Kayak Apa Sih Mobil Barunya Para Menteri Jokowi?
10
Sep
2019
0 Comment Share Likes 330 View

Sebentar lagi para Menteri di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024 akan mendapatkan mobil dinas baru. Saat ini Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) masih terus mempersiapkan mobil baru mereka guna menunjang mobilitas para menteri. Kemensetneg juga tengah menyiapkan mobil dinas baru bagi para pejabat setingkat menteri, ketua dan wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), serta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), mantan Presiden dan mantan Wakil Presiden.

Adapun penggantian mobil dinas ini dikarenakan usia kendaraannya yang memang sudah terbilang lawas dan "penyakitan". Usia kendaraan para menteri ini disebut telah lebih dari 10 tahun. Pengadaan mobil dinas untuk Presiden dan para menteri terakhir kali dilakukan pada 2005 dan 2009 saat pemerintahan Presiden SBY periode kedua.

Berhubung usia mobil yang sudah tidak muda lagi, sering kali mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya tidak sedikit untuk perbaikan. Kondisi ini kemudian dinilai tidak layak untuk digunakan lagi oleh para pejabat negara. Atas pertimbangan teknis tersebut maka pengadaan mobil dinas baru pun dikabulkan.

“Membutuhkan biaya perawatan yang tinggi sehingga perlu diremajakan dengan pertimbangan teknis seperti faktor keamanan, keandalan, dan biaya pemeliharaan yang semakin mahal karena usia pemakaian,” ujar Asisten Deputi Humas, Kementerian Sekretariat Negara, Eddy Cahyono Sugiarto melalui keterangan resmi.

Dalam alokasi anggaran pengadaan kendaraan sebagaimana tercantum di Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2019 Kemensetneg, tercatat sebanyak 101 unit kendaraan baru telah dipesan. Sebelumnya pengadaan mobil dinas baru telah melalui pembahasan dan sudah mendapatkan persetujuan dari DPR. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2018 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2019.

Dalam proses pengadaan mobil-mobil untuk menteri ini, pihak Kemensetneg memulainya dengan membuka tender dengan menggunakan sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) atau online.

“Yang dalam prosesnya telah dikonsultasikan kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan juga merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 76/PMK.06/2015 tentang Standar Barang dan Standar Kebutuhan Barang Milik Negara Berupa Alat Angkutan Darat Bermotor Dinas Operasional Jabatan di Dalam Negeri,” jelas Eddy.

Sesuai hasil tender, diputuskan PT Astra International Tbk-TSO dinyatakan sebagai pemenang. Pihak Astra bersedia menyediakan Toyota Crown 2.5 HV G-Executive sebagai mobil dinas baru para penjabat menggantikan Toyota Crown Royal Saloon.

Spesifikasi Toyota Crown Royal Saloon

Toyota Crown Royal Saloon atau secara teknis disebut 2.5 HV G-Executive merupakan kendaraan sedan mewah yang tidak perlu lagi diragukan kualitas spesifikasinya. Kisaran harga Toyota Crown versi hybrid ini pun kabarnya mencapai 5,2 juta Yen atau Rp696 juta di Jepang.

Seperti namanya, Toyota Crown ini punya embel-embel HV sehingga sudah pasti diketahui merupakan mobil hybrid. Seperti mobil hybrid pada umumnya, Crown 2.5 HV G-Executive dibekali mesin konvensional berkapasitas 2.5 liter. Kalau mesin dan motor listrik bekerja bersamaan, mobil ini bisa menyemburkan tenaga maksimal hingga 223 hp dan torsi puncak mencapai 221 Nm. Mobil ini pun dibekali transmisi otomatis jenis Continous Variable Transmission (CVT).

Toyota Crown Royal Saloon memiliki panjang 4.910 mm, dan lebar 1.800 mm. Masuk ke dalam kabinnya, nuansa mewah pun tak bisa dielakkan. Hal ini tampak dari tersematnya material kulit berkualitas tinggi yang membukus jok. Dibagian tengah dasbor terdapat dua layar head unit, dengan ukuran berbeda yaitu 8 dan 7 inci.

Keluar dari nuansa mewah baik di eksterior maupun interiornya, mobil garapan Toyota ini juga sudah dibekali dengan beragam fitur keselamatan canggih yang masuk dalam paket teknologi Safety Sense Toyota Safety Sense II. Di antaranya Dynamic Radar Cruise Control, Lane Tracing Assist (LTA), Road Sign Assist, Adaptive High Beam System, Intelligent Clearance Sonar, Automatic High Beam dan Rear Cross Traffic Auto Brake. Serta tidak ketinggalan Rear Pedestrian Support Brake yang merupakan fitur keselamatan terbaru dan pertama kali disematkan Toyota di Crown 2.5 HV G-Executive.

Akan Tiba Bulan Ini

Sedan mewah berteknologi hybrid ini nantinya akan didatangkan langsung dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU) dari Jepang. Mobil akan disediakan PT Toyota Astra Motor (TAM). Selanjutnya, perusahaan yang juga menjadi Agen Pemegang Merek (APM) mobil Toyota di Indonesia itu menyalurkannya ke Auto2000.

Diprediksi Toyota Crown 2.5 HV G-Executive ini akan tiba di Indonesia pada September ini. Setelah itu, tidak lama kemudian akan dikirim ke masing-masing menteri usai pelantikan yang rencananya dilakukan pada Oktober 2019.

“September akan masuk semua mobilnya. Perkiraan yang saya dengar informasinya dari diler kami bulan Oktober setelah pelantikan. Saya juga belum tahu waktu persisnya,” ungkap Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy, di Jakarta belum lama ini.

Anton menambahkan pihaknya harus mempersiapkan segala sesuatunya. Hal tersebut demi menghindari kekurangan atau cacat unit Toyota Crown 2.5 HV G-Executive saat nanti tiba.

“Ya, unitnya harus kita persiapkan juga. Total unitnya 101 Toyota Crown, total paketnya Rp147 miliar termasuk servis, dan lain-lain,” terang Anton.

Toyota Crown 2.5 HV G-Executive yang disiapkan untuk para menteri bukan kendaraan spesial, dalam artian sama seperti mobil-mobil mewah pada umumnya yang memiliki desain menarik serta fitur berlimpah.

SAMPAIKAN KOMENTAR