Body Roll Tetap Sebuah Misteri?
03
Jun
0 Comment Share Likes 235 View

Body roll? Pasti Para Berselera telah mengetahui tentang istilah dari Body Roll. Sebenarnya kami telah membahas tentang istilah Body Roll dalam dunia roda empat pada artikel sebelumnya. Namun tidak ada salahnya kami kembali mengulas tentang Body Roll atau lebih sering disebut adalah ‘body limbung’. 

 

Pengertian Body Roll Pada Mobil

Body roll atau Gaya Sentrifugal atau pun lebih dikenal dengan sebutan ‘limbung’ merupakan kejadian saat mobil melalui tikungan dalam kecepatan tinggi, saat itu mobil yang sedang menikung akan semakin terasa miring hingga merasa body mobil layaknya terangkat. Mereka yang berada di dalam mobil akan merasakan seperti terlempar. Efek ini bisa disebabkan oleh banyak hal. Keadaan ini bisa menjadi faktor terjadinya mobil terbalik, bahkan unsur dorongan angin sedikit membantu mobil menjadi terbalik. Lebih mengerikan yakni mobil bisa keluar atau pun berpindah jalur.

 

Untuk gambaran tentang Body Roll, ketika mobil sedang menikung ke arah kiri maka body mobil seperti terasa ke angkat atau terlempar ke kanan. Kejadian ini sebenarnya bukan hanya terjadi saat mobil melibas tikungan dalam kecepatan tinggi. Namun juga bisa terjadi ketika mobil berjalan lurus dalam kecepatan tinggi lalu stir dibanding secara mendadak atau hanya sekedar berpindah jalur saja, cukup banyak kejadian ini ditemukan di jalan bebas hambatan.

 

Kenapa Body Roll dapat terjadi ?

Efek Body roll biasa sering dirasakan mobil – mobil dengan body berdimensi besar yang memiliki ground clearance tinggi seperti tipe SUV atau minibus. Body Roll dirasakan lebih besar pada mobil – mobil ini dibanding tipe sedan. Namun unsur kecepatan tinggi juga sebagai penentu terjadinya Limbung pada mobil.

Sebagai contoh, bayangkan bila mobil jenis SUV yang melibas tikungan dengan kecepatan tinggi. Hasilnya mobil akan limbung dan bahakn sangat mungkin terbalik. Berbeda dengan mobil jenis sedan yang tentunya dapat melaju lebih cepat karena dukungan aerodinamis sehingga dapat terhindar dari efek Body Roll. Body sedan yang lebih pendek juga dianggap sebagai penolong.

Jadi hampir dipastikan, desain mobil yang tinggi memiliki berpotensi lebih besar dalam menyebabkan mobil mengalami Body Roll. Begitu juga pada faktor ground celarence yang tinggi. Walau tinggi body mobil masih standar namun jika ground clearence tinggi tentu bisa menyebabkan limbung. Sehingga mobil berjenis SUV lebih berpotensi Body Roll (limbung) daripada jenis mobil sedan.

Gerakan mobil menikung dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga bobot dari body mobil serta arah dari pergerakannya menimbulkan gaya sentrifugal. Semakin tinggi kecepatan mobil disaat melibas tikungan, semakin besar pula gaya sentrifugalnya. Begitu pula saat mobil dalam kecepatan tinggi lalu berubah arah secara mendadak.

Pada dasarnya setiap mobil tentunya telah melalui beragam uji coba, namun beragam bentuk tikungan hingga gaya mengendarai dapat berefek Body Roll. Semua mobil pastinya telah dilengkapi dengan suspensi pada setiap roda yang bertujuan mampu menyerap gucangan yang dihasilkan oleh permukaan jalan hingga menyerap gaya limbung seperti ini.

Namun jika kemampuan suspensi dalam menyerap gaya sentrifugal ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan gaya sentrifugal yang tercipta, maka sudah pasti mobil akan bergerak seiring gaya tarik gravitasi dan berujung terbalik atau ‘klontang’.

Cara termudah mendeteksi Body Roll adalah menguji kemampuan mobil dengan berjalan zig-zag saat melibas cones. Pergerakan body mobil dapat terlihat, semakin kecil terlempar maka mobil semakin bagus ‘Body Roll’ nya.

Suspensi Penyebab Body Roll?

Banyak pendapat mengatakan efek Body Roll disebabkan oleh suspensi yang ‘terlalu empuk’. Memang suspensi yang sangat empuk membuat perjalanan menjadi sangat nyaman. Minimnya getaran yang dirasakan efek dari suspensi, berdampak negatif karena tanpa terasa limbungnya mobil tidak dirasakan dengan cepat.

Berbeda dengan mobil yang terasa guncangan sangat keras ketika melalui tikungan atau sekedar melibas jalanan tidak rata. Suspensi mobil bisa dikatakan dalam kondisi terkendala. Sistem kerja suspensi pada dasarnya adalah meredam getaran. Namun tentunya disain dari suspensi yang telah melalui proses menyesuaikan kebutuhan disain mobil, walau tidak serta merta mampu meminimalkan efek body roll.

Ingat juga, pada sistem kerja suspensi yang hanya berfungsi untuk memperlembut gerakan vertikal body mobil tapi per tidak bisa meredam guncangan justru menambah guncangan tersebut (karena daya elastisnya maka body mobil akan semakin mengembal). Oleh sebab itu, disetiap suspensi pasti ada komponen shock absorber ini. Lokasinya kalau dibagian depan ada di tengah coil spring. Sementara di belakang biasanya dekat dengan roda.

Beragam cara mengakali dengan memperkuat sistem suspensi melalui cara mengganti coil spring dengan produk aftermarket yang lebih keras, menambahkan link stabilizer hingga aksesoris lain seperti penambahan karet sport damper di bagian coil spring mobil yang masih dalam keadaan standar.

Berhubungan dengan suspensi, tekanan udara pada ban juga bisa menjadi penyebab terjadinya Body Roll. Perbedaan tekanan udara dari empat ban, sangat berpengaruh pada daya cengkram atau traksi hingga kinerja suspensi pun tidak bekerja maksimal. Kontrol kemudi menjadi tidak sempurna dan tidak stabil sehingga berujung mobil mudah limbung. Tekanan udara pada ban yang kurang maksimal dapat membuat mobil bergerak tidak menentu, walau di jalan lurus. Bagaimana ditikungan?

Begitu pentingnya Body Roll sehingga para produsen mobil cukup berkonsentrasi dalam menangani permasalahan ini. Memang beragam teknologi yang telah diaplikasikan belum cukup mengatasi Body Roll karena cukup banyak efek penunjang sebagai penyebabnya. Kondisi permukaan jalan hingga cara mengemudi.

Jadi yang terbaik dan paling efisien dalam mengatasi Body Roll, Pria Berselera hanya cukup memastikan seluruh komponen mobil dalam kondisi sempurna, termasuk tekanan udara pada ban dan yang terpenting adalah mengurangi kecepatan ketika melalui tikungan. Selain bertujuan agar efek body roll tidak terjadi, unsur keamanan menjadi prioritas utama. Berkendara dengan kecepatan sesuai ketentuan di jalan raya menjadi faktor keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pihak.

SAMPAIKAN KOMENTAR