Berkenalan dengan Sunroof, Jendela di Atap Mobil

Berkenalan dengan Sunroof, Jendela di Atap Mobil

16Apr
INTERSPORT.ID ON 16 April 2018
INTERSPORT.ID ON 16 Apr 2018

Berkendara sambil melihat pemandangan langit memang tampak mengasyikkan. Hal tersebut bisa diperoleh jika di mobil dilengkapi dengan sunroof alias jendela yang dipasang di langit-langit mobil. Selain itu, memiliki mobil dengan sunroof juga memiliki prestige tersendiri. Tak salah lagi, hal ini karena memang harga mobil yang dilengkapi sunroof tentu lebih mahal dibandingkan yang tidak. Harga satu set sunroof pun bisa mencapai jutaan rupiah.

Mobil yang dilengkapi dengan sunroof sesungguhnya sudah ada sejak tahun 1937 melalui Nash Motor Company, perusahaan mobil pertama yang menawarkan sunroof sebagai pilihan dalam beberapa tipe mobilnya

Sunroof generasi Nash Motor Company ini berupa panel langit-langit mobil yang bisa ditekuk atau dipindahkan secara manual ataupun elektrik. Sedangkan untuk yang terbuat dari kaca baru diperkenalkan sekitar tahun 1970 oleh John Atkinson, manager marketing dari Fort dan diberi nama “moonroof” untuk membedakan panel kaca yang dipasangkan pada mobil Lincoln Mark IV. Saat ini moonroof yang diinisiasi oleh Lincoln dikembangkan oleh American Sunroof Corporation atau ASC. Jika pada sunroof pengoperasiannya bisa manual atau elektrik, pada moonroof, versi kaca dari sunroof, pengoperasiannya biasanya dilakukan dengan cara elektrik.

Ada beberapa jenis sunroof yang dipasang di mobil. Diantaranya adalah spoiler atau tilt and slide, pop out, inbuilt, rag top, dan panoramic. Jenis spoiler atau tilt and slide sunroof adalah tipe sunroof yang paling banyak digunakan. Jenis ini bisa melakukan dua cara dalam membuka dan menutup sunroof yaitu dengan cara tilt atau memiringkan dan juga slide atau menggeser. Ketika tilt, bagian belakang akan sedikit terangkat dan bagian depan membentuk sudut sehingga udara bisa bersirkulasi. Sedangkan ketika slide, seluruh kaca atau atap akan tergeser ke belakang. Mobil yang menggunakan tipe ini contohnya adalah Mitsubishi Pajero Sport dan Honda CR-V.

Jika pernah mengendarai Toyota Alphard yang dilengkapi dengan sunroof, ternyata sunroofnya hanya bisa digerakkan secara manual yaitu dengan didorong. Cara membuka atau menutup sunroofnya juga hanya bisa dengan cara tilt atau menaikkan bagian belakang kacanya. Hal ini yang disebut dengan pop out sunroof.

Sedangkan untuk tipe inbuilt, sunroof tidak bisa tilt dan untuk membuka atau menutup memanfaatkan railing di atap aslinya saat slide ke belakang agar terbuka. Namun, tipe seperti ini jarang ditemui pada mobil yang dipasarkan di Indonesia.

Rag top atau yang kerap juga disebut dengan istilah folding sunroof ini dipasangkan pada Fiat 500C dan juga Mercedes A190. Rag top kerap diidentikkan dengan sunroof yang materialnya adalah kain. Atapnya bisa terlipat menjadi beberapa bagian ke belakang.

Untuk panoramic sunroof, ini merupakan tipe yang sedang populer saat ini. Kaca yang menggantikan atap memiliki luasan yang lebar sehingga lebih leluasa dalam melihat panorama atau pemandangan sepanjang jalan. Mobil saat ini yang menanamkan sunroof pada atap mobilnya kebanyakan memilih tipe panoramic ini. Misalnya pada BMW 7 Series G10 yang memiliki tipe Sky Lounge Panoramic Roof dilengkapi dengan 15000 LED untuk menghias atapnya.

Seiring berjalannya waktu, minat akan adanya sunroof pada mobil juga meningkat. Begitu pula dengan semakin beragamnya pilihan sunroof untuk mobil. Mulai dari yang paling umum, manual, hingga yang memiliki luasan kaca yang lebar pun ada. Fungsinya juga tak hanya untuk melihat pemandangan sepanjang jalan, tapi juga bisa menambah sirkulasi udara dalam mobil misalnya ketika berada di dataran tinggi yang sejuk. Lalu, mau pilih sunroof seperti apa?

Image source: http://blog.autointhebox.com/

SAMPAIKAN KOMENTAR
OPEN