Jangan Cuma Asal Pakai, Ini Dia Perbedaan Aki Kering dan Basah
25
Jul
0 Comment Share Likes 123 View

Aki yang digunakan pada mobil dan sepeda motor umumnya terbagi menjadi dua jenis, aki basah dan aki kering. Pembahasan soal perbedaan aki kering dan basah muncul lantaran masih banyak para pemilik kendaraan bermotor khususnya mobil yang ternyata belum tahu apa perbedaan antara aki basah dan kering. Padahal, aki basah dan kering memiliki perbedaan yang cukup jelas, loh Mas Bro.

Pada umumnya, kedua aki tersebut dinamakan dengan menggunakan istilah aki basah dan kering. Menariknya, meskipun namanya berbeda semua jenis aki, baik aki kering maupun aki basah, tetap memakai cairan elektroda yang biasa disebut dengan air aki.

Kalau dua-duanya pakai air aki lalu apa perbedaannya yang kering dan yang basah?

Bila dilihat secara mendalam aki basah dan kering tentu punya perbedaan yang cukup mendasar. Biasanya pada model aki kering cairannya akan lebih padat seperti menyerupai bentuk gel. Sedangkan aki basah, cairannya memiliki tekstur yang jauh lebih encer. Bahkan saking encernya, mirip sekali dengan air.

Aki Basah

Untuk mengetahui tipe aki basah cukup mudah, biasanya menggunakan tempat yang semi transparan. Hal tersebut memang sengaja dilakukan oleh para produsen aki untuk memudahkan pemantauan kadar air aki. Air aki atau yang lebih sering disebut air zuur, merupakan cairan yang memiliki fungsi sebagai perendam. Sel-sel yang ada pada bagian dalam aki direndam menggunakan air ini. Nah, jadi begitulah Mas Bro, mengapa tipe aki basah memiliki wadah yang transparan.

Pengecekan kondisi air dalam aki basah pun menjadi rutinitas yang penting dilakukan. Hal itu terkait lantaran semua sel yang ada dalam aki harus terendam secara sempurna. Jika air pada aki tersebut berkurang, maka penyimpanan pada arus akan berkurang. Oksidasi yang diakibatkan akan membuat lempeng sel menjadi berkarat dan akibatnya kelistrikan kendaraan tidak akan menjadi maksimal. Kalau Mas Bro menggunakan aki basah, usahakan untuk selalu memeriksa kondisinya setiap satu bulan sekali.

Tambahkanlah air aki sesuai dengan batas yang dianjurkan. Usahakan tidak melebihi batas yang sudah ditetapkan. Untuk mengisi air aki basah, gunakanlah air destilasi bukan air zuur.

Memang apa sih bedanya air Destilasi dan air Zuur?

Air Destilasi

Air destilasi (penyulingan) adalah air hasil dari metode pemisahan bahan kimia berdasarkan kecepatan atau kemudahan menguapnya. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan hinga menguap. Uap inilah yang kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Secara awam, membedakannya cukup lihat warna tutup botolnya yang berwarna merah.

Air Zuur

Air zuur biasa juga dikenal sebagai air aki keras yang diisi pertama kali saat aki kosong. Zuur memiliki kandungan elektrolit berupa asam sulfat yang merupakan elektrolit kuat yang dapat menyimpan dan menghantarkan arus listrik. Air zuur biasanya dikemas dalam botol dengan tutup berwarna biru.

Aki Kering

Lanjut ke Aki Kering. Aki kering merupakan aki yang sejatinya merupakan pengembangan dari tipe aki basah. Aki kering ini memiliki wadah yang berbeda dibandingkan dengan aki basah. Aki kering punya desain dengan pemilihan warna luaran yang solid atau gelap. Misalnya berwarna hitam, kuning, putih dan biru. Jika aki basah bersifat transparan, maka aki kering sebaliknya. Aki kering juga tidak punya lubang-lubang pengisian di atasnya.

Seperti yang disebutkan tadi, Aki kering ini biasanya memiliki daleman berwujud gel. Menariknya lagi adalah, tingkat penguapan dari gel di dalam aki kering sangat kecil. Hal ini memungkinkan volume gel pada aki kering bisa lebih terjaga. Selain itu, aki kering juga memiliki kelebihan lain dibandingkan aki basah, yakni free maintenance (MF) alias bebas perawatan. Aki kering tak perlu mendapatkan perawatan apapun, hanya tinggal dipakai saja. Jauh lebih sederhana dan mudah dibanding aki basah.

Cara Merawat Aki Basah dan Kering

Kalau beda bentuknya, maka perawatan aki kering dan basah juga beda, dong?

Ya, aki kering dan basah punya cara perawatan yang sangat berbeda. Untuk merawat aki basah, biasanya pemilik kendaraan wajib memeriksa kadar air di dalam aki. Selain itu, aki basah biasanya juga memerlukan sedikit perawatan berupa pembersihan kutub positif (+) dan negatif (-).

Sedangkan untuk merawat aki kering caranya cukup mudah. Mas Bro cuma perlu rajin menggunakan mobilnya daripada hanya didiamkan saja di garasi. Aki kering, seperti yang disinggung sebelumnya terkait MF, merupakan aki yang minim perawatan. Aki kering juga memiliki masa pakai yang juga jauh lebih lama dibandingkan dengan aki basah.

Soal harganya sendiri, kedua jenis aki ini memiliki selisih harga yang cukup jauh. Sebagai perbandingan, harga aki kering bisa dua kali lipat dari aki basah. Contohnya, harga aki basah untuk tipe 85 ampere biasanya memiliki harga Rp700 hingga Rp1 juta. Sedangkan untuk model aki kering biasanya dijual dengan harga Rp1,5 sampai 3 jutaan. Jadi bisa dipastikan, bukan bahwa selisih harga keduanya bisa sangat jauh?

Selisih harga aki basah dan kering yang cukup jauh ini tentu berpengaruhi oleh masa pakainya. Aki basah memiliki usia pakai yang lebih singkat dibanding aki kering. Aki basah biasanya cuma bertahan sampai maksimal satu tahun. Sedangkan untuk aki kering, biasanya usianya bisa mencapai 3 sampai 4 tahun. Kalau Mas Bro menginginkan aki dengan usia yang lebih panjang, jangan lupa untuk memeriksa kondisi dinamo ampere dan alternatornya. Karena jika kedua komponen tersebut tidak bekerja maksimal, percuma saja diberikan aki baru.

Kedua komponen tersebut menjadi salah satu penentu awetnya usia pakai aki mobil. Jika kedua komponen tersebut berfungsi normal, maka tegangan listrik yang dihasilkan akan berada di angka 12-14 volt.

Itu tadi penjelasan perbedaan aki basah dan aki kering. Semoga bermanfaat!

SAMPAIKAN KOMENTAR