Kenapa Mesin Diesel Modern Harus Gunakan Solar Berkualitas Terbaik?
05
Jan
0 Comment Share Likes 80 View

Sejatinya setiap kendaraan dapat bergerak karena adanya sebuah mesin yang menjadi jantung penggerak. Mesin yang menggerakkan sebuah kendaraan terbagi menjadi dua jenis yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Nah, kali ini kita akan membahas tentang sebuah mesin diesel terkait dengan perkembangannya.

Awalnya sebuah mesin diesel hanya merupakan sebuah mesin diesel konvensional. Untuk mesin diesel konvensional, sistem kerjanya masih sangat tradisional dan belum dilengkapi dengan banyak teknologi. Untuk itu, mesin diesel konvensional tak memiliki tenaga yang besar.

Seiring perkembangan zaman, mesin diesel pun ikut mengalami perkembangan. Pada mesin diesel modern ini kerap disebut dengan nama mesin diesel common rail. Nah perbedaan utama antara mesin diesel konvensional dengan mesin diesel common rail adalah terletak pada sistem kontrol bahan bakarnya.

Untuk mesin diesel konvensional masih mengandalkan gerakan kabel besi penghubung dari pedal gas, putaran komponen yang bisa menggeser pintu besar atau kecilnya solar, dan lain-lain. Dengan kata lain sistem distribusi bahan bakar mesin diesel konvensional masih mekanikal. Jadi semakin dalam menginjak pedal gas, semakin banyak bahan bakar yang dikirimkan.

Sedangkan untuk mesin diesel common rail, mulai dari injakan pedal gas, rpm mesin, panas mesin, dll diatur oleh sensor. Itu semua pakai Electronic Control Unit atau disebut ECU atau komputer untuk menentukan kapan dan berapa banyak solar yg harus di semprotkan ke dalam ruang bakar.

Halaman selanjutnya

Jadi bahan bakar yang dipakai atau disemprotkan sesuai dengan kebutuhan mesin. Hal ini yang membuat mesin diesel common rail lebih efisien dan bertenaga dibanding mesin diesel konvensional. Namun, teknologi common rail ini wajib dipadu dengan turbocharger dan sistem direct injection. Konsekuensinya tekanan pada sistem bahan bakar mesin diesel common rail sangat tinggi. Tekanan bahan bakar diesel common-rail berkisar 1.600-2.000 bar sedang dieselkonvensional hanya mencapai 176-225 bar.

Oleh karena tekanan sistem bahan bakarnya tinggi, mesin diesel common railmembutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi yang rendah kandungan sulfur. Untuk bahan bakar disel yang tidak memiliki kualitas yang bagus memiliki kandungan sulfur yang sangat tinggi. Jika solar yang kurang bagus ini dimasukkan ke mesin disel common rail tentu bisa membuat mesin diesel common rail ini jadi cepat rusak.

Nah untuk menjaga mesin diesel common rail tetap prima, sebaiknya tetap menggunakan bahan bakar diesel dengan kualitas yang baik. Selain itu, untuk melengkapi sempurnanya kerja dari mesin diesel ada baiknya filter diesel tetap di perhatikan dan tetap dalam kondisi baik. Filter bahan bakar diesel dalam kondisi terbaik merupakan satu langkah untuk merawat sistem bahan bakar diesel.

Filter bahan bakar diesel itu sendiri bertugas sebagai penyaring partikel kotoran di bahan bakar. Partikel-partikel kotoran tersebut dikumpulkan oleh filter dan bila tidak dibersihkan atau dibuang, endapan partikel kotoran tersebut bisa terbawa hingga ke injektor. Selain itu, kandungan air hasil kondensasi di tangki bahan bakar dapat menyebabkan rusaknya filter bahan bakar diesel.

Pergantian filter bahan bakar wajib dilakukan jika sudah terlihat kotor. Injektor merupakan komponen penting yang mesti dijaga agar tidak tersumbat. Cara paling mudah dan murah membersihkan injektor diesel common rail adalah menggunakan produk pembersih berbentuk konsentrat yang dimasukan ke dalam tangki bahan bakar. Cara lain membersihkan injektor dengan cara purging dan ultrasonic. Membersihkan injektor wajib dilakukan baiknya tiap 4 bulan sekali.

1 2
SAMPAIKAN KOMENTAR