Harga Nego Kualitas “Just Do”, Repaint di Bengkel Umum atau Pinggir Jalan?
25
Oct
2019
0 Comment Share Likes 181 View

Sudah jadi hal yang lumrah ketika kondisi mobil akan menjadi cerminan pribadi para pemiliknya. Sebagai contoh, mobil yang kusam penuh lecet atau tampak jarang dicuci secara tidak langsung mencerminkan karakter pemiliknya yang, entah sibuk atau memang sembarangan. Lain halnya kalau mobil mulus bersih, pasti pemiliknya juga punya karakter yang baik.

Nah, bagaimana kalau melihat mobil dengan kualitas cat yang berbeda? Ini akan terarah pada sisi ekonomis pemiliknya. Pengecatan mobil dilakukan tidak hanya di bengkel resmi, di bengkel umum pun bisa. Nah, selain kualitas, harga juga pastinya berbeda. Harga pengecatan ulang mobil di trotoar dan di bengkel resmi jelas berbeda.

Kalau cat mobil telah kusam dan sulit untuk direstorasi, jalan satu-satunya yaitu dengan cara mengecat ulang. Di Jakarta dan kota-kota besar lainnya banyak dibuka bengkel cat mobil baik itu bengkel resmi, bengkel umum, hingga bengkel pinggir jalan.



Beragamnya pilihan tadi tentu akan mempermudah namun yang terpenting, jangan terpaku pada harga. Harga murah atau mahal ternyata tidak bisa 100 persen menjamin kualitas repaint, Bro.

Dengan metode cat ulang, kondisi mobil yang sangat lusuh atau banyak goresan bisa kembali kinclong seperti baru. Mobil jadi enak dipandang dan ‘harga dirinya’ tidak lagi dilecehkan.

Kualitas Cat Bengkel Umum vs Bengkel Jalanan

Walaupun tidak menawarkan kualitas seperti hasil pengecatan di bengkel resmi, tapi jasa pengecatan di bengkel non resmi dan pinggir jalan tetap diminati, loh. Harga miring dan antrean pengerjaan lebih singkat adalah salah satu alasan orang rela beralih mengecat mobil di bengkel biasa. Ini adalah solusi praktis untuk kondisi kerusakan cat dan bodi ringan.

Bengkel cat pinggir jalan di Jakarta biasanya mangkal di kawasan Jalan Alu-Alu Rawamangun dan sepanjang jalan Salemba hingga Kramat Raya. Mereka menggarap mobil langsung di tempat mereka itu alias di trotoar atau dalam gang.



Karena kondisi seadanya, jangan banyak menuntut hasil yang istimewa, deh. Tapi kalau bicara harga, bengkel cat pinggir jalan ini biasanya perlu negosiasi. Kalau Mas Bro jago nawar, bisa saja dapat harga murah dengan hasil lumayan.

Dalam kondisi darurat, bengkel cat mobil pinggir jalan juga cukup membantu. Ini karena mereka buka 24 jam loh, jadi mobil bisa masuk bengkel saat tengah malam sekalipun. Tapi sekali lagi, hasilnya tidak akan maksimal karena hanya mengecat di bawah sinar lampu jalanan atau penerangan yang kurang memadai.



Punya sebutan Cat Duco, pengecatan hanya disemprot memakai spray dengan tekanan angin kompresor. Seringkali, warna catnya belang dengan warna aslinya. Tukang cat Duco di pinggir jalan biasanya memakai cat merek Nippon Paint atau DuPont. Nah, dari sini nama itu berasal. Istilah Duco merupakan singkatan dari DuPont Corporation.

Lain halnya dengan bengkel cat umum, mereka biasanya punya tarif sendiri. Biaya yang disodorkan biasanya bisa ditawar ada juga yang tidak. Kalau bengkel catnya punya fasilitas lengkap, dengan ruang oven misalnya, maka proses pengerjaannya akan bisa lebih baik.

Untuk bengkel cat umum, banyak juga yang jadi rekanan asuransi. Ini jelas menguntungkan sebab kualitas pengecatannya ada yang setara bengkel resmi tapi harga lebih terjangkau. Pilihan catnya bervariasi, mulai dari yang biasa sampai yang bagus sesuai permintaan pemilik mobil.

Perbandingan Tarif Cat Mobil Pinggir Jalan dengan Bengkel Umum

Bengkel cat mobil, baik yang pinggir jalan atau bengkel umum, biasanya menawarkan harga per panel hingga full body. Menariknya, tidak jarang tarif yang diminta masih bisa ditawar, jadi bisa lebih hemat.

Selain perlu menawar harga, kalian juga harus melihat kualitas pengerjaan bengkel cat mobil. Jangan sampai, karena menawar terlalu sadis berdampak pada hasil cat yang belang atau berantakan. Sekalipun mengecat di pinggir jalan, usahakan tetap diawasi supaya hasilnya tidak sampai berantakan parah.



Terkait harga, berdasarkan pantauan, beberapa bengkel cat pinggir jalan kawasan Salemba rata-rata mematok harga Rp500 ribuan. Pengerjaan yang dilakukan mulai dari memperbaiki bodi penyok, dempul, kemudian mengecat panel. Negosiasi bisa dilakukan, hingga harga bisa ditawar di kisaran Rp300-400 ribu tergantung dari besar kecilnya panel dan kerusakannya sebelum dicat.

“Kalau cuma baret ringan, kita malah kasih Rp150 ribu untuk poles dan ngecat menyamarkan bekasnya. Harga segitu biasanya cuma untuk warna-warna yang gampang, seperti hitam dan silver,” tutur salah satu tukang cat dekat kampus UI Salemba.

Beberapa tukang pun mengakui akan melakukan pengerjaan cat ulang di dalam gang tak jauh dari tempat mereka mangkal. Untuk pengecatan bekas terserempet yang tidak penyok parah, butuh waktu sekitar satu jam. Untuk full satu panel berukuran sedang seperti pintu, atau bumper, ongkos repaint sekitar Rp400 ribuan.



“Beda harganya kalau cat full panel dibanding cuma menyamarkan baret di ujung bumper. Itu hitungannya satu panel sama seperti pintu samping atau fender kena Rp400 ribu. Prosesnya agak lama, bisa tiga jam,” kata tukang cat lainnya.

Untuk di daerah Salemba hingga Kramat Raya ada yang buka sampai tengah malam. Ini cara mereka untuk mencari konsumen dari kalangan supir taksi atau supir pribadi. Mereka diam-diam langsung mengecat di Salemba usai terserempet agar tidak kena sanksi atasannya.

SAMPAIKAN KOMENTAR