Dampak Buruk Jika Langsung Pindah Dari D ke P Pada Mobil Matic
23
May
0 Comment Share Likes 276 View

Salah satu komponen yang sangat penting dan vital pada sebuah kendaraan bermotor, entah itu kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat adalah komponen transmisi. Transmisi ini sendiri tentunya sangat erat kaitannya terhadap dapat bergeraknya sebuah mobil. Bayangkan jika sebuah mobil tidak memiliki transmisi. Tentu tenaga yang dikeluarkan oleh mesin tersebut tidak akan tersalurkan ke roda penggerak dan hasilnya mobil pun tidak bisa dipakai.

Oleh karena itulah anda sebagai pemilik dan pengguna mobil wajib dan harus menjaga dan melakukan pengecekan serta perawatan terhadap  transmisi tersebut, sehingga tidak akan terdapat masalah yang nantinya akan berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan anda.

Transmisi ini sendiri di bagi atas dua jenis, yakni tarnsmisi otomatis dan juga transmisi manual yang mana kedua jenis transimisi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. namun pada akhirnya saat ini transmisi otomatis lah yang lebih dipilih oleh para pemilik kendaraan. Bahkan ada pabrikan mobil yang hanya menjual mobil dengan transmisi otomatis saja.

 Apa Itu Transmisi Matik?

Adapun transmisi matik tersebut merupakan transmisi yang jenis gigi giginya bisa melakukan perpindahan sendiri atau otomatis berdasarkan pada beban mesin yang berasal dari besarnya tekanan gas pedal dan juga kecepatan kendaraan itu sendiri.   

Sistem pengoperasiannya sendiri tentunya akan berbeda dengan transmisi yang manual, yang mana pada transmisi manual memerlukan perpindahan gigi dengan memakai tuas pemindah gigi.

Hal ini tentunya akan sangat berbeda dalam hal sistem pengoperasiannya. Dan tentunya jika kita lihat dari sistem penggunaanya sendiri, tentunya lebih mudah atau simpel menggunakan kendaraan dengan jenis tansmisi  matik tersebut.

Dan pada umumnya, mobil dengan jenis transmisi matik tersebut lebih diminati terutama pada kota kota besar seperti Jakarta. Namun meski demikian, masih ada beberapa kesalahan yang sering terjadi yang dilakukan oleh pemilik kendaraan matik tersebut yang seringkali disepelekan yang pada akhirnya berdampak buruk bagi performa kendaraan tersebut secara keseluruhan.

Ini Akibatnya Kebiasaan Langsung Pindah dari d ke P Pada Transmisi Matik

Pada umumnya sobat, salah satu kebiasaaan atau kesalahan yang sering kali di sepelekan oleh seseorang yang menggunakan transmisi matik tersebut adalah langsung pindah dari D ke P, padahal kebiasaan buruk seperti ini akan sangat berbahaya bagi pemiliki mobil tersebut.

Pada umumya orang akan lebih suka membiarkan posisi tuas pada posisi D dan menahan pakai rem agar mobil tersebut tidak bergerak. Hal seperti ini sangatlah salah, karena akan membuat transmisi bekerja dengan ekstra di saat suplay udara terbatas, hal ini juga akan membuat kualitas pelumas menjadi cepat berkurang dan tentunya akan lebih boros.

Hal ini terjadi karena saat mobil berhenti namun tuas dibiarkan pada posisi D maka hubungan antara mesin dan juga transmisi akan tetap berjalan meski sudah tertahan rem dan pada posisi P. 

Oleh karena keduanya terhubung, maka transmisi ini pun akan tetap bekerja pada torque conventer, padahal sata mobil diam tidakm hanya asupan udara saja yang membuat kondisi oli transmsisi matik   tersebut harus bekeja ekstra pada suhu  panas tersebut. 

Selain itu, akibat atau dampak buruk yang lainnya adalah membuat konsumsi bahan bakar pada mobil anda akan terus berjalan, karena mesin transmisi maish terkoneksi, akibatnya hal ini akan menimbulkan keborosan.  

Dan hal yang merugikan lainnya adalah bisa berengaruh pada usia kampas rem yang cepat habis karena harus menahan laju kendaraaan tersebut. Di sisi yang lainnya sobat, pada saat anda langsung memindahkan dari posisi D ke posisi P, maka pada saat perpindahann tentunya anda akan merasakan hentakan dan juga suara yang keras dari transmisi matik tersebut.

Hal ini terjadi karena pada saat kendaraan anda berada di posisi P, maka tentunya transmisi anda dalam kendaan terkunci yang mengakibatkan  aktifnya pengunci transmisi tersebut. 

Dan pada saat pengunci ini sendiri aktif, dengan ukuran komponen yang lumayan besar maka transmisi ini juga akan menahan bobot kendaraan sebesar bobot kendaraan anda tersebut. 

Dan pada saat hal ini terjadi, maka tentunya akan berpengaruh pada tingkat kecepatan keausan mobil anda. Dan untuk menghindari hal tersebut sobat, maka baiknya biasakan memindahkan tuas transmisi ke posisi N terlebih dahulu saat mobil anda akan berhenti lama, baik pada saat kondisi lampu merah atau ketika anda sedang melewati jalanan yang macet.

Langkah Mengatasi Keausan Komponen Transmisi

Untuk mengatasi keausan komponen pada transmisi mobil matik anda,  maka baiknya  pada saat kendaraan anda berhenti,  maka silahkan terlebih dahulu memindahkankas tuas dari  posisi D ke posisi N ( netral ) terlebih dahulu. 

Setelah itu, barulah anda menarik rem tangan anda hingga maksimal dan segera  lepaskan kaki dari pedal rem kendaraan anda, dan terakhir barulah anda menekan tuas transmisi tersebut ke posisi P. Dan pada saat anda melakukan hal ini  dengan benar, maka tidak akan ada  hentakan saat anda memindahkan posisi transmisi dari D ke P tersebut.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR