Ferrari P80/C, Supercar Hanya Satu Unit Saja
12
Apr
0 Comment Share Likes 349 View

Beberapa waktu lalu, pabrikan supercar asal Italia yaitu Ferrari memperkenalkan mobil terbaru mereka dengan jenis Mid Engine yaitu F8 Tributo. Namun tak lama berselang, pabrikan tersebut memperkenalkan sebuah supercar baru yang sangat terbatas jumlahnya yaitu Ferrari P80/C.

Mobil yang begitu special ini karena hanya dibuat satu unit saja merupakan sebuah supercar yang menggunakan konsep dual track. Ya, supercar ini dirancang mampu melibas sirkuit dengan segudang performa yang dimilikinya namun juga tetap ramah ketika akan dibawa ke jalan raya.

Pesanan satu unit ini kabarnya berasal dari Hong Kong. “Perancangan mobil ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Mesinnya sesuai dengan permintaan pemesan,” sebut Ferrari dalam siaran pers. Dikepalai Flavio Manzoni selaku direktur Ferrari Styling Centre, mobil yang diproduksi selama kurun waktu 4 tahun ini menjadi satu-satunya Ferrari one-off yang paling menginterpretasikan tema Sports Prototype concept, sehingga menghasilkan ‘Hero Car’ dengan karakter soul yang unik.

Jika mengacu secara desain, mobil yang berbasis Ferrari 488 GT3 ini terinspirasi elemen desain dari mobil balap klasik Ferrari330 P3/P4, Dino 206 S dan 250 LM. Eksterior depan Ferrari P80/C 2019 sudah jelas menampilkan front wing yang sangat besar karena secara dimensi melewati lebar bodi mobil. Di area front splitter sendiri dibuat dengan lekukan khusus agar mengalirkan udara lebih optimal ke air intake di depan bumper. Untuk pencahayaan mobil ini menggunakan LED 5 titik sebagai pencahayaan di area depan mobil, yang disembunyikan di ruang kecil yang ada di fascia depan, dimana bentuk ini terinspirasi oleh desain 330 P3/P4. Inovasi aerodinamika s-duct yang sebelumnya hadir di Ferrari 488 juga diimplementasikan di mobil ini, dengan bentuk yang lebih agresif. Lekukan fender roda juga dibuat sangat dominan di sisi kiri dan kanan fascia depan Ferrari P80/C.

Eksterior belakang Ferrari P80/C 2019 memiliki format ‘catamaran’ style architecture, dimana komponen mesin mobil bisa terlihat lebih jelas dari buritan belakang yang hanya terhalang oleh grille sederhana berfungsi membuang udara panas dari mesin. Adapun kaca belakang dan louvres aluminium yang terlihat pada engine cover terinspirasi dengan bentuk Ferrari 330 P3/P4. Pencahayaan mobil ini memiliki taillight yang tersembunyi di air vents, dengan gaya mirip dengan headlight di mobil ini.

Dan untuk memaksimalkan aerodinamika mobil, selain tentu saja menghadirkan rear diffuser berukuran besar dan menonjol dengan dua muffler ditempatkan di ruang diffuser. Selain itu, Ferrari juga menghadirkan rear spoiler ganda di mobil ini, dimana spoiler pertama memiliki ukuran besar dan ditempatkan di atas panel aero penghubung area air vents dan tail lights. Sedangkan rear spoiler lainnya memiliki bentuk lebih kecil dan ditempatkan di cekungan engine cover, dimana rear spoiler ini mirip tugasnya seperti ‘T-wing’ pada mobil balap F1 SF70H yang digunakan Scuderia Ferrari.

Ruang kokpit Ferrari P80/C ini memiliki format yang tidak berbeda jauh dengan mobil balap Ferrari 488 GT3. Semua tombol operasi mobil ada di central cluster yang menghadap ke pengemudi, dengan setir balap dan instrument cluster yang serupa ditemukan di Ferrari 488 GT3. Bedanya adalah mobil ini memiliki jok bucket seat berkelir biru untuk pengemudi dan penumpang, dengan seat belt 5-titik keluaran Sabelt dengan roll cage dan alat pemadam kebakaran.

Namun masih belum ada kepastian mesin apa yang digunakan pada Ferrari P80/C ini.  Jika tidak ada ubahan teknis pada mesin dan tetap mengacu pada basis mobil ini, Ferrari 488 GT3, maka mesin yang digunakan ialah mesin 3.9 liter V8 90° twin-turbo dengan transmisi sequential 6-percepatan. Tenaga yang dihasilkan sekitar 600 Hp @ 7.000 rpm dan torsi sekitar 700 Nm @ 6.000 rpm. Tidak menutup kemungkinan angka ini bisa berbeda karena torehan angka performa ini dibatasi mengikut homologasi balap GT3, dimana Ferrari P80/C tidak perlu mengikuti homologasi dan sangat dibebaskan untuk mengutak-atik performa mesin sampai ke titik maksimal.

SAMPAIKAN KOMENTAR