Deretan Drifter Pro di Intersport World Stage 2019
22
Nov
2019
1 Comment Share Likes 15090 View

Intersport World Stage 2019 – ‘A Spectacular Driftainment, That Will Amaze You!’ yang akan digelar pada 30 November – 1 Desember 2019 di EduTown Area BSD City – Tangerang, dan dipastikan ajang akan menjadi ajang drifting terbesar Asia Tenggara di tahun ini. Terlebih dengan hadirnya Intersport AR Team, Diego Higa, Atsushi Taniguchi dan sederetan drifter Pro Indonesia.

Khusus untuk deretan drifter Pro yang hadir dalam memenuhi undangan untuk mengikuti berbagai tantangan dalam Intersport World Stage 2019, tercatat ada enam nama. Kiprah mereka dalam dunia drifting, tentu telah terbuktikan dengan berbagai prestasi yang diraihnya. Penasaran siapa saja drifter muda profesional yang akan hadir dalam Intersport World Stage 2019? Yuk, kita kenalan dulu!

  1. Muhammad Irdam

Muhammad Irdam adalah drifter asal Indonesia yang lahir di Bandung, 11 Agustus 1989 silam. Bernama lengkap Muhammad Irdam Ruchdiansyah, ia memulai karirnya pertama kali pada tahun 2009. Pada saat itu, ia memulai drifting dengan menggunakan mobil Mitsubishi Lancer GLXi yang notabene adalah mobil berpenggerak roda depan. Pilihan mobilnya tersebut bisa dibilang cukup unik. Dan hebatnya lagi, dengan menggunakan mobil tersebut, Muhammad Irdam berhasil meraih gelar juara pertama dalam ajang Achilles Drift Challenge 2009 di kelas FWD. Tidak berhenti sampai di sana, sejak debutnya tersebut Muhammad Irdam diketahui telah banyak memenangkan berbagai jenis kejuaraan drifting di Indonesia. Beberapa di antaranya ialah Juara 1 BSD Kejurnas Kelas Rookie (2014), Juara 1 Pro Kejurnas Seri 2 Pondok Cabe (2018), Juara 2 Pro Kejurnas Seri 3 Subang (2018), Juara 1 Pro Intersport Qualifier Seri 1 Pondok Cabe (2018), Juara 1 Pro Intersport Qualifier Seri 5 Bantul (2018), dan masih banyak lagi prestasinya yang lain.

 

Sepanjang perjalanannya di dunia drifting, Muhammad Irdam sendiri diketahui telah menggunakan mobil yang berbeda-beda untuk drifting. Setelah pada awal karirnya ia menggunakan Mitsubishi Lancer GLXi, drifter muda yang tergabung dalam tim I Love Drift Session (ILDS) ini kemudian menggunakan salah satu mobil pabrikan Nissan, yakni Nissan Cefiro dengan mesin standar. Setelah itu, ia kembali mengganti mobilnya dengan mobil BMW e30 Pick Up. Selepas menggunakan mobil BMW, pilihannya jatuh kembali pada Nissan Cefiro. Muhammad Irdam bahkan memiliki nama panggilan khusus untuk Nissan Cefiro andalannya, yaitu Pilo. Di musim 2018, Muhammad Irdam kembali terjun ke ajang drifting bersama dengan Pilo yang telah menggunakan mesin RB25 DET. Bersama dengan Pilo, Muhammad Irdam berhasil menjadi Top Qualifier dalam ajang Intersport Road To World Stage 2018.

 

  1. Ziko Harnadi

Ziko Harnadi, atau yang lebih akrab disapa dengan nama Ziko adalah salah satu drifter pro kelahiran 2 November 2000. Ziko Harnadi yang masih berusia 19 tahun ini merupakan seorang drifter yang tergabung dalam tim BSD Drift Team. Ziko Harnadi tercatat sebagai salah satu mahasiswa aktif di jurusan Bisnis di Universitas Prasetiya Mulya, Tangerang, Banten. Salah satu alasan Ziko Harnadi terjud ke dunia drifting adalah karena melihat kedua kakak kandungnya, Dipo dan Bimo yang sudah lebih dulu aktif dalam balap drifting Tanah Air. Ziko sendiri pertama kali drifting pada umur 12 tahun menggunakan mobil Nissan 200SX milik kakaknya, Bimo. Ia kemudian terus berlatih sampai akhirnya bisa menjadi drifter berprestasi seperti sekarang. Hingga saat ini, Ziko sudah berhasil menyabet berbagai jenis penghargaan, seperti Juara 4 International Class Intersport WorldStage (2018), Juara 1 Rookie Class Kejurnas Rd. 1 Pondok Cabe (2018), Juara 2 Rookie Class Kejurnas Rd. 3 Subang (2018), dan masih banyak lagi.

 

Meskipun terbilang muda, Ziko Harnadi tidak bisa dianggap remeh. Selain karirnya di bidang drifting, ia juga terus menyibukkan diri dengan kuliah dan bisnis miliknya. Dan walaupun terhitung sukses dalam bidang drifting, ia mengaku tetap ingin fokus kuliah dan sedikit mengesampingkan bisnis miliknya, yaitu bisnis penyewaan mobil towing, clothing line, dan bengkel. Selain sebagai sebuah profesi dan hobi, drifting dianggap Ziko Harnadi sudah menjadi bagian dari dirinya karena ia sudah menggeluti bidang tersebut sejak usia yang cukup belia. Karena itulah, fokus utamanya selain kuliah adalah terus menekuni bidang drifting. Terlebih, pada tahun 2019 ini kabarnya ia akan memasuki kelas Pro dan bersaing dengan drifter lain yang sudah lebih senior.

Seperti drifter pada umumnya, Ziko Harnadi juga memiliki mobil andalan yang digunakannya untuk drifting. Ziko terjun ke arena drifting dengan menggunakan Nissan 200SX berkelir merah dengan livery yang khas dari BSI Drift Team. Uniknya, wajah dari mobil Nissan 200SX tersebut sudah diubah menggunakan wajah dari Nissan Silvia S15. Mobil tersebut kemudian dia beri nama Zicoster.

 

  1. Allen Yong

Satu lagi drifter muda asal Indonesia, yaitu Allen Yong. Memiliki nama lengkap Allen Bian Berlin Yong, drifter muda yang satu ini mulai dikenal di kancah drifting indonesia sejak ia membuktikan kemampuannya dalam drifting. Allen Yong dikenal sebagai drifter yang selalu tampil konsisten bahkan sejak saat latihannya. Allen Yong sendiri pertama kali terjun ke dunia drifting karena tertarik melihat aksi drifting yang dilakukan oleh salah satu senior sekaligus kakak kelasnya, Amandio, pada tahun 2011 lalu. Sayang, karirnya sebagai drifter sempat terhenti ketika ia harus melanjutkan pendidikannya di Singapura. Setelah lulus kuliah di akhir tahun 2015, ia kembali menekuni bidang drifting hingga saat ini.

 

Pada tahun 2018, Allen Yong sempat memperebutkan juara ketiga untuk kualifikasi dan tandem 32 besar dalam ajang Kejurnas. Ia berhasil menguasai kelas Rookie secara hasil kualifikasi dan menempati juara kedua di bracket Rookie. Dalam ajang tersebut, ia berhadapan dengan Alinka Hardianti pada tahap semi final.

Allen Yong sendiri didukung GT Radial Willbern Drift Team. Seperti yang sudah banyak diketahui, Allen Yong memang ditunjuk menjadi Brand Ambassador dari Willbern. Ia pernah berpartisipasi dalam ajang Kejurnas Super Drift pada bulan April tahun 2018 lalu sebagai Brand Ambassador sekaligus user dari produk Willbern Racing performance. Pada ajang yang sama, Allen Yong berhasil menaklukan dua podium sekaligus, yaitu juara tiga di kategori pro, serta juara dua di kategori Rookie dengan menggunakan Nissan Cefiro bermesin 2JZ.

 

  1. Lucky Reza

Lucky Reza merupakan salah satu drifter kenamaan di Indonesia. Ia mulai mengenal dunia drifting sejak tahun 2007. Hidupnya banyak dihabiskan membangun komunitas drifting dan membawa nama drifting sehingga bisa terwujud menjadi sebuah kompetisi pada tahun 2010, dimana ia juga memulai karirnya di dunia drifting pada tahun yang sama, tepatnya pada ajang Jak Drift. Ia berhasil mendapatkan gelar juara untuk pertama kali pada tahun 2012 dalam ajang Driftwar. Ia meraih juaraa keempat di kelas Pro dalam ajang tersebut. Prestasinya pun kian menanjak sejak saat itu. Ia menyabet banyak podium di ajang drifting Indonesia, misalnya saja Juara 2 Rookie Drift ++ (2014), Juara 1 Pro AMF Surabaya (2015), Juara 3 Pro Superdrift 2016, dan lain sebagainya.

 

Awalnya, Lucky Reza mengandalkan mobil Nissan Cefiro bermesin standar sebagai mobil drift-nya. Ia kemudian melakukan swap engine pada mesin tersebut menggunakan mesin V8 milik Nissan dengan kode VH. Lalu ia mengganti mobilnya dengan Nissan 200SX, namun dengan memindahkan mesin VH yang ada pada Nissan Cefironya ke dalam mobil barunya tersebut.

Saat ini, Lucky Reza seringkali dijumpai menjadi seorang juri di berbagai jenis kompetisi drifting yang ada di Indonesia. Ia bertekad ingin memperbanyak kompetisi drifting di Indonesia demi mengharumkan nama bangsa indonesia di mata dunia.

 

  1. Abdul Aziz

Abdul Aziz merupakan salah satu drifter muda berbakat yang sudah menorehkan berbagai prestasi dalam bidang drifting. Drifter muda yang memiliki nama lengkap Muhammad Abdul Aziz ini tergabung dalam Pertamax Motorsport Drift Team. Abdul Aziz sendiri diketahui baru direkrut oleh Pertamax Motorsport Drift Team pada awal tahun 2017. Setelah bergabung dengan Pertamax Motorsport Drift Team, ia langsung sukses merebut podium tiga kelas Pro dalam ajang Pertamax Motorsport Super Drift yang sekaligus menjadi Kejuaraan Nasional Drifting 2017.

 

Meskipun sudah menjadi drifter berprestasi, nyatanya hal tersebut tidak lantas membuat Abdul Aziz berhenti belajar dan berbagi ilmu. Terbukti, Abdul Aziz pernah terlibat dalam gelaran Drift Camp, dimana para drifter yang sudah berpengalaman berbagi ilmu dan skil mereka. Gelaran yang berupa coaching clinic yang diadakan oleh Indonesia Drifting Community tersebut memang diadakan agar drifter pemula bisa menggali ilmu dari drifter profesional seperti Abdul Aziz, agar muncul bibit-bibit drifter baru yang bisa semakin mengembangkan dunia drifting di Indonesia.

 

  1. Rocca J.S.

Rocca adalah drifter kenamaan Indonesia yang bisa dibilang masih cukup muda. Lahir di Jakarta, 20 November 1998, pemilik nama lengkap Rocca Julian Schwarze ini adalah seorang drifter yang tertarik pada dunia drifting sejak usia muda. Ia pertama kali mengenal dunia balapan saat ia masih duduk di kelas 2 SMA, melalui temannya, Mico Mahaputera yang merupakan seorang pembalap nasional. Mico sendiri sudah pernah mengikuti kejuaraan drifting, slalom, dan touring.

 

Karena ketertarikannya pada dunia drifting, Rocca akhirnya membeli mobil pertamanya dari seorang temannya. Pada awal karirnya, Rocca didukung untuk membenahi peralatan dan perlengkapan mobil balapnya, dan dilatih drifting langsung oleh Mico. Setelah berlatih dengan keras, Rocca akhirnya berhasil debut pada akhir tahun 2016 dalam ajang Drift Star. Dalam ajang tersebut, ia berhasil meraih 2 piala. Lalu ia mulai naik ke kelas Rookie pada tahun 2017 dengan menggunakan mobil Nissan Cefiro yang dipinjamnya dari Armando Dido, dan berhasil memenangkan satu piala. Saat meminjam mobil tersebut, ia juga tengah membangun mobil driftnya sendiri menggunakan mobil BMW bermesin 2jz. Prestasi yang pernah diraih oleh Rocca sendiri antara lain Juara 2 AMF Drift Star Yogyakarta (2016), Juara 2 Kejurnas Drift (2017), Juara 2 Overall Driftwar (2016), Juara 1 Rookie Kejurnas Drift (2017), dan masih banyak lagi.

 

Bagaimana, tertarik ingin menyaksikan kemampuan salah satu dari enam Drifter Pro dalam Intersport World Stage 2019? Pria Berselera Tinggi wajib hadir langsung demi melihat aksi – aksi seluruh drifter yang terlibat dalam dua hari (30 November – 1 Desember 2019).

SAMPAIKAN KOMENTAR