Ingin Dongkrak Performa Mesin Diesel? Begini Caranya
08
Jan
0 Comment Share Likes 307 View

Sebuah mobil dengan mesin diesel kini tengah digandrungi oleh masyarakat. Salah satu alasannya adalah konsumsi bbm dari mesin diesel yang lebih irit, mudahnya perawatan serta mesinnya yang bandel.

Meski demikian, mesin diesel terkenal dengan memiliki akselerasi yang tak begitu bagus. Hal yang paling terasa adalah ketika menyalip sebuah kendaraan di depan dengan kondisi jalan sedikit menanjak, kita perlu effort yang cukup besar untuk dapat menyalip kendaraan didepan kita.

Tapi hal tersebut berlaku untuk mesin diesel konvensional, berbeda dengan mesin diesel yang telah berteknologi common rail. Untuk mesin diesel common rail, kita tak memerlukan effort yang besar untuk menyalip kendaraan didepan kita. Sejatinya untuk mesin diesel yang sudah berteknologi common rail sudah dibekali dengan beragam fitur sehingga sangat memudahkan kita ketika sedang berkendara.

Namun meski demikian, masih ada orang yang merasa tenaga dari mesin diesel yang ia miliki masih kurang. Karena itu ia berniat untuk mendongkrak performa mesin diesel dari mobilnya. Untuk mendongkrak performa mesin diesel yang telah berteknologi common rail sangatlah mudah sebenarnya.

Salah satu langkah yang bisa di tempuh untuk mendongkrak performa mesin diesel terutama mesin diesel modern atau yang sudah dilengkapi dengan common rail adalah menambahkan Piggy Back. Sebuah mesin diesel modern telah menggunakan computer sebagai otak manajemen mesin.

Nah untuk otak yang mengatur manajemen mesin tersebut disebut Electronic Control Unit atau yang lebih dikenal dengan nama ECU. ECU tersebut melakukan input bagi injektor dan pengapian sehingga bisa memberi campuran bahan bakar yang tepat.

Nah, di sinilah peran dari Piggy Back sangat di perlukan. Piggy back itu sendiri berperan untuk memberi data palsu kepada ECU yang bertugas mengatur manajemen mesin. Kemudian ECU bekerja sesuai data yang telah dimanipulasi oleh Piggy Back. Dimana sebelumnya Piggy Back telah mengatur ulang suplai debit bahan bakar dan udara yang akan diberikan ke mesin.

Dengan manipulasi yang telah dilakukan oleh Piggy Back, efisiensi volumetric yang dibutuhkan dapat disetting menjadi lebih baik. Sehingga mesin dapat mengeluarkan tenaga lebih besar namun mengkonsumsi bahan bakar yang lebih sedikit.

Kemudian selain mengganti Piggy Back, ada beberapa part yang bisa diganti untuk mendongkrak tenaga dari mesin seperti mengganti Filter udara yang memiliki hambatan rendah. Hal tersebut dapat dilakukan lantaran Saringan udara turut memberi andil bagi upgrade performa mesin diesel. Dengan hambatan lebih rendah, maka aliran udara ke ruang bakar akan semakin lancar. Debit udara pun bertambah dan campuran gas semakin padat. Dampaknya, tenaga pun meningkat.

Kemudian ketika ingin meningkatkan tenaga dari mesin diesel ada yang perlu dilakukan lagi seperti mengganti downpipe. Meski memang tak terlalu signifikan, namun gas buang juga memberi pengaruh pada peningkatan performa mesin diesel. Jika tidak ingin bergeser jauh dari karakter mesin standar, langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan penggantian downpipe. Downpipe yang bagus membuat aliran gas buang lebih lancar. Tentunya pembuangan asap knalpot pun mengalir lebih baik. Jika perhitungannya tepat, penggantian ini akan meningkatkan tenaga 3-4 dk.

Kemudian piping juga ikut memberikan andil dalam meningkatkan tenaga mesin diesel. Kuatnya isapan udara ketika turbo spooling membuat tekanan negative di jalur intake juga besar. Tekanan itu semakin besar jika beberapa modifikasi telah dilakukan seperti instalasi Piggy Back, penggantian filter udara berhambatan rendah, atau memasang knalpot untuk memperlancar gas buang. Jika pipa intake masih memakai standarnya yang berbahan plastik atau karet, maka akan muncul potensi diameter pipa menyusut. Jika sudah menyusut, maka jalur udara akan mengecil dan itu jelas mengurangi daya ledak di ruang bakar. Solusinya, mengganti pipa intake dengan material keras seperti besi stainless.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR