Jangan Langsung Dinyalain! Ini Penanganan Setelah Mobil Terendam Banjir
16
May
0 Comment Share Likes 103 View

Mau musim hujan atau bukan, yang namanya banjir pasti saja datang terutama di kota-kota besar macam ibukota Jakarta. Bagi Pria Intersport yang rutin mengendarai mobil, banjir bisa jadi momok untuk kesehatan si mobil.


Di luaran sana banyak tips mengenai cara menerobos banjir dengan mobil. Tapi nyatanya masih sedikit yang membahas tentang apa yang harus dilakukan atau penangan apa yang hendaknya diambil setelah mobil terendam banjir? Tanpa panjang lebar, ini dia beberapa tindakan yang bisa diambil setelah mobil terendam banjir.



1. Lepaskan Kabel Aki Mobil
Melepaskan kabel aki mobil harus segera dilakukan pasca mobil menerobos atau bahkan terendam banjir. Pelepasan kabel ini bertujuan agar terhindar dari risiko korsleting (hubungan arus listrik pendek). Kalau ini terjadi tentu bisa membuat komponen-komponen elektronik yang ada di dalam mobil pun rusak. Apalagi kalau mobil mas bro keluaran terbaru yang serba otomatis serta mengandalkan transmisi jaringan listrik. Wah... malah jangan sampai deh menerjang banjir. Kalaupun memang harus, coba perkirakan dulu keringgian genangannya, ya.

2. Jangan Menyalakan Mobil, Dorong!
Kondisi mobil yang terendam banjir adalah darurat. Jadi saat harus berpindah tempat ke lokasi yang lebih kering, mobil harus didorong ke pinggir atau ke tempat yang tidak tergenang air. Tapi ingat, jangan sekali-kali mencoba menyalakan mesin untuk meminggirkan mobil, bro.
Hal itu sangat berbahaya karena saat mesin itu dinyalakan pasca terendam banjir, maka bisa menimbulkan korsleting dan air yang masuk ke mesin menjadi lebih banyak lagi.



3. Rem Tangan harus Segera Dinonaktifkan
Langkah berikut setelah mobil terendam banjir adalah segera menonaktifkan rem tangan mobil mas bro sekalian agar rem kanvas tidak jadi lengket. Tindakan ini mirip dengan mobil yang ditinggal pergi dalam jangka waktu lama dan kita harus menetralkan dulu kondisi mesin saat akan mengendarainya.
Sebagai gantinya, agar mobil tidak bergerak terbawa arus banjir, gunakan batu untuk mengganjal atau memasukkan persneling atau perputaran gigi mesin ke gigi satu. Oiya, kondisi ini untuk mobil transmisi manual atau yang masih menggunakan rem tromol, ya.
Sedangkan untuk jenis mobil yang menggunakan mesin otomatis, transmisi atau perpindahan persneling bisa dimasukkan pada posisi parking (parkir) alias kondisi berhenti.

4. Kuras Tangki Bensin
Setelah mobil terendam banjir, bensin di dalam tangki berisiko tercampur dengan air. Jika pengurasan tangki bisa dilakukan sendiri, lakukan sesegera mungkin untuk memastikan bahwa tidak ada air yang tercampur dalam bensin.
Hal ini bisa meningkatkan potensi timbulnya karat pada tangki bensin. Jika demikian yang terjadi, maka akan mengganggu sistem pengapian dan membuat tangki bensin menjadi keropos. Alhasil, nantinya tangki akan gampang bocor dalam jangka panjang.



5. Keringkan Komponen Pengapian

Beberapa komponen pengapian seperti busi, karburator, saringan udara, koil, alternator, delco kabel-kabel juga cukup rawan rusak pasca mobil terendam banjir. Untuk itu sebaiknya keringkan komponen-komponen pengapian ini dengan baik.
Di samping itu, cek juga apakah komponen pengapian ini masih bisa berfungsi normal atau justru ada gangguan lain. Jika kurang teliti, dan ternyata komponen pengapian ini tidak berfungsi secara maksimal, maka mobil bisa mudah mogok. Jangan biarkan ini terjadi, karena kerusakan lebih lanjut justru akan memaksa mas bro merogoh kocek lebih dalam lagi.
Jika mobil menggunakan komponen ECU (electronic control unit), jangan ambil risiko untuk menindaknya sendiri, segera bawa saja ke bengkel resmi. Komponen ECU sangat sensitif dan berisiko mengalami kerusakan fatal akibat terendam air banjir. Butuh biaya yang cukup mahal kalau bagian ini terkena banjir.

6. Periksa Fungsi Audio Mobil

Selanjutnya segera periksa fungsi audio setelah mobil terendam banjir. Apakah sistem audio masih dalam keadaan normal atau tidak. Mobil yang terendam banjir seringkali membuat speaker rusak karena sebagian besar bahannya terbuat dari bahan-bahan yang sangat rentan dengan air. Kalau terjadi gangguan, bengkel khusus variasi lebih kompeten untuk memperbaikinya.



7. Karpet dan Komponen Interior Wajib Diperiksa

Bagian interior mobil tentu harus juga diperiksa setelah mobil terendam banjir. Periksalah komponen interiornya mulai dari kursi, karpet, kain pintu dalam (door trim), dan lainnya.
Selain memastikan tidak ada yang rusak, pastikan juga jangan sampai ada kotoran yang menempel karena itu bisa jadi biang jamur atau karat ke depannya. Tindakannya mudah saja, segera cuci dan keringkan dengan baik untuk mencegah munculnya aroma tak sedap di dalam kabin mobil.
Namun, untuk membersihkan bagian interior mobil ini biasanya membutuhkan tempat khusus cuci mobil. Lagi-lagi, bengkel variasi menjadi tempat yang cocok untuk service bagian interior mobil ini.

8. Jalankan Mobil Secara Pelan-Pelan

Setelah semua pengecekan di atas sudah dilakukan, coba nyalakan mesin dan dengarkan dengan baik apakah suara mesin masih normal atau tidak. Jalankan mobil secara perlahan-lahan sambil menginjak pedal rem sedikit untuk mempercepat proses pengeringan. Kalau suara mesin mobil tidak normal, sebaiknya menghubungi bengkel secepatnya.

9. Cek Semua Oli
Untuk yang satu ini hendaknya langsung ke bengkel saja. Minta jasa montir untuk memeriksa kondisi minyak atau oli di transmisi mesin dan lainnya. Selain oli mesin, semua minyak yang dipakai mobil kemungkinan besar sudah tercampur dengan air setelah mobil terendam banjir. Oli yang tercampur dengan air bisa merusak mesin serta komponen lainnya.

Selain itu tindakan yang harus dilakukan setelah mobil terendam banjir adalah melengkapinya dengan proteksi dari asuransi mobil. Asuransi sangat disarankan dan coba ambil polis asuransi tipe semua risiko (all risk car insurance) dengan perluasan jaminan banjir.
Perluasan jaminan risiko banjir ini biasanya sudah menjadi satu paket dengan proteksi lain, seperti bencana alam, kecelakaan, terorisme, dan lainnya. Dengan asuransi tambahan tersebut, mas bro sekalian akan bisa terhindar dari kerugian yang lebih besar.
Tapi jangan lupa, tetap jaga keselamatan diri sendiri, ya!

SAMPAIKAN KOMENTAR