Emisi Euro 4 Dan Mobil Listrik Bukan Hal Baru!

Emisi Euro 4 Dan Mobil Listrik Bukan Hal Baru!

11Jul
INTERSPORT.ID ON 11 July 2018
INTERSPORT.ID ON 11 Jul 2018

Pria Intersport! Sebentar lagi gelaran pameran otomotif bertaraf Internasional, GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), akan kembali digelar pada tanggal 2 - 12 Agustus 2018, di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Tahun ini, GIIAS 2018 mengusung tema "Beyond Mobility" yang diartikan sebagai sebuah gerakan evolusi kendaraan bermotor dari sebuah alat transportasi menjadi sebuah kontribusi yang dapat mendorong percepatan kualitas kehidupan manusia.

Tercatat, lebih dari 40 kendaraan terbaru dan juga kendaraan konsep akan diluncurkan pada pameran yang berlangsung selama 10 hari tersebut.

Menariknya Pria Intersport, saat pelaksanaan GIIAS nanti. Gaikindo akan melakukan deklarasi yang menyatakan bahwa Indonesia memasuki era emisi Euro4. Seperti yang kita ketahui bersama, hal ini sejalan dengan langkah pemerintah untuk menurunkan kadar emisi gas buang yang dihasilkan dari sebuah knalpot kendaraan bermotor.

Emisi Euro 4

Bicara itu semua, di beberapa negara emisi Euro 4 bukanlah hal yang baru. Malahan tren saat ini masuk emisi Euro 6. Namun di Indonesia ini merupakan suatu hal yang baru untuk diterapkan pada setiap kendaraan.

Kenapa demikian bro? Saat ini Indonesia masih menerapkan emisi euro 2, dimana rata-rata kendaraan bermotor menggunakan bahan bakar yang mengandung belerang 500 ppm.

Apa yang menjadi kendala bro? Pertama adalah regulasi, walau pemerintah sudah menetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan LHK Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/3/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe baru Kategori M,N, dan O sudah ditandatangani pada 10 Maret lalu. Namun, Skema investasi pabrik otomotif Indonesia selama ini buat kendaraan Euro II.

Kedua, Pertamina sebagai pemasok bahan bakar di dalam negeri boleh dikatakan belum siap bro. Selain kilang minyak, harusnya BBM yang sudah tidak layak lagi sudah mulai dicabut.

Mobil Listrik

Selain penerapan emisi Euro 4, mobil listrik juga menjadi alternatif untuk menurunkan emisi gas buang kendaraan bermotor. Seharusnya, hal ini sudah menjadi perhatian dari lama, karena ini merupakan tren global saat ini.

Bicara mobil listrik di Indonesia, sebenarnya juga bukan hal yang baru bro. Masih ingat dengan nama mobil listrik seperti, Tuxuci, Gendhis, Selo, Evina, Ahmadi, Hevina, Si Elang. Namun sayangnya mereka berhenti pengembangannya karena uji emisi yang tidak lolos.

Jika kita melihat kesiapaanya saat ini, sama dengan emisi euro 4 yang memiliki beberapa kendala. Pertama adalah regulasi, dimana pabrikan otomotif harus memikirkan skema investasi pabrik otomotif.

Kedua, ketersediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) yang masih sangat minim. Ketiga, harga kendaraan listrik tidaklah murah.

Terkait hal ini bro, pastinya sangat mempengaruhi kepada daya beli masyarakat. Kenapa demikian? Masyarakat akan merasa takut jika aturan tersebut belum diatur secara jelas. Selain itu, masih banyak yang harus disesuaikan nantinya, dimana memerlukan waktu yang cukup lama.

Hal tersebut menambah kekhawatiran dikalangan masyarakat akan nasibnya ketika membeli kendaraan. Bisa-bisa, setelah membeli mobil tersebut masih emisi euro 2.

Jika memang dalam waktu dekat ini pemerintah menerapkan emisi Euro 4, semoga persiapaan semuanya sudah matang dan penurunan polusi udara di Indonesia dapat berhasil. Menginggat, sebentar lagi gelaran Asian Games 2018 akan dimulai pada bulan Agustus mendatang. Karena hal tersebut juga berpengaruh pada kesehatan para atlet yang bertanding nanti.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN