Ganti Mobil Baru? Pastikan Lolos Uji NCAP
11
Jun
0 Comment Share Likes 211 View

Faktor keselamatan dalam berkendara telah menjadi konsentrasi seluruh pihak, termasuk produsen demi memikat hati konsumen mereka. Rasa aman dan nyaman tentunya hadir seiring makin meningkatnya jaminan keselamatan saat berkendara. Memang seperti yang pernah kami bahas dalam artikel sebelumnya, tentang New Car Assessment Program (NCAP).

Kali ini, kami akan membahas tentang beragam faktor yang menjadi penilaian NCAP sebagai badan independent yang menguji keselamatan mobil baru. Tentu hasil uji ini seharusnya menjadi bekal produsen meningkatkan teknologi keselamatan, bukan menaikan harga jual demi mengadopsi beragam fitur yang hanya sebagai hiburan saja. 

Pada dasarnya, NCAP membagi pengujian dalam tiga kategori yang terdiri dari proteksi penumpang dewasa, proteksi penumpang anak, proteksi pejalan kaki, dan fitur keselamatan (safety assist). Jadi NCAP bukan sekedar menghancurkan satu unit mobil. Pihak NCAP harus melakukan pengujian beberapa kali pada unit mobil dengan tipe yang sama secara berkali-kali untuk simulasikan beberapa jenis tabrakan.

Tabrakan dari depan (frontal) dilakukan pada kecepatan 64 km/jam dengan objek tabrak struktur yang memiliki massa yang mirip dengan mobil yang diuji. Ada beberapa indikator pengujian dari hasil uji tabrak frontal ini. Selain melihat tingkat deformasi kendaraan dan gaya yang diterima penumpangnya, uji ini juga bisa melihat efektivitas dari fitur keselamatan seperti sabuk pengaman, airbag sampai pengereman darurat otomatis.

NCAP juga melakukan uji tabrak dari samping dan belakang, hal ini bertujuan untuk melihat seberapa besar resiko cedera yang diterima penumpangnya. Tentu saja dalam pengujian ini mereka menggunakan boneka dummy yang telah dilengkapi dengan sejumlah sensor. Program ini juga bertujuan dalam melihat seberapa baik mobil yang diuji dapat mengakomodasi fasilitas untuk penumpang anak seperti pengait ISOFIX untuk kursi anak dan sebagainya.

Simulasi menabrak pejalan kaki dengan menggunakan dummy dapat mendeteksi resiko cedera yang dialami oleh korban. Jadi bukan saja berkonsentrasi pada keselamatan mereka yang berada di dalam mobil, tetapi juga mereka yang disekitar. Simulasi ini ingin mengetahui, tentang desain bagian depan mobil memiliki struktur yang menambah resiko cedera bagi pejalan kaki atau justru dapat mengurangi resiko tersebut. Sensor pendeteksi pejalan kaki juga diuji di sini, apakah bekerja secara baik atau tidak.

Terakhir, fitur keselamatan juga dinilai. Semakin banyak fitur keselamatan yang dimiliki mobil maka semakin besar kesempatan mobil ini mendapat lebih banyak bintang. Namun pastikan terlebih dahulu  beragam fitur keselamatan seperti Electronic Stability Control (ESC), speed limiters and warnings, lane keep assistance dan autonomous emergency braking telah tersedia pada mobil yang akan anda beli.

 

Sejarah NCAP

Pemerintah Amerika Serikat (1979) telah membentuk National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Badan ini bertugas menguji kemampuan mobil – mobil yang baru diluncurkan pada tahun tersebut melalui uji tabrak (crash test). Hal ini sebagai bukti akan konsentrasi pihak pemerintah dalam melindungi konsumen.

Sementara di Eropa, baru tahun 1996 terbentuk badan yang beranggotakan sejumlah organisasi dari industri otomotif dan transportasi. Organisasi tersebut berasa dari berbagai negara di Eropa, mereka terdiri dari Allgemeiner Deutscher Automobil-Club e V (ADAC), Bundesministerium für Verkehr und digitale Infrastruktur (Jerman), Department for Transport (Inggris), Ministerie van Infrastructuur en Milieu (Belanda), Ministere du developpement durable et des Infrastructures Département des Transports (Luksemburg), Generalitat de Catalunya (Spanyol), Fédération Internationale de l’Automobile (FIA) dan lainnya.

Dengan bergabungnya organisasi tersebut, beberapa fasilitas pengujian pun mulai tersebar di beberapa negara seperti Italia (CSI), Jerman (ADAC Technik Zentrum), Inggris (Thatcham Research) dan beberapa fasilitas pengujian teknis canggih lain.

Begitu pula dengan Asia Tenggara yang telah memiliki badan serupa Euro NCAP yakni ASEAN NCAP. Badan ini adalah anggota dari Global New Car Assessment Program (GNCAP) dengan standar penilaian yang tinggi. Percaya atau tidak, badan ini justru diprakarsai oleh Malaysian Institute of Road Safety Research (MIROS) dengan anggota beberapa asosiasi otomotif dan transportasi dari Malaysia, Singapura dan Filipina.

Sejak pertama kali berdiri, NCAP telah menguji lebih dari 500 mobil. Bahkan Euro NCAP telah menghancurkan lebih dari 1.800 mobil dalam kurun waktu 20 tahun. Hasil uji tabrakan ini sangat mempengaruhi peningkatan standar keselamatan mobil. Mobil harus mampu lolos dari banyak kriteria pengujian yang hasilnya dirumuskan dalam jumlah bintang. Mobil yang gagal memenuhi standar, dipastikan tidak mendapatkan bintang.

Uniknya, mobil yang ditest oleh NCAP merupakan tipe terendahnya, hal ini tentu membuat banyak produsen berusaha memenuhi fitur standar keselamatan pada versi termurah mobil mereka. Semakin mendapatkan banyak bintang (maksimal 5), kepercayaan konsumen tentu meningkat. Hasilnya penjualan meroket sesuai harapan mereka.

Tapi hal ini belum menjadi konsentrasi konsumen Indonesia, harga murah yang ditawarkan menjadi daya tarik utama. Padahal, hampir dapat dipastikan bahwa mobil dengan harga murah, tentunya fitur keselamatannya akan minim sekali. Padahal meragam fitur andalan untuk menjaga keselamatan seperti Airbag, traction control dan lainnya, bagian terpenting dalam mobil.

Miris jika melihatnya, keselamatan belum menjadi hal utama bagi produsen mobil yang masuk ke Indonesia. Walau tidak semua melakukan hal tersebut, tetapi harga nyawa masih lebih murah dari piranti keselamatan yang seharusnya ditawarkan dalam fitur – fitur andalan.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR