Deretan Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Lintasan Formula 1

Deretan Kecelakaan Tragis yang Pernah Terjadi di Lintasan Formula 1

30Mar
INTERSPORT.ID ON 30 March 2017
INTERSPORT.ID ON 30 Mar 2017

Ajang balap Formula One (F1) memang dikenal sebagai salah satu kompetisi paling berisiko. Tidak heran apabila para pembalapnya dibayar dengan harga sangat tinggi karena sewaktu-waktu nyawa mereka bisa saja terenggut. Berikut ini beberapa kecelakaan tragis yang pernah terjadi saat kompetisi F1.

 

Ayrton Senna (1994)
 
Kecelakaan yang menimpa Ayrton Senna tidak akan pernah dilupakan oleh penggemar F1 di seluruh dunia. Bagaimana tidak? Legenda balap F1 terbaik sepanjang masa ini harus meninggal dengan cara yang sangat tragis di Imola pada tahun 1994. Senna, yang saat itu memimpin lomba, tiba-tiba melebar dari trek dan menghantam dinding beton tikungan Tamburello. Masih menjadi spekulasi apakah pembalap yang dikenal sangat murah hati ini menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian atau di rumah sakit.

 

Rollan Ratzenberger (1994)

Rookie di F1, Roland Ratzenberger, meninggal sehari sebelum balapan dimulai atau saat sesi kualifikasi di hari Sabtu. Mobilnya menabrak dinding saat melaju di kecepatan 314, 9 km/jam setelah kegagalan sayap depan.

 

Gerhard Berger (1989)

Kecelakaan tragis menimpa Gerhard Berger dengan mobil Ferarrinya pada tahun 1989 di Imola. Kecelakaan terjadi di tikungan Tamburello saat Berger kehilangan kendali atas mobil dan menabrak dinding dengna kecepatan tinggi. Beruntung, Berger berhasil melarikan diri.

 

Gilles Villeneuve (1982)

Salah satu pembalap terbaik di F1 tahun 1982, Gilles Villeneuve, meninggal karena kecelakaan pada lap kualifikasi terakhirnya di Grand Prix Belgia. Saat itu mobil Ferrari milik Gilles bersentuhan dengan mobil Jochen Mass yang membuat mobilnya meluncur ke udara.

 

Ronnie Peterson (1978)

Pembalap asal Swedia ini mengalami kecelakaan di Grand Prix Italia tahun 1978, tepatnya di belokan pertama, yang melibatkan sembilan pembalap lainnya. Peterson meninggal sehari setelah kecelakaan.

 

Terlepas dari segala risikonya, kompetisi F1 tetap menjadi ajang balap paling bergengsi dan glamour yang diimpikan oleh banyak pembalap. Mungkin memang risiko yang dihadapi sepadan dengan penghargaan yang diterima.

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN