Inilah Akibatnya Kalau Langsung Menyalakan AC Saat Baru Masuk Mobil

Inilah Akibatnya Kalau Langsung Menyalakan AC Saat Baru Masuk Mobil

10Apr
INTERSPORT.ID ON 10 April 2018
INTERSPORT.ID ON 10 Apr 2018

Setelah memarkir mobil dalam waktu lama, tentu saja udara di dalam mobil menjadi panas dan pengap. Apalagi bila parkir dilakukan dibawah teriknya sinar matahari. Rasanya ingin sekali langsung menyalakan AC mobil ketika akan masuk kembali ke mobil setelah mobil lama diparkir agar udara di dalam mobil kembali sejuk. Apakah hal ini sebenarnya diperbolehkan?

Panas dan pengapnya udara di dalam mobil ini terjadi karena panas di luar masuk ke dalam, sementara itu kondisi mobil yang tertutup menjadikan tidak adanya aliran udara yang bersirkulasi dari dalam dan luar mobil. Semua udara yang panas tadi hanya bergerak di dalam mobil saja. Tak hanya itu, udara yang dipanaskan akan mengalami pemuaian. Pemuaian menyebabkan volume udara meningkat padahal ruang yang ditempati volumenya tetap. Akibatnya, tekanan udara di dalam mobil juga ikut meningkat.

Jika dalam kondisi seperti itu kemudian AC dinyalakan, sudah pasti beban AC mobil akan meningkat tinggi. Salah satu fungsi AC mobil adalah untuk menurunkan suhu ruangan di dalam mobil. Jika di awal suhu ruangan sudah sangat tinggi, kerja AC mobil untuk menurunkan suhu ruang dalam mobil akan semakin berat karena selisih suhu antara suhu awal dalam ruangan mobil dengan suhu target yang cukup besar.

Selain kerja AC yang menjadi berat, akibat dari langsung menyalakan AC saat baru masuk mobil setelah mobil diparkir adalah waktu yang dibutuhkan untuk menurunkan suhu dalam ruang mobil juga semakin lama karena satu-satunya celah keluar udara panas hanyalah dari yang diserap oleh AC mobil tersebut.

Maka dari itu, sebaiknya sebelum menyalakan AC, jendela mobil dibuka terlebih dahulu sedikit untuk membuat udara panas berkurang. Ketika AC dinyalakan pun, buka jendela sedikit beberapa saat untuk membantu kinerja AC agar tidak terlalu berat dengan membantu mengeluarkan lagi udara panas yang awalnya terperangkap dalam mobil. Ketika udara dalam mobil sudah mulai sejuk, maka jendela bisa kembali ditutup.

Ada yang mengatakan bahwa dalam kondisi mobil diparkir, panas dari matahari bisa menyebabkan lepasnya benzena ke udara yang berasal dari interior mobil dan juga pengharum ruangan. Benzena disebut merupakan zat yang karsinogenik atau bisa menyebabkan kanker.

Pendapat bahwa benzena merupakan zat yang menyebabkan memiliki tingkat toksiisitas cukup tinggi adalah benar adanya. Namun jika benzena disebut menjadi senyawa yang muncul ketika mobil diparkir tidaklah benar. Sebuah penelitian dimuat dalam jurnal Environmental Science & Technology tanggal 2 March 2007 dengan judul Toxicity of Parked Motor Vehicle Indoor Air yang disusun oleh Jeroen T.M. Buters dan timnya menyatakan bahwa udara di dalam mobil setelah mobil tersebut diberi cahaya sebesar 14.000 W itu tidaklah memiliki potensi bahaya bagi kesehatan.

Memang interior mobil memiliki potensi mengeluarkan senyawa organik yang sifatnya volatil atau mudah menguap karena terbuat dari berbagai bahan yang sintetis. Namun, dengan simulasi mobil diparkir pada kondisi terkena cahaya matahari yaitu dengan mengenai lampu 14.000 W, tidak ditemukan senyawa benzena pada udaranya. Yang ditemukan adalah senyawa aseton, methylpyrrolidinone, methylcyclohexane, acetaldehyde, o,m,p-xylenes, ethylhexanol, dan toluena. Dalam penelitian itu juga dianalisa potensi alergi serta iritasinya. Namun, pada akhirnya, tidak ditermukan toksisitas langsung serta potensi iritasi dari udara yang keluar di kendaraan yang diparkir tersebut. Artinya, sudah jelas bahwa larangan untuk langsung menyalakan AC mobil langsung setelah mobil lama diparkir disebabkan oleh alasan tenaga dan beban AC yang diperlukan cukup besar, bukan karena potensi toksisitas udaranya terhadap manusia.

Image source: http://www.weeklyhealthylife.com

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN