Deretan Teknik pada Dunia Drifting
08
May
0 Comment Share Likes 164 View

Drifting adalah teknik menyetir dimana pengemudi berusaha membuat mobilnya dalam posisi miring dan tetap dalam keadaan meluncur selama mungkin. Para drifter biasanya menggunakan rem tangan dan drifter juga biasanya ketika melakukan drifting menggunakan posisi gigi dua. Melakukan drifting sangat dibutuhkan keahlian untuk dapat menguasai teknik drift tersebut.

Teknik drifting dilakukan dengan cara membiarkan ban belakang slip dengan alur yang lebih besar daripada ban depan. Ini biasanya terjadi saat mobil dipacu dengan kecepatan tinggi, kemudian arah dibelokan tanpa mengurangi kecepatan mobil. Jika teknik drifting dilakukan dengan tidak tepat, bisa menyebabkan mobil melintir dan kehilangan kendali. Karena itu, kecepatan dan sudut belokan harus diambil secara akurat. Jadi bisa dibilang drifting itu sendiri adalah mengontrol sebuah mobil yang tidak terkontrol.

Ada dua teknik utama yang digunakan oleh drifter untuk menciptakan gerakan drift yaitu Clutching atau menggunaan kopling dan braking atau menggunaan rem. Dalam teknik clutching, saat mobil pembalap mendekati tikungan, ia akan menekan kopling dan pindah ke gigi 2. Lalu pembalap akan menekan gas sampai sekitar 4500 rpm. Saat kopling dilepas, akan ada putaran kuat pada ban karena saat itu mesin sedang berputar cepat. Kekuatan besar mendadak ini membuat ban belakang berputar sangat cepat sampai kehilangan traksi dan bagian belakang mobil akan melintir.

Sementara dalam teknik braking, pengemudi menarik rem tangan saat memasuki tikungan sehingga menyebabkan ban belakang terkunci dan kehilangan traksi dan menciptakan gerakan drift. Teknik ini adalah satu-satunya teknik yang bisa digunakan untuk mobil-mobil front wheel-drive (FWD). Sementara untuk mobil rear wheel-drive (RWD) memiliki setidaknya satu lusin teknik. Inilah sebabnya lebih banyak pro drifter yang menggunakan mobil rear wheel drive (RWD) untuk dibesut.

Namun sebenarnya teknik pada dunia drifting itu sangat banyak sekali. Ada beberapa teknik yang biasa digunakan pada drifting antara lain

HandBrake Drift

Kopling diinjak dan disaat bersamaan hand-brake ditarik untuk menghilangkan traksi. Ketika traksi sudah hilang, kopling di lepas dan pedal gas ditekan sambil lakukan countersteering. Setelah mobil melintir, kita tinggal memaintain posisi mobil saja.

Power Slide

Syaratnya butuh mobil dengan mesin bertenaga besar. Caranya hanya dengan membejek pedal gas habis dan mengontrol arah mobil dengan setir.

Shift Lock

teknik drifting yang dilakukan dengan cara menurunkan posisi gigi yang lebih rendah. Hal ini dilakukan untuk membuat ban mengunci yang menyebabkan hilangnya traksi pada mobil.

Clutch Kick

Drifting dengan cara menendang kopling segingga menimbulkan guncangan pada transmisi sehingga mempengaruhi keseimbangan mobil. Hal ini bakal membuat mobil slidding.

Braking Drift

Caranya saat masuk tikungan pedal rem diinjak sehingga bobot pindah ke depan. Kemudian pedal gas langsung dipijak sehingga ban belakang kehilangan traksi.

Feint/Scandinavian Flick

Caranya dengan memindahkan bobot kendaraan ke luar dengan cara memutar setir ke arah luar tikungan dan dengan tiba-tiba memutar balik setir sehingga bagian belakang mobil bergeser. Teknik ini seperti cara menikung mayoritas pereli.

Kansei/dynamic drift

Drifting dengan cara mengangkat pedal gas saat kecepatan tinggi. Ini terjadi karena saat pedal gas diangkat bobot pindah dari belakang ke depan.

Saat drift sudah tercipta dengan melakukan teknik yang benar, maka yang selanjutnya harus dilakukan adalah menjaga agar mobil tetap terkontrol. Untuk yang satu ini diperlukan keahlian dari si pengemudi dalam mengontrol kombinasi antara gas dan setir.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR