Jangan Ganti Dulu, Ini Merek-Merek Knalpot Buat Opsi Modifikasi
08
Oct
2019
0 Comment Share Likes 211 View

Pertanyaannya sekarang: setelah ganti pelek, modifikasi apa sih yang Mas Bro lakukan? Banyak jawaban yang menyebut ganti knalpot alias muffler. Setuju?

Sejatinya, ini berhubungan dengan prinsip dasar modifikasi yang didapat dari teman-teman modifikator, mekanik bengkel, dan klub mobil. Kebanyakan sepakat bahwa prinsipnya modifikasi adalah Intake, Header, dan Exhaust. Nah, itu soal mesin. Jadi tidak salah kalau ganti knalpot sebagai runtutan akhir tuning.

Di luar persetujuan itu, memang para pemilik mobil ingin membuat mobil mereka tampil lebih stance atau garang. Nah, salah satunya yang pertama kali dilakukan adalah mengganti knalpot. Alasannya tentu biar suara gerungan mobil makin cadas.
Tapi tunggu, asal ganti knalpot pun bisa bikin runyam persoalan. Untuk yang awam atau pemula, Mas Bro perlu tahu macam-macam merek knalpot atau muffler yang ada di pasaran. Soal harga mungkin bisa dicek langsung ke penjualnya.
Tanpa panjang lebar, berikut deretan merek knalpot mobil yang beredar di pasaran.

1. Mugen (Japan)

Merek knalpot pertama muncul nama Mugen. Ya, merek ini identik dengan Honda. Seperti Toyota dengan TRD atau Nissan dengan Nismo. Sayangnya, Mugen Exhaust yang masuk ke Indonesia itu tidak banyak. Mungkin SS Performance Bandung salah adalah satu yang memasukannya. Bentuknya mirip dengan orisinalnya tapi tentu saja tenaganya bertambah.

2. HKS (Japan)

Nah untuk HKS biasanya ada dua tipe, Hi-Power dan Silent. Tipe Silent memiliki pipa berlapis chrome hingga sambungan untuk pipa knalpot mobil belakang, sementara Hi-Power pipa belakangnya berwarna hitam doff. Perlu diketahui nih Mas Bro, kalau HKS itu merupakan merek yang paling banyak tiruannya. Bahkan printilannya seperti air filter, volt stabiliser, oil cap ada tiruannya. Hi-power punya suara serak basah, sementara Silent, bukan berarti tanpa suara, hanya sedikit lebih senyap saja dari Hi-Power.

3. Greddy/ Trust (Japan)

Merek Greddy/ Trust lebih dekat ke Mitsubishi, namun bukan berarti mereka tidak menyediakan untuk merek lain. Modelnya dinilai sangat menarik dan ternyata suaranya juga pas, kering, parau namun tidak menggelegar ketika digeber4.

4. Spoon (Japan)

Secara merek, Spoon bisa disebut menjadi yang paling familiar setelah HKS. Brand berlogo angsa ini mempunyai bentuk yang mungkin biasa saja, cenderung konservatif, namun output atau keluaran yang dihasilkannya bisa dipertanggung jawabkan, hanya kalah oleh J’s Racing Titanium. Sayangnya suara dengungan Spoon bisa masuk hingga ke kabin. Bagi Mas Bro yang sensitif sama bunyi dengungan bisa bikin kepala pusing. Saking populernya, Spoon juga sudah banyak replikanya di pasaran.

5. J’s Racing (Japan)

J's Racing bisa dibilang merek yang jadi target banyak modifikator. Modelnya mungkin cenderung biasa saja, tapi suaranya mantap dan hasil kenaikan kekuatannya paling signifikan diantara merek lainnya. Di atas kertas, J’s Racing Titanium yang ringan disebut bisa menaikkan tenaga hingga 5 hp. Sementara tipe stainless-nya kurang digemari karena lebih berisik dan berat.

6. Fujitsubo (Japan)

Ini dia knalpot yang sempat booming di kalangan komunitas Jazz sekira tahun 2007-an. Saking populernya, bahkan copotannya pun ditunggu-tunggu. Fujitsubo terkenal akan derumannya yang halus dan memenuhi standar suara dari Jepang (JASMA). Namun meskipun suaranya paling halus diantara yang lain bukan berarti tenaganya juga tertahan. Fujitsubo yang beredar saat itu ada beberapa tipe, yang sering digunakan adalah tipe Legalis dan Wagolis.


7. Kakimoto (Japan)

Merek yang satu ini memang tidak sepopuler merek lain, jadi jangan merasa berdosa ya kalau belum pernah dengar merek ini. Tapi produk Kakimoto juga sebenarnya bagus-bagus. Cocok bagi yang anti mainstream. Secara general Kakimoto mirip-mirip Spoon, dengungannya masuk ke dalam kabin.

8. Jitsugen (Lokal) dan Kansai (Lokal)

Bergeser ke merek lokal, ada dua nama produk asli Indonesia. Pertama ada Jitsugen dari Ruang Kencana Knalpot (RKK). Kedua ada Kansai yang dibuat oleh Standar Adi Knalpot. Keduanya, terutama Kansai sudah terkenal juga di dunia modifikasi exhaust.

Nah, itu tadi beberapa merek knalpot atau exhaust yang bisa jadi pilihan Mas Bro sebelum memodifikasi. Oiya, hasil ulasan tentang pemakaian knalpot tadi itu seperti Pria Intersport kutip dari berbagai sumber ya. Soal harga, sengaja tidak dicantumkan karena kerap berubah-ubah.

Lalu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengganti knalpot?

Pertama, ketahui dulu kebutuhan Mas Bro apakah butuh yang standar atau racing. Karena keduanya punya kelemahan masing-masing seperti misalnya soal suara bising knalpot racing atau tenaga lemah pada knalpot standar.

Kedua, perhatikan saluran gas buang mobilnya. Cek saluran gas buang pada  mobil dan perhatikan strukturnya. Hal ini dilakukan jika modifikasi yang akan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan performa mesin. Beberapa struktur yang harus diperhatikan adalah header gas buang, resonator, pipa knalpot, dan muffler.

Ketiga, Cek header knalpot. Struktur header knalpot merupakan salah satu bagian dari saluran gas buang mobil. Dan biasanya para pemilik mobil yang ingin mengganti knalpot standarnya agar performa mobil dapat mengeluarkan suara mesin yang lebih garang. Pemilihan model dari header sangat berpengaruh pada performa baik tarikan atas maupun tarikan bawah atau kedua-duanya.

Keempat, sesuaikan resonator. esonator merupakan bagian setelah header yang berfungsi sebagai peredam suara. Walaupun hanya sebagai penghalus suara jika dimensi resonator tersebut asal-asalan dapat merugikan bagi mesin kendaraan, boros bbm, dan performa tenaga menurun.

Segitu saja, semoga bermanfaat!

SAMPAIKAN KOMENTAR