Ingin Melakukan Engine Swap? Perhatikan Hal Berikut
31
May
0 Comment Share Likes 3660 View

Bagi para car enthusiast, modifikasi menjadi suatu hal yang menjadi kewajiban untuk menyesuaikan dengan selera sang pemilik mobil. Modifikasi yang kerap dilakukan oleh si empu mobil dimulai dari hal kecil seperti penambahan aksesori hingga mengganti velg dan juga kaki kaki. Namun, untu para modifikator yang sudah extreem, ada beberapa modifikasi lain yang dilakukan. 

Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah Swap Engine. Swap engine atau mengganti mesin bawaan mobil dengan mesin berkapasitas lebih besar memang lumrah dilakukan. Mengganti mesin dilakukan oleh para modifikator dengan beberapa alasan seperti mengikuti konsep yang ditanamkan pada mobil, hingga kondisi mesin yang tak memungkinkan untuk dibangun kembali (dalam hal ini restorasi mobil).

Ingin Melakukan Engine Swap? Perhatikan Hal Berikut

Image source: http://www.roadkill.com/

Namun, ada beberapa hal yang harus diingat sebelum Anda melakukan penggantian mesin. Berikut kami berikan beberapa tips bagi Anda yang sedang galau untuk melakukan penggantian mesin mobil Anda.

1. Pikirkan matang-matang

Jika mesin bawaan mobil dirasa kurang memuaskan, ada baiknya dipikirkan kembali sebelum mengganti mesin. Jika biaya yang dikeluarkan untuk memperbaiki mesin bawaan lebih murah, ada baiknya mesin orisinil tetap dipertahankan. Tapi, jika memang engine swap dirasa lebih murah, bisa dilakukan.

2. Pahami resiko mengganti mesin

Mengganti mesin mobil bisa dibilang seperti membeli kucing dalam karung. Jika mesin tersebut cocok, akan terasa pas dan tak bermasalah. Karena banyak juga yang melakukan swap engine tetapi mesinnya bukan malah lebih baik tetapi lebih buruk. Hal tersebut dikarenakan, mesin yang kita beli untuk tujuan swap engine adalah mesin bekas juga. Ada baiknya, ketika kita membeli mesin tersebut, kita bongkar terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah mesin tersebut masih segar atau sudah capek.

Ingin Melakukan Engine Swap? Perhatikan Hal Berikut

Image source: https://www.autoevolution.com/

3. Pastikan mesin dalam kondisi baik

Sebelum membeli, pastikan mesin yang akan dibeli dalam kondisi baik. Karena jika mesin yang akan dibeli dalam kondisi tidak sehat, bukan tidak mungkin penggantian tersebut akan gagal dan semakin banyak menguras uang Anda lantaran harus memperbaiki mesin yang kondisinya tidak sehat. Nah untuk itu, sebaiknya ketika membeli mesin tersebut, kita langsung bongkar. Jika memang harus ada pergantian part, kita tidak bekerja 2 kali.

4. Pahami konsekuensi

Setiap melakukan penggantian mesin, akan ada konsekuensi yang siap diterima. Seperti konsumsi bbm yang berubah, masalah yang akan timbul di awal penggantian mesin, atau bahkan adanya masalah pada surat-surat kendaraan.

Masalah yang biasanya timbul di awal penggantian mesin seperti over heat, kebocoran oli, hingga transmisi yang tidak sesuai menjadi makanan wajib bagi orang yang hendak melakukan penggantian mesin.

Selain itu, ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan ketika mengganti mesin. Seperti merubah engine mounting, mounting gearbox hingga sistem kelistrikan. Tak hanya itu saja, penguatan pada chasis harus dilakukan jika memang mesin baru tersebut memiliki tenaga yang buas. Penguatan kaki kaki pun perlu dilakukan jika bobot mesin lebih berat dibandingkan dengan mesin aslinya.

Ingin Melakukan Engine Swap? Perhatikan Hal Berikut

Image source: https://www.drivingline.com/

5. Jangan langsung digeber

Karena tidak sabar setelah mengganti mesin, banyak orang yang langsung menggeber mesin baru tersebut saat berkendara. Tentu ini menjadi hal yang salah untuk dilakukan. Biarkan mesin baru tersebut beradaptasi atau inreyen agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Karena banyak juga lho, yang mesinnya langsung jebol saat langsung digeber paksa setelah mengganti mesin.

6. Periksa selalu kondisi mesin

Karena spesifikasinya berbeda dengan bawaan pabrik, maka mesin yang sudah diganti harus selalu dicek kondisinya. Selalu cek air radiator, oli mesin dan oli transmisi dalam keadaan baik.

7. Hati-hati surat kendaraan

Setelah semua berhasil menempel, Anda harus ingat jika mesin baru ini berbeda. Otomatis keterangan dalam surat kendaraan Anda juga berbeda. Sebelum mengganti mesin lebih baik dipikirkan matang-matang daripada mobil Anda di derek Polisi lantaran berbeda mesin dan kelengkapan suratnya.

Cover image source: http://www.roadkill.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR