Cegah Kejahatan Pecah Kaca Mobil Pakai Cara Berikut
28
Nov
2019
0 Comment Share Likes 698 View

Maraknya kasus pencurian dengan modus pecah kaca mobil meresahkan masyarakat saat ini. Hanya dengan modal pecahan busi atau keramik saja, para pencuri sudah bisa melancarkan aksinya. Mereka menyasar tempat parkir di mal, kampus, rest area, hingga rumah sakit. Komplotan pencuri ini selalu berkelompok dan membagi peran tiap beraksi. Ada yang menjadi driver, eksekutor, serta ada juga yang bertugas mengintai lokasi sekitar.

Berbagai macam cara dilakukan oleh pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya. Cara yang biasa dilakukan yaitu memecah kaca dengan mendorong helm, atau dengan serbuk busi mobil yang sedang nge-trend. Sekarang sudah jarang dilakukan memecahkan kaca dengan benda keras seperti kapak atau linggis karena mengeluarkan bunyi keras, serta dapat membahayakan pelakunya.



Selain itu, menggunakan helm juga jarang dilakukan karena meskipun tidak menimbulkan suara, akan sulit dibuka jika menggunakan kaca film yang kualitasnya bagus. Oleh karena itu, para pelaku kejahatan lebih memiliki menggunakan serbuk busi untuk melakukan aksinya. Mereka sering menggunakan pacahan busi tersebut yang diberikan air liur agar dingin supaya saat dilemparkan ke kaca mobil yang panas dan bertekanan tinggi, kaca tersebut langsung retak.

Kaca yang retak kemudian bisa didorong oleh pelaku dengan mudah sehingga mereka bisa mengambil barang berharga pemilik mobil yang ditinggal di mobilnya. Sebagai informasi, mereka seringkali melakukan aksinya di siang hari karena panas dan tekanan udara dari dalam mobil tinggi.



Dengan banyaknya kasus kejahatan bermodus memecahkan kaca mobil ini, masyarakat pun harus berhati-hati. Lantas, bagaimana menghindari kejahatan dengan modus memecahkan kaca mobil?

Pertama, masyarakat disarankan agar tidak menutup kaca secara penuh saat parkir. Ini bertujuan untuk mengantisipasi tindak kejahatan pencurian yang tidak diinginkan. Selain itu, jika parkir mobil di siang hari, kaca mobil harus dibuka paling tidak 1 cm sebagai jalur sirkulasi udara. Pelaku pencurian pun tidak bisa memecahkan kaca dengan pecahan busi.

Cara lainnya adalah melakukan proteksi ganda bagi para pemiliki mobil. Seperti, memasang sensor tambahan, alarm ganda, atau electrical cut untuk mobil yang belum disematkan fitur Immobilizer dalam mencegah mobil dibawa kabur juga oleh para pelaku kejahatan.



Carmudian juga bisa menggunakan kaca film sebagai proteksi tambahan pada mobil Carmudian. Perlu diketahui, 60 persen bagian dari mobil merupakan kaca mobil. Disarankan bagi para pemilik mobil untuk memilih kaca film yang sulit terlihat dari luar. Namun, tidak mengganggu visibilitas pemiliknya saat berkendara.

Untuk menjamin keamanan barang di dalam mobil, Carmudian bisa menyimpan barang berharga di tempat tertutup dalam mobil. Manfaatkan kompartemen tertutup seperti glove box, laci, atau bagasi, serta juga bisa manfaatkan tray penutup di bagasi bagi pemilik mobil SUV (Sport Utility Vehicle), atau hatchback.



Jika tidak tersedia tempat atau kompartemen tertutup yang memadai, barang berharga Carmudian bisa disimpan di kolong jok mobil, atau ditutupi dengan benda gelap agar dari luar mobil terlihat samar. Selain itu, saat parkir di tempat umum, sebaiknya mobil diparkirkan di tempat yang cukup ramai dan mudah dipantau oleh pemilik mobilnya. Memang sebaiknya hindari parkir di tempat yang jauh dari keramaian atau sepi, khususnya di malam hari. Hindari juga parkir di tempat yang gelap.

SAMPAIKAN KOMENTAR