Jangan Ganti Cat Mobil Sembarangan Sebelum Perhatikan Ini
12
Apr
2019
0 Comment Share Likes 815 View

Berbagai alasan mungkin muncul sebelum memutuskan untuk mengecat ulang atau repainting mobil. Seperti misalnya guna menutupi baret, bekas tabrakan, cat pudar atau sekadar modifikasi. Dan seperti Pria Intersport banyak ketahui, tentunya pengecatan ulang biasanya dan disarankan dilakukan di bengkel spesialis.

Tapi untuk Pria Intersport yang sudah punya kebiasaan untuk mengecat mobil sendiri ya silakan saja. Baik di bengkel maupun cat sendiri, pengecatan harus diperhitungkan dengan akurat. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa cat mobil berperan besar untuk mendongkrak keindahan eksterior. Salah sedikit bisa sangat mengganggu penampilan.

Tapi tahan dulu, bro. Ada beberapa hal yang harus dipikirkan lagi sebelum mulai mengecat ulang mobil. Pertama, pertimbangkan lagi deh, apa layak dicat ulang? Pasalnya, pengecatan ulang dapat membutuhkan biaya yang lumayan menguras kantong, bro.

Jika pengecatan ulang memakan biaya lebih dari 25% nilai mobil mas bro, lebih baik sekalian beli mobil baru. Kecuali memang mobil tersebut punya nilai romantisme tersendiri. Kedua, jangan asal pilih warna dan jenis cat; apakah ingin sama dengan warna cat sebelumnya atau tidak. Jika mengganti warna seluruhnya tentu pengerjaanya akan lebih rumit dan memakan biaya lebih mahal.

Ketiga, jangan ragu untuk melakukan "riset" terlebih dahulu. Jangan sampai baru dua tahun sudah menyesal karena sekedar ikut tren.

Tren warna mobil memang berubah seiring dengan perkembangan varian bentuk mobil itu sendiri. Menurut survey yang dilakukan oleh perusahaan kimia asal Jerman, BASF Divisi Amerika mengatakan bahwa warna-warna mobil standar seperti putih, hitam dan silver akan ditinggalkan tapi tetap akan menjadi penawaran utama pihak pabrikan.

Risiko Repaint Mobil di Bengkel

Nah, setelah semuanya sudah yakin, bisa langsung dicat ulang ke bengkel cat. Tapi ... tahan sedikit lagi, karena meskipun pengecatan dilakukan di bengkel belum tentu terbebas dari masalah.

  1. Hasil Cat Belang

Hal pertama yang wajib diwaspadai pada pengecatan ulang bagian tertentu mobil adalah risiko belang lebih besar. Belang bisa terjadi karena kualitas pendempulan dan pencampuran warna yang memang sulit. Banyak bengkel yang mengakui sangat kesulitan untuk bisa menyamai persis warna cat orisinil bawaan pabrikan.

Satu-satunya cara agar warna catnya seragam, yaitu ke bengkel resmi. Selain menggunakan cat yang sesuai, pengecatan dilakukan sesuai dengan prosedur dari manufaktur.

  1. Cat Berantakan

Pengaplikasian cat yang terlalu tebal bisa menghasilkan gumpalan. Gumpalan ini merupakan hasil dari tetesan cat yang membeku di bagian bawah bagian yang dicat.

Selain itu, masking atau penutupan bagian lain yang tidak dicat juga harus dilakukan dengan sangat teliti. Jika tidak, area lain seperti karet jendela atau lampu depan (headlamp) bisa kena noda cat.

Risiko ini bisa di minimalisir dengan cara kerja yang sabar dan detail. Oleh karena itu, jangan juga terburu-buru memilih bengkel cat, bro.

  1. Cat Tidak Bersih

Saat cat baru telah dibalur di permukaan bodi mobil, tentu sangat riskan ditempeli debu. Debu bisa menimbulkan noda membandel dan tekstur yang tidak mulus. Apalagi bengkel cat juga bisa disebut salah satu "sarang" debu dari mobil-mobil yang kotor, angin yang masuk, maupun serbuk dari pengamplasan.

Jadi, pilih bengkel yang juga jaga kebersihan ya, bro. Biasanya, di area pengecatan menggunakan filter debu.

  1. Warna Pudar

Hati-hati dengan bengkel yang menawarkan proses pengecatan ulang, bro. Warna yang tadinya bagus setelah baru keluar bengkel bisa perlahan berubah pudar. Bengkel cat yang menawarkan pengerjaan “kilat” biasanya menggunakan cat berbahan dasar Nitro celluloce (Duco) atau Laquer yang murah dan cepat kering namun cepat pudar.

Sebaliknya, bengkel profesional umumnya menggunakan cat oven berbahan dasar Poly urethane. Pengerjaannya memang lebih lama, tapi hasilnya lebih keras, berkilap, dan tahan goresan.

Ingat, proses tidak akan mengkhianati hasil, bro!

Ganti Warna, Ganti Identitas Mobilnya Juga

Perkara mengganti cat mobil usai, dan artinya identitas mobil pun berubah. Identitas di sini adalah keterangan warna pada STNK dan BPKB juga tentu harus diubah.

Kalau kalian taat peraturan, ya monggo diurus, bro.

Perlu diketahui, saat ingin ganti warna, usahakan memilih bengkel cat yang bisa menerbitkan surat keterangan asli dan bermaterai. Hal ini nantinya akan bersangkutan saat proses administrasi di SAMSAT.

Penyesuaian kondisi terbaru mobil dengan STNK tercantum peraturannya pada UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 64 ayat 1, 2 huruf b yang berbunyi: “Registrasi perubahan identitas Kendaraan Bermotor dan pemilik yang pada pokoknya identitas fisik kendaraan bermotor harus sesuai dengan surat kepemilikan kendaraan.”

Nah, biar nggak bolak-balik ke SAMSAT untuk urusan ini, berikut adalah syarat-syarat yang mas bro harus bawa.

Syarat Kelengkapan untuk Mengubah Identitas Warna Mobil di STNK:

  1. Meminta surat keterangan resmi dari bengkel bodi tempat repaint dilakukan berupa NPWP, SIUP dan Surat Izin Gangguan (HO).
  2. Fotokopi KTP selembar untuk mobil pribadi, atau surat kuasa bermaterai yang ditandatangani pimpinan perusahaan serta dibubuhi cap perusahaan yang bersangkutan, salinan akta pendirian, dan selembar salinan surat domisili untuk mobil milik perusahaan atau instansi.
  3. STNK asli dan BPKB untuk tes fisik kendaraan yang bersangkutan.

Nah, sekarang kita sudah tahu mengganti cat mobil itu jangan sembarangan. Selain urusan estetika, ganti warna mobil juga pasti akan berhubungan dengan administrasi.

Kesimpulannya, pilihlah bengkel yang berrmutu, pastikan pengerjaannya detail dan tidak terburu-buru, serta siapkan dana lebih untuk urusan ke SAMSAT. Semoga bermanfaat, mas bro!

SAMPAIKAN KOMENTAR