Bukan Diciptakan Mazda, Ini Perjalanan Mesin Rotary
15
Apr
0 Comment Share Likes 399 View

Mesin rotary di dunia otomotif khususnya mobil cukup dikenal meski tidak sepopuler mesin piston. Mesin rotary sendiri adalah mesin dengan pembakaran dalam yang digerakkan oleh tekanan. Tekanan ini dihasilkan oleh pembakaran yang diubah menjadi gerakan berputar pada rotor untuk menggerakkan sumbu.

Nah, mesin rotary dikenal lantaran Mazda sebagai produsen mobil terkenal telah menggunakannya. Meskipun kaitan mesin rotary dengan Mazda sangat erat, tapi ternyata mesin ini bukan ditemukan oleh pihak pabrikan Jepang tersebut. Mesin rotary ditemukan oleh Felix Wankel, seorang peneliti asal Jerman. Wankel sebagai insinyur melakukan sebuah penelitian untuk mesin rotary ini pada awal tahun 1950. Atas dasar penemuan tersebut, mesin rotary pun kerap dikenal dengan sebutan mesin wankel.

Prinsip Kerja Mesin Rotary


Felix Wankel memulai penelitiannya pada awal tahun 1950-an di NSU Motorenwerke AG (NSU). Wankel menggunakan prototypenya yang bisa bekerja pada tahun 1957. NSU selanjutnya melisensikan konsepnya kepada beberapa perusahaan otomotif lain di berbagai penjuru dunia untuk memperbaiki konsepnya.


Seperti namanya, mesin rotary memiliki ciri kerja yang berbeda dengan mesin piston yang digunakan kebanyakan produsen mobil di dunia. Cara pembakaran mesin rotary adalah dengan cara berputar atau berotasi.

Meskipun berbeda dengan mesin silinder yang kebanyakan digunakan, mesin rotary tetap punya piston. Pistonnya berbentuk seperti segitiga dan merangkap sebagai ruang bakar juga. Dengan begitu, cara kerja mesin rotary menjadi berbeda dengan mesin silinder biasa yang bergerak secara vertikal atau horizontal.

Secara rinci, sistem kerja mesin rotary dimulai ketika udara mulai masuk. Mesin secara tidak langsung juga mulai menekan atau mengkompres udara. Udara yang dikompres atau ditekan akan diledakkan oleh busi dan pembuangan hasil sisa pembakaran sebelumnya mulai dikeluarkan.
Ketika ledakkan terjadi, fase pembuangan (exhaust) mendekati akhir, sedangkan di satu sisi intake atau supply udara dimaksimalkan yang nantinya akan dikompres atau ditekan lagi dan diledakkan agar fase pembakaran terus berlangsung.

Keunggulan Mesin Rotary
Dari keunikan cara kerjanya, mesin rotary memiliki salah satu keunggulan yaitu adalah bentuknya. Bentuk mesin rotary dinilai kompak tapi tetap mampu menghasilkan tenaga yang cukup besar meski menggunakan kapasitas mesin yang terbilang kecil.

Bagaimana Rotary Bisa Berlanjut ke Mazda?
Di awal kehadirannya, mesin rotary sebenarnya pernah terbenam di lini produksi General Motors (GM), Mercedes-Benz, Rolls Royce, Mazda, dll. Namun seiring berjalannya waktu, hanya Mazda yang serius mengembangkan mesin rotary ini.
Wujud keseriusannya tersebut tampak pada Mei 1967. Kala itu Mazda meluncurkan mobil sport dua kursi dengan mesin rotary pertamanya yang diberi nama Cosmo Sports. Dalam perjalanannya, Mazda terus mengembangkan teknologi ini dan menjejali mesin rotary terbarunya ke dalam deretan mobil-mobil sport mereka. Sebut saja keluarga mobil sport RX series, seperti RX-2 Capella (1970), Savanna RX-7 (1978) dan All New Mazda Savanna RX-7 (1985).

Pencapaian titik sukses dari teknologi mesin rotary dalam dunia motor sport baru diraih oleh Mazda melalui mobil balap 787B. Mobil ini berhasil membawa trofi kemenangan atas ajang balap tersohor yang tidak hanya mengadu kecepatan namin juga daya tahan 24 jam, Le Mans pada 1991 silam. Hingga saat ini, 787B masih memegang rekor sebagai mobil balap bermesin rotary tercepat.

Runtuhnya Teknologi Mesin Rotary
Dari penjabaran sebelum, pabrikan yang saat itu menggunakan mesin rotary harus beralih ke mesin silinder. Generasi mesin rotary dianggap kurang mampu menjawab efisiensi konsumsi bahan bakar. Ya, mesin rotary dinilai boros bensin. Selain itu, mesin rotary juga lebih boros oli mesin.
Mazda RX-8 Spirit R mungkin menjadi unit model yang menggunakan mesin rotary konvensional. Sebelum akhirnya produksi mobil sport ini harus usai lantaran emisi gas buangnya yang masih dianggap tinggi. Ini jelas akan merugikan Mazda, dimana para produsen mobil berlomba untuk membuat kendaraan dengan zero emission tapi Mazda "mentok" karena keunikannya.
Mazda sadar akan hal ini, oleh karena itu pabrikan asal Jepang ini pun kini tengah mengembangkan teknologi Skyactiv. Kabar baiknya, teknologi ini mampu menjawab jumlah emisi gas buang CO2.



Kelebihan Mesin Rotary
1. Cara kerjanya lebih sederhana dibanding mesin piston.
2. Lebih ringan dan berukuran lebih kecil dibanding mesin piston.
3. Ukurannya kecil sehingga bisa menghemat ruang pada mesin.
4. Dengan ukuran yang kecil, tenaga yang dihasilkan jauh lebih besar ketimbang mesin piston dengan kapasitas yang sama (weight-to-ratio tinggi).
5. Putaran mesin tinggi dan mesin halus, serta stabil karena lebih sedikit parts yang dimiliki mesin rotary.

Kekurangan Mesin Rotary
1. Boros dan emisi yang buruk
2. Pengecekan oli harus dilakukan secara rutin karena mesin rotary menyemburkan oli untuk lubrikasi rotor yang juga berpengaruh pada emisi.
3. Spare Part mahal dan karena berbeda dari mesin piston, servis hanya bisa dilakukan di bengkel khusus mesin rotary atau ke diler resmi.

Mazda Coba Bangkitkan Kejayaan Mesin Rotary
Baru-baru ini, seperti yang dilansir Carscoops, Mazda dikabarkan tengah membuka peluang untuk terjun ke ajang balap Le Mans 24 Hours.
Hal tersebut disampaikan oleh Masahiro Moro selaku kepala eksekutif Mazda Amerika Utara beberapa waktu lalu. Masahiro mengatakan bahwa Mazda memang sedang mempertimbangkan untuk ikut serta lagi di ajang Le Mans. Namun meskipun kesempatannya masih ada, menurutnya keputusan tersebut belumlah pasti karena masih harus melihat banyak hal lainnya.

SAMPAIKAN KOMENTAR