Daftar Penyakit Kaki-Kaki Mobil, Ketahui Juga Gejalanya (Part I)
25
Sep
2019
0 Comment Share Likes 571 View

Kaki-kaki mobil bisa dibilang menjadi bagian yang cukup penting, namun juga rawan berkendala. Berikut ini adalah beberapa daftar penyakit kaki-kaki mobil  di setiap komponennya.

Kinerja kaki-kaki mobil sangat berpengaruh pada kestabilan pengendalian mobil itu sendiri. Selain kerusakan karena faktor eksternal, kondisi kaki-kaki juga terpengaruh aktivitas modifikasi.

Tanpa berlama-lama, berikut ulasannya.

Ball Joint

Ketika ball joint sudah afkir, maka gejala awalnya adalah paling terasanya guncangan saat mobil melibas jalan keriting atau bergelombang kasar. Karenanya akan menimbulkan bunyi kletek-kletek, dan roda pun terasa bergoyang. Getaran tersebut pun akan merambat sampai ke lingkar setir. Untuk memastikan pengecekan, lebih klop bila diikuti pengamatan terhadap permukaan ban.

Sebab kalau ball joint sudah kena, camber pasti juga akan berubah. Bisa dilihat dari kondisi ban yang kemakan sebelah. Untuk memastikannya, coba dongkrak mobil sampai roda dapat berputar dengan bebas. Kemudian letakkan kedua tangan di posisi atas dan bawah roda, dan mulai gerakkan dengan cara menarik dan mendorongnya. Kalau terasa sudah oblak, berarti prediksi kerusakan ball joint benar adanya. Solusinya, segera ganti dengan yang baru.

Tie Rod

Tie rod terdiri atas long tie rod dan tie rod end. Pada mobil dengan sistem kemudi rack and pinion, yang paling sering rusak adalah tie rod end-nya. Tugas peranti ini adalah mengikat roda, untuk membimbingnya belok kiri atau kanan. Bila tie rod end sudah oblak, maka tak bakal mampu memegang roda secara sempurna.

Akibatnya, arah roda (toe in/toe out) bakal berubah. Efeknya, mobil pun terasa melayang bahkan pada jalan mulus sekalipun. Tapi bila hanya sebelah yang rusak, arah mobil bisa lari ke kiri-kanan. Tak hanya itu, saat terkena lubang jalan yang meskipun tidak seberapa besar, setir terasa liar.

Untuk mendeteksinya lebih lanjut, maka sama halnya ketika memeriksa kondisi ball joint. Yaitu dongkrak kedua atau salah satu roda depan di jalan rata, dan pastikan roda mampu berputar bebas atau tak menyentuh permukaan jalan. Gerakkan roda dengan cara memegang sisi kanan dan kiri ban memakai tangan. Goyang-goyangkan agak kuat ke depan dan belakang, lalu cermati gejala yang muncul. Saat tie rod atau long tie rod rusak, akan muncul gejala roda yang oblak. Bahkan jika sudah parah akan disertai bunyi klotok-klotok. Maka tak ada jalan lain, selain menggantinya.

Bearing

Bunyi yang ditimbulkan bearing jika sudah aus, relatif berbeda dengan komponen lain pada kaki-kaki mobil. Jika yang lain menunjukkan gejala lewat suara keras yang mengganggu, maka untuk bearing akan terdengar mendengung. Atau pada kecepatan rendah akan terdengar seperti bunyi logam tergerus. Hanya, hati-hati membedakannya dengan bunyi ban. Sebab beberapa kembang ban pun bisa menimbulkan bunyi.

Tapi agar lebih yakin, coba belokkan roda ketika mobil berjalan. Perhatikan, kalau suara hilang ketika mobil dibelokkan ke kiri, berarti bearing roda kiri sudah jelek. Sedangkan yang kanan masih bagus. Begitu juga sebaliknya. Sebaiknya bearing diganti bersamaan, walau rusaknya cuma di satu roda.

Bushing

Dalam konstruksi pendukung kaki-kaki mobil, ada beberapa komponen yang memakai bushing. Seperti stabilizer dan swing arm atau lengan ayun. Kalau bushing stabilizer yang sudah jebol, paling hanya membuat bunyi-bunyian atau terasa limbung saat melahap tikungan. Tapi ketika bushing arm rusak, hal ini bisa menyebabkan mobil terasa melayang, mirip dengan gejala pada ball joint, selain adanya bunyi-bunyian yang serupa.

Karena itu, akibatnya akan membuat camber roda bakal sulit disetel menuju kondisi ideal. Lantas bagaimana membedakannya? Hanya ada satu cara, yaitu lagi-lagi dongkrak roda, pegang tapi kali ini goyangkan lengan ayun. Kemudian rasakan pada bagian lengan ayun mana yang bergerak. Pastikan gerakan tersebut terasa lebih pada ball joint atau di bushing-nya, sehingga bisa segera mengambil tindakan lebih lanjut.

Shockbreaker

Memahami gejala shockbreaker yang kondisinya sudah tak baik cukup mudah dilakukan. Tekan atau genjot ujung kap mesin atau bagasi memakai tangan beberapa kali, dan kemudian lepaskan. Penanda sohckbreaker yang baik, akan memberikan ayunan bodi yang terjadi sekali saja. Sebaliknya, jika ayunan bodi terjadi berkali-kali, besar kemungkinan shockbreaker sudah rusak.

Tapi bila masih belum yakin, coba perhatikan tapak ban. Shockbreaker afkir akan menyebabkan permukaan tapak ban terkikis tidak merata, alias bergelombang searah putaran roda. Selain itu, jika jenis shockbreaker-nya berisi oli, maka kerusakan bisa juga dideteksi dengan rembesan oli yang keluar dari shockbreaker.

Cara memeriksanya dengan mendongkrak mobil dan melihat kondisi tabung shockbreaker. Di saat yang sama, periksa pula bushing shockbreaker atau yang lebih sering disebut stopper. Pada usia pemakaian yang tinggi, maka akan membuatnya getas dan kemudian pecah. Ganti bila menemui bushing yang pecan atau sudah berubah bentuk.

Jangan tunggu kerusakan shockbreaker terlampau parah karena bukan Cuma faktor kenyamanan yang dikorbankan, risiko celaka juga mengintai. Pastinya saat shockbreaker rusak, kerja per jadi lebih berat untuk meredam guncangan dari permukaan jalan, Bukan tak mungkin per bisa patah di kondisi yang cukup ekstrem. Pengendalian arah mobil juga akhirnya jadi sulit dikontrol.

 

SAMPAIKAN KOMENTAR