Bukan Ferrari atau Lamborghini, Yuk Kenalan Sama Produsen Supercar Italia Ini
10
Apr
0 Comment Share Likes 286 View

Kalau ditanya produsen supercar asal Italia, merek apa yang langsung terbesit di pikiran Pria Intersport? Ya, paling Ferrari atau Lamborghini. Padahal ada satu nama lagi, bro yang nggak kalah beken sebagai pembuat supercar mahal, yaitu Pagani. Dengan membangun Zonda dan Huayra, para car enthusiast telah dibuat takjub dengan kecantikan dan performa hasil karya Pagani.

Nah, biar disangka pecinta otomotif berwawasan luas, simak saja langsung sejarah Pagani berikut ini.

Lahir di Tangan Keluarga Pembuat Roti

Horacio Raul Pagani, lahir di Casilda adalah seseorang yang lahir dari lingkungan keluarga pembuat roti. Horacio kecil dinilai mampu membuat banyak bentuk-bentuk dari berbagai bahan. Namun darah pembuat roti tidak lantas menahan hasrat Horacio untuk menyentuh bidang lain. Kendati keluarganya adalah pembuat roti, Horacio justru lebih senang membuat mobil-mobilan. Hasratnya ini timbul setelah dirinya melihat-lihat mobil-mobil sport cantik buatan Italia di majalah Style Auto. Kesenangannya ini membuat Horacio kecil bermimpi tinggi, yaitu membuat sportcar Italia buatan tangannya sendiri.

Awalnya, Horacio membuat mobil-mobilannya sendiri dari kayu balsa. Lalu setelah memasuki usia remaja, Horacio yang mengidolakan Leonardo Da Vinci ini mulai menyukai ilmu mekanika. Hal ini pun yang akhirnya mendorong Horacio untuk mengambil jurusan desain industri di Universitas La Plata, Argentina pada tahun 1972. Tidak hanya puas mendalami ilmu desain, Horacio melanjutkan studinya ke jurusan teknik mekanika di Universitas Rosario Argentina. Sewaktu kuliah di sini, masa depan membuat mobil sport sendiri pun mulai terbuka lebar. Horacio mendapat banyak pengalaman dan menjadikannya mampu membuat berbagai macam mobil, salah satunya adalah sebuah Formula 2 murni desainnya sendiri.

Bekerja di Lamborghini Sebagai Tukang Sapu

Meskipun telah berhasil membuat mobil Formula 2 yang disebutkan tadi, Horacio tidak lantas berpuas diri. Impiannya untuk membuat supercar Italia sendiri masih belum terwujud. Hasil kreasi-kreasinya lantas membawa Horacio kepada pebalap legendaris Argentina, Juan Manuel Fangio. Dirinya dibantu oleh Fangio untuk melanjutkan hidup di kiblatnya supercar dunia Modena. Ya, Modena disebut pusat supercar lantaran di kota inilah berdiri tiga pabrikan supercar terpopuler di dunia; Ferrari, Lamborghini, dan Maserati. Demi mewujudkan cita-citanya Horacio pun merintis karir di Lamborghini sebagai staff mekanik dan tukang sapu.

Seakan menemukan harta karun di rumah sendiri, Lamborghini sadar kapabilitas dan kejeniusan Horacio. Horacio pun kemudian digiring masuk ke divisi konstruksi dan membantu desain serta produksi Lamborghini. Mulai dari SUV LMA, Jalpa, sampai yang paling spektakuler Countach Evoluzione. Countach sendiri adalah mobil pertama yang menggunakan sasis berbahan karbon fiber.

Horacio Mendirikan Dua Perusahaan

Beberapa tahun kemudian Horacio pun mendirikan dua perusahaan baru. Pertama, Pagani Composite Research yang berfokus pada riset dan membuat konstruksi serat karbon untuk mobil. Kedua, Modena Design sebagai konsultan desain. Dari perusahaan ini muncullah karya-karya seperti Lamborghini P140 serta L30. Kedua model ini pun kemudian disempurnakan untuk menjadi basis Lamborghini Diablo. Selain itu, Aprilia GP250 & Chrysler ME412 juga didesain oleh perusahaan ini.

Dari pengalaman-pengalaman berharga ini, Horacio pun semakin "pede" untuk membuat supercar miliknya sendiri. Hingga akhirnya, Horacio pun menelurkan karya pertamanya yang dinamai Pagani C12 dan didesain oleh Horacio sendiri. Masih segar dalam ingatan publik saat itu, mobil ini benar-benar mengejutkan banyak pihak di ajang Geneva Motor Show 1999.

C12 yang nantinya akan diberi nama Pagani Zonda menggendong mesin dari Mercedes-Benz. Penggunaan mesin ini sendiri diikuti Horacio nerkat masukan dari mentornya, Juan Manuel Fangio.

Tentang Pagani Zonda

Pada suatu kesempatan Horacio pun mengatakan bahwa Zonda terinspirasi dari mobil balap bukan dari mobil jalanan. Mobil ini pun disebut sebagai "prinsip berjalan Pagani". Alasannya adalah; selain performa, mobil Pagani mengedepankan karakter elegan dan romantik, bukan semata-mata mengagungkan aerodinamika seperti sekarang.

Selain dari mobil balap, desain Zonda juga diklaim mengambil konsep desain (elemen-elemen) indah jam tangan Patek Philippe. Bukan hanya itu, Zonda juga mengambil konsep speedboat Riva dan pesawat jet.

Pagani dinilai memiliki sesuatu yang "spesial" dibandingkan produsen supercar Modena lainnya. Di lain negara, Bugatti punya pabrik ekstravagan, mewah, dan megah. Sedangkan Pagani justru lebih terlihat seperti sebuah bengkel murahan atau butik pakaian. Namun justru karena itulah, Zonda jadi terasa spesial karena benar-benar mencerminkan cinta Horacio akan sebuah supercar sempurna.

Tentang Pagani Huayra

Pada kuartal pertama 2017, atau tepatnya di ajang Geneva International Motor Show 2017, Pagani memperkenalkan supercar terbaru mereka, Huayra. Nama Huayra sendiri diambil dari nama dewa angin kepercayaan suku Quechua. Seperti kakaknya, Zonda, Huayra pun murni didesain langsung oleh Horacio. Dengan racikan serupa, Huayra pun dibenamkan mesin dari Mercedes-Benz AMG serta detail dengan pengerjaan yang luar biasa.

Menariknya, pada saat sebulan sebelum peluncurannya, supercar roadster alias atap terbuka ini sudah ludes terjual. Ya, Huayra memang mobil ediai terbatas yang hanya dibuat 100 unit saja di seluruh permukaan bumi.

Seperti yang dilansir responsejp.com, meski harganya mahal, orang-orang kaya di dunia ini tidak ragu untuk membelinya. Pagani Huayra dibanderol 2,28 juta Euro (Rp36,3 miliar).

Nah, sekarang sudah tahu nih produsen supercar Pagani. Meskipun penjabarannya masih belum lengkap, setidaknya bisa menambah wawasan Pria Intersport tentang Pagani. Punya uang dan tertarik beli salah satu unit Pagani? Sepertinya harus tunggu dulu unit terbarunya, deh.

SAMPAIKAN KOMENTAR