum dengan VW Beetle klasik. Kalau memang benar VW Kodok tak diproduksi lagi, saatnya mengucap salam perpisahan. Karena tak dipungkiri kalau VW Beetle eh VW Kodok punya peran penting dalam sejarah otomotif dunia. 

Sumber Foto: Yahoo

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN