Cari Sparepart BMW Lama Susah dan Mahal, Fakta atau Mitos?
22
Nov
2019
0 Comment Share Likes 490 View

Nama BMW telah identik dengan mobil mewah yang modis dan menawarkan kesenangan berkendara. Selain itu, BMW juga memiliki jajaran model yang cukup lengkap, mulai dari mobil keluarga, sedan, hingga SUV. Dengan statusnya sebagai mobil mewah, ada kabar yang beredar bahwa suku cadang BMW sulit ditemukan. Apakah itu fakta atau mitos?

Di era modern ini, mitos justru bisa dibantah. Alasannya, kita bisa berburu suku cadang secara online baik di dalam hingga luar negeri. Kalau mengenai ketersediaan suku cadang mobil baru, tentu ini telah dijamin oleh BMW Group Indonesia sebagai agen pemegang merek dan Astra BMW sebagai distributor terbesarnya.

Bahkan, pihak BMW Astra pernah mengatakan beberapa waktu lalu bahwa Astra BMW mampu melakukan servis yang berlaku untuk semua model hingga tahun lama sekalipun. Ini berarti, masalah ketersediaan suku cadang BMW untuk Indonesia khususnya di kota-kota besar tidak menjadi masalah sama sekali.

Itu hanya bengkel resmi, karena kalu menilik jumlah besar komunitas pengguna BMW mampu mendorong meningkatnya jumlah bengkel spesialis. Keberadaan bengkel spesialis ini tersebar di kota-kota besar. Bengkel spesialis biasanya menangani model yang keluar dari garansi dan dapat membawa suku cadang mobil tua.

Misalnya, untuk BMW Seri-5 E34 dari era 90-an atau BMW Seri-3 E30 dari akhir 80-an, ketika melakukan servis di bengkel resmi harus merogoh kocek cukup dalam. Dengan melakukan servis rutin di bengkel spesialis, biayanya bisa lebih terjangkau dengan hasil sebagus bengkel resmi.

Harga Suku Cadang Fast Moving BMW Tua Tak Beda dengan Mobil Jepang

Banyak yang bilang memelihara BMW berusia tua itu menghabiskan banyak uang. Tapi ternyata belum tentu loh Mas Bro. Biaya layanan yang tinggi biasanya terjadi pada mobil bekas yang jarang dirawat. Untuk perawatan BMW, biaya servis dan suku cadang tidak jauh berbeda dengan mobil Jepang.

Berdasarkan pengalaman pengguna BMW yang telah kami rangkum dari berbagai forum otomotif, harga BMW E36 3-Series suku cadang fast moving-nya, seperti radiator, bantalan rem, kopling, shockbreaker, memiliki banderol serupa dan bahkan ada yang lebih murah daripada Toyota Great Corolla. Misalnya, harga radiator Great Corolla mencapai Rp1.400.000 sedangkan radiator BMW E36 ada yang dijual dengan harga hanya Rp1.100.000. Lebih murah, kan?

BMW adalah merek mobil yang memiliki banyak permintaan di Indonesia, sehingga ketersediaan suku cadang di pusat otomotif atau pasar mobil masih aman. Berbicara kualitas, suku cadang mobil Jepang memiliki versi imitasi juga sehingga harganya pun jadi lebih terjangkau.

Suku Cadang Slow Moving BMW Harganya Mahal

Ketersediaan aksesori dan suku cadang slow moving aftermarket atau produk KW yang berlimpah untuk mobil Jepang membuat harganya lebih masuk akal. Sebaliknya, aksesoris slow moving BMW harganya sangat mahal. Untuk bagian-bagian yang kosmetik, kadang-kadang kita perlu berputar ke toko atau bengkel spesialis jika stok tidak tersedia.

Misalnya, pegangan pintu luar BMW E36 dihargai Rp375 ribu per potong, hanya untuk sepotong kecil plastik. Selain itu, shift knob atau head gear asli BMW mencapai Rp1,7 juta. Itu sebabnya, harga mobil bekas Eropa sekelas BMW dengan kondisi aksesoris asli lengkap yang masih mulus bisa jadi harga tinggi.

Bicara suku cadang slow moving BMW ini, rumor buruk tentang suku cadang BMW yang katanya sulit didapat memang cukup masuk akal. Memang, bagi pemilik BMW di kota-kota kecil itu pasti sedikit kerepotan saat ingin mempercantik atau memperbaiki mobil mereka karena kadang-kadang mereka harus memutar poros suku cadang.

Belum lagi, pengguna mobil Eropa yang membeli unit bekas dengan kondisi kurang sehat tidak sedikit. Mereka ingin meningkatkan prestise mereka tetapi terburu-buru ketika memilih unit dengan harga rendah. Tidak semua harga murah itu buruk, tetapi ada pepatah yang mengatakan "mobil cepat dan bagus tidak akan murah".

Artinya, mobil dengan performa baik dan penampilan menarik harga pasarannya tentu tidak akan murah. Unit yang dijual di bawah harga pasaran biasanya memiliki kinerja yang buruk atau terlihat kurang segar.

Misalnya, untuk BMW E36 harga pasaran normalnya berkisar antara Rp50-65 juta dan kondisi khusus mulai dari Rp80 juta. Jika Mas Bro mendapatkan unit di bawah harga itu, harap dicatat masalahnya apa saja, apa masalah administrasi pajak mobil atau justru kesehatan mobilnya. Kita mungkin akan hanya diberitahu kalau mobilnya cuma mati pajaknya selama beberapa tahun tetapi kondisi mobil tidak akan diberitahu kalau kita tidak tanya.

Seri BMW Paling Bandel

BMW telah memasarkan mobil di Indonesia selama beberapa dekade dengan berbagai seri dan kode bodi. Berbicara tentang daya tahan ini, Bimmers (sebutan untuk pengguna BMW) telah menghafal unit mana yang 'badak' dan yang 'cengeng'. Ambil contoh di Seri 3, ada unit 'badak' seperti E30 dan E36 yang terkenal, kemudian E46 sebagai penerus E36 yang ternyata agak 'cengeng'.

Sebenarnya, tidak semua E46 buruk, Bro. Tapi biasanya terjadi pada seri mesin N42. Mesin ini memiliki kelemahan pada segel katup dan transmisi. Cincin piston cepat aus sebelum jarak tempuh 80.000 kilometer. Karakteristik yang mudah dilihat dari mesin N42 yang sakit adalah menghembuskan asap putih.

Nantinya Mas Bro terpaksa harus turun setengah mesin untuk mengganti cincin atau piston kalau sudah terlalu aus. Jika ada baret pada boring, Mas Bro juga perlu oversize piston. Tapi itu akan membuat anggaran Mas Bro membengkak untuk membeli suku cadang tadi.

Bagi mereka yang ingin memiliki BMW E46, adalah ide yang lebih baik untuk memilih versi pra-facelift yang menggunakan mesin E43 M43 atau facelift bermesin N46. Alasannya, kedua jenis mesin ini lebih tahan lama, dan ketersediaan suku cadangnya juga masih melimpah. Sebagai informasi, mesin N46 merupakan kombinasi dari ketangguhan mesin M43 dan tenaga yang lebih nendang dibandingkan N42.

Perawatan BMW, sebenarnya sama seperti merawat mobil baru, tidak sulit tetapi harus rutin. Untuk penggantian suku cadang kelistrikan, lebih baik menggunakan yang asli agar berfungsi dengan baik. BMW telah menggunakan sistem komputerisasi pada ECU dan sensornya sejak tahun 2000-an.

Untuk fast moving masih bisa ditangani oleh produk OEM yang lebih terjangkau tanpa banyak mengurangi daya tahannya. Nah, agar mesin tidak rewel dan tetap bugar, cobalah menggunakan setidaknya bensin RON 92 dan ganti oli secara teratur sesuai jadwal setiap 5.000 kilometer.

Perbedaan Mobil Eropa dan Mobil Jepang

BMW sejak awal hadir untuk mengisi segmen mobil mewah. Meski mobil sudah berusia 20 tahun, tetapi masih diluncurkan untuk pengguna kelas atas. Sementara itu, mobil sejuta umat seperti Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, atau Mitsubishi Xpander dimaksudkan untuk level pemula hingga kelas menengah. Segmentasi ini jelas berbeda, tetapi orang-orang mengatakan menganggap segmentasinya sama karena harga bekasnya setara.

Nah, kita perlu menggarisbawahi stigma ini karena itu adalah dasar kemunculan pendapat yang menyebut suku cadang BMW sulit atau langka. Pada dasarnya, populasi pengguna BMW juga tidak sebanyak Avanza, sehingga ketersediaan suku cadang untuk keduanya jelas berbeda. Sebagai merek Eropa, BMW memiliki layanan purna jual yang sangat baik di Indonesia.

Merek asal Munich ini didukung oleh BMW Group Indonesia sebagai agen pemegang merek dan Astra BMW sebagai distributor resmi dan jaringan aftersales. Lalu, masih ada banyak bengkel spesialis BMW yang siap mengatasi masalah teknis untuk menemukan suku cadang yang 'katanya jarang'. Jadi, tidak perlu khawatir buat Mas Bro yang ingin merasakan sensasi mengendarai BMW, asalkan Mas Bro mendapatkan unit yang sehat dan ganas.

SAMPAIKAN KOMENTAR