Kenapa Sih, Toyota Bikin Merek Lexus?
13
Aug
2019
0 Comment Share Likes 562 View

Bagi sebagian besar Pria Intersport mungkin sudah tahu apa itu merek Lexus. Seperti yang awam tahu, Lexus sering disebut merek mobil buatan Toyota yang khusus membuat mobil-mobil mewah. Namun pertanyaan berikutnya adalah; mengapa bukan Toyota saja yang bikin mobil mewahnya? Mengapa harus bikin merek mobil baru? Nah, biar jelas alasannya, yuk simak ulasan berikut ini.

Berdasarkan catatan sejarah, misi besar Toyota sudah dimulai sejak tahun 1983. Misi besar tersebut diawali ketika Presiden Direktur Toyota Corporation kala itu, Eiji Toyoda membentuk sebuah tim yang terdiri dari para engineer terbaik. Para kumpulan ahli itu dikumpulkan guna membuat mobil mewah yang bisa mengalahkan merek mobil Eropa seperti BMW, Mercedes, Audi dan Jaguar. Langkah ini pun disambuat baik, maka pada 1985 Toyota mengirimkan sebuah tim rahasia ke Amerika untuk meneliti para orang kaya di sana.



Penelitian rahasia itu pun membuahkan hasil yang menarik. Intinya, mereka harus membuat mobil mewah tapi tidak dengan merek Toyota.

Toyota pun membuat mobil mewah dengan nama merek Alexis. Sayangnya, nama ini dinilai kurang membawa hoki bagi pabrikan asal Jepang tersebut. Jenama Alexis ternyata mirip-mirip dengan judul serial kartun TV populer saat itu. Sehingga nama Alexis dinilai cukup membingungkan bagi banyak orang. Nama itu pun kemudian diganti Toyota dengan membuang huruf pertama dan mengganti huruf "i" jadi huruf "u". Ya, merek ini kemudian bertahan hingga sekarang dengan nama Lexus.

Lexus sendiri punya arti "kemewahan dan keanggunan" bagi sebagian orang. Selian itu kebetulan atau tidak, ternyata LEXUS juga menjadikan akronim "Luxuary Export To The U.S." alias "Ekspor Kemewahan ke Amerika Serikat". Pas banget, kan, dengan misinya yang memang ingin membuka pasar otomotif Amerika Serikat dengan menyodorkan produk mewah.



Tidak melulu soal pasar, salah satu hal yang membuat Toyota tertarik untuk membuat mobil kelas premium ini adalah karena rival mereka rata–rata mempunyai merek tersendiri untuk membangun mobil mewah mereka. Seperti misalnya merek Honda. Pabrikan asal Jepang ini juga rupanya sudah punya merek mobil mewah lebih dulu yaitu Accura. Lain lagi dengan Nissan, merek mobil yang juga dari Negeri Sakura itu punya jenama mewah, Infiniti. Toyota makin panas dengan wacana Mazda yang akan mengeluarkan merek mobil mewah Amati kala itu. Namun sayang, jenama mewah Mazda dibatalkan dan hanya sebatas wacana saja.

Pakai Kode Rahasia Selama Proyek Dikerjakan

Demi menjaga kerahasiaan proyeknya tersebut, Toyota memberi nama proyek F1. Bukan Formula One, melainkan sebuah singkatan dari arti F (Flagship / unggulan) dan 1 (Vehicle One / mobil nomor satu). Proyek ini ditargetkan untuk bisa mengikuti kesuksesan mobil Toyota Supra dan Toyota Cressida yang waktu itu mampu meraih hasil penjualan yang sangat mengagumkan. Proses panjang dan kompleks pun dimulai dengan melibatkan 60 desainer mobil, 24 tim teknik, 1400 enggineer, 2300 teknisi, 220 pekerja tambahan dan 440 prototipe kendaraan serta modal pengembangan yang mencapai 1 miliar dolar AS, akhirnya proyek besar 'super secret' Toyota rampung juga.

Kemudian pada tahun 1989 menjadi tahun bersejarah dengan peluncuran produk pertama Lexus LS 400. Mobil ini merupakan sebuah SUV yang dibenamkan mesin V8 dengan kubikasi 400 CC di depan dengan sistem penggerak roda belakang (FR / Front Enggine Front Drive).

Sejak peluncurannya, mobil ini sangat dikenang lantaran tingkat kebisingannya yang sangat rendah, tenaga mesin besar, aerodinamika yang baik serta interior yang sarat material dan aura kemewahan. Selain itu, harga LS 400 yang dilansir Lexus pun nyatanya lebih murah dari pesaing mereka semisal Mercedes-Benz dan BMW.



Tingkat kehalusan mesin bukan sekadar gimik, Lexus benar-benar membuat sebuah percobaan dengan meletakkan tumpukan gelas kristal dan menyusunnya seperti piramida tepat berada di atas kap mesin LS 400. Hasilnya pun sukses mencengangkan khalayak. Suara mesin yang halus serta getaran yang sedikit tidak membuat air dalam gelas itu tumpah.

Toyota patut berbangga karena Lexus nyatanya tidak hanya sukses dibuat dan dikembangkan namun juga mampu menggaet konsumen loyal di Amerika. Prestasi tersebut praktis berimbas buruk terhadap pesaingnya seperti BMW yang mengalami penurunan penjualan 19% dan Mercedes-Benz yang mengalami penurunan penjualan 29%.

Lexus di Kejuaraan Balap

Lexus memasuki dunia motorsport pada tahun 1999 ketika divisi racing mereka, Team Lexus menurunkan 2 unit GS 400 di Motorola Cup. Menariknya, pada tahun itu pun Lexus mendapatkan kemenangan pertmanya di lomba keenam di Road Atlant.

Dua tahun berikutnya, tahun 2001 Team Lexus mengikutkan 3 unit IS 300 di kejuaraan Grand-Am Cup di Phoenix, Arizona. Team Lexus memenangkan lomba pertama dengan IS 300nya di Virgina International Raceway.

Setelah peluncuran merek Lexus di Jepang pada 2005, Lexus segera berpartisipasi dengan 4 buah SC 430 Coupe di seri Super GT di All Japan Grand Touring Car Championship. Pada 2006, Lexus bahkan sudah memenangi kejuaraan GT500 dengan Andre Lotterer dan Juichi Wakisaka sebagai pilotnya.



Pada 2006 Lexus pun kemudian menggunakan mobil hybrid GS 450h di kejuaraan Tokachi 24 Jam di Hokkaido, Jepang. Lexus Kanada juga menggunakan unit yang sama di ajang Targa Newfoundland.

Bicara soal lomba balap ketahanan 24 Jam, Lexus juga turun di Daytona 24 Jam. Lexus memenangkan 15 lomba setelah bergabung pada 2004 dan menjadi runner-up pada 2005, hingga menjadi juara pada 2006. Capaian tersebut merupakan kemenangan pertama bagi merek mobil mewah.

Tahun 2007, Lexus sukses mempertahankan gelar juaranya di kejuaraan ini. Lexus LF-A dan IS F juga pernah berlomba di kompetisi VLN dan Nurburgring 24 Jam, Jerman mulai 2008.

SAMPAIKAN KOMENTAR