Mazda 3 Skyactiv-X Diklaim Belum Cocok Mengaspal Di Tanah Air
16
Jul
0 Comment Share Likes 160 View

All-New Mazda 3 yang hair di GIIAS 2019 diketahui masih menggunakan mesin lama, yaitu Skyactiv-G empat silinder berkapasitas 2,0 liter yang diberi sedikit pengembangan untuk mengejar efisiensi dan performa yang lebih baik. Padahal, Mazda sudah memiliki mesin berteknologi baru yang kabarnya memang disiapkan untuk Mazda 3. Mesin tersebut dinamakan Skyactiv-X, namun mesin ini tidak ditanamkan pada Mazda 3 karena diyakini belum cocok untuk pasar di Tanah Air.

Kenny wala, selaku Product Planner PT. Eurokars Motor Indonesia mengatakan bahwa seandainya mesin ini dipakai duluan pun, pasti akan dipakai ke negara-negara yang secara infrastrukturnya sudah siap dan memadai. Di Indonesia sendiri, mesin tersebut dianggap belum cocok dengan bensinnya. Skyactiv-X itu juga sudah memasuki Euro 6.

Mesin Skyactiv-X diklaim masih dalam fase perkenalan dan baru mulai dipasarkan. Pemasarannya pun belum merata, karena mesin ini baru di pasarkan di pasar terpilih seperti kawasan Eropa dan Jepang. Sedangkan untuk pasar Amerika Utara, masih belum ada rencana untuk dimasuki dalam waktu dekat.

Ternyata, kualitas bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan utama mengapa mesin canggih belum tentu cocok di Indonesa. Kenny Wala menegaskan bahwa masalahnya bukan hanya dari segi RON saja, tetapi dari kualitas secara keseluruhan. Mungkin saja, bensin RON 98 di Indonesia kualitasnya masih lebih rendah dibandingkan dengan RON 95 di negara lain. Hal tersebutlah yang menjadi penentu bagi para pihak prinsipal dalam menentukan mesin yang cocok untuk sebuah negara tertentu.

Perlu diketahui bahwa Skyactiv-X sendiri bisa dibilang sebagai mesin yang unik serta canggih karena memiliki sejumlah metode yang tak terpikirkan oleh produsen mobil lain yang sejenis. Hal inilah yang dianggap sebagai kemajuan dari mesin pembakaran internal atau internal combustion yang masih dipertahankan oleh Mazda. Produsen mobil asal Jepang ini meyakinkan bahwa masih banyak cara untuk mengoptimalkan mesin konvensional naturally aspirated yang tak kalah efisien dan ramah lingkungan dibandingkan dengan mesin hybrid. Mesin ini juga merupakan mesin bensin pertama yang menggunakan skema kompresi yang mirip dengan mesin diesel. Metode pembakarannya sendiri memanfaatkan teknologi Homogeneous Charge Compression Ignition (HCCI). Konfigurasi mesin empat silinder berkapasitas 2,0 liter ini dapat menghasilkan tenaga hingga 177 hp dan torsi 224 Nm.   

SAMPAIKAN KOMENTAR